Jangan Salah! Ini Urutan Basic Skincare yang Tepat untuk Pemula
Urutan basic skincare yang tepat sangat mempengaruhi perawatan kulitmu. Mari pahami urutan basic skincare untuk pemula.
Bagi kamu yang baru mencoba rutin menerapkan skincare harian, terlalu banyak pilihan produk bisa bikin bingung. Terlebih lagi ketika media sosial menawarkan berbagai bahan aktif dan tren perawatan kulit yang terus berganti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perawatan kulit sehari-hari sebenarnya bisa dimulai dari langkah yang sederhana. Dermatolog menyarankan pemula untuk terlebih dahulu membangun rutinitas dasar yang terdiri dari pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya.
Setelah kulit terbiasa, produk tambahan dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi kulit. Dermatolog bersertifikat Sejal Shah, MD, mengatakan perkembangan industri skincare dalam beberapa tahun terakhir memang memberikan banyak pilihan bahan dan formulasi baru. Namun menurutnya, kondisi tersebut juga dapat membuat konsumen, terutama pemula, kesulitan menentukan produk yang tepat.
"Pasar skincare benar-benar berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun hal ini bagus karena memberi kita beragam bahan dan formulasi baru, kondisi ini juga bisa sangat membingungkan bagi konsumen, terutama pemula," ujar Shah dilansir dari Allure.
Bagaimana urutan basic skincare yang tepat? Berikut panduan sederhana yang bisa dicoba:
1. Mulailah dengan membersihkan wajah
Langkah pertama dalam rutinitas skincare adalah membersihkan wajah. Gunakan pembersih yang lembut untuk membantu mengangkat keringat, minyak, sisa makeup, sel kulit mati, serta kotoran yang menempel di wajah.
Pembersihan dapat dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan malam hari. Dermatolog bersertifikat Divya Shokeen, MD, menjelaskan bahwa mencuci wajah pada pagi hari membantu membersihkan keringat dan minyak yang terkumpul selama tidur.
Sementara pada malam hari, proses membersihkan wajah menjadi lebih penting karena kulit telah terpapar berbagai kotoran sepanjang hari. Jenna Queller, MD, menambahkan kalau wajah yang benar-benar bersih dapat membantu produk skincare berikutnya bekerja lebih efektif.
Untuk mencuci wajah, gunakan air suam-suam kuku dan pijat lembut cleanser menggunakan ujung jari selama sekitar 30 sampai 60 detik sebelum dibilas. Hindari air yang terlalu panas karena dapat memicu kemerahan atau iritasi.
Queller juga menyarankan tidak perlu menggunakan sikat atau alat pembersih wajah yang kasar karena dapat mengiritasi kulit dan menjadi tempat berkumpulnya bakteri.
Pemilihan cleanser pun sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Kulit berminyak dapat mempertimbangkan pembersih berbusa untuk membantu mengangkat minyak berlebih.
Sedangkan kulit kering lebih cocok menggunakan pembersih yang memiliki kandungan pelembap seperti hyaluronic acid atau glycerin. Bagi kulit sensitif, pilih produk yang lembut dan sebisa mungkin bebas pewangi tambahan, essential oil, maupun ekstrak tumbuhan yang berpotensi memicu iritasi.
2. Lanjutkan dengan pelembap
Setelah wajah bersih, jangan buru-buru melewatkan pelembap, bahkan jika kulit cenderung berminyak. Pelembap berfungsi membantu menjaga skin barrier, mengurangi kehilangan air dari kulit, sekaligus mempertahankan kondisi kulit agar tetap seimbang.
"Pelembap merupakan langkah penting untuk semua jenis kulit, bukan hanya kulit kering. Pelembap membantu mendukung skin barrier, mencegah kehilangan air, dan menjaga keseimbangan kulit," kata Queller.
Pelembap sebaiknya diaplikasikan ketika kulit masih sedikit lembap setelah mencuci wajah. Oleskan secara merata hingga area leher untuk membantu mempertahankan hidrasi.
Bagi pemilik kulit berminyak atau mudah berjerawat, pilih pelembap berlabel noncomedogenic dan bertekstur gel atau lotion yang ringan.
"Tidak peduli seberapa berminyak atau rentan berjerawatnya kulit Anda, kulit akan menjadi kering tanpa rehidrasi, dan kulit yang kering adalah kulit yang mengalami iritasi," jelas Michele Farber, MD.
Sementara itu, kulit kering atau sensitif dapat memperoleh manfaat dari pelembap dengan tekstur lebih kaya. Kseniya Kobets, MD, menyarankan mencari kandungan yang mendukung skin barrier, seperti glycerin, ceramide, niacinamide, atau squalane.
3. Jangan lupa sunscreen pada pagi hari
Jika dua langkah pertama bisa menjadi rutinitas pagi dan malam, ada satu tambahan penting yang wajib dilakukan pada pagi atau siang hari, yakni menggunakan sunscreen. Tabir surya merupakan perlindungan utama kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit.
"Sunscreen adalah garis pertahanan dan perlindungan pertama terhadap kanker kulit. Jika Anda tidak melakukan hal lain untuk kulit, perlindungan dari sinar matahari adalah yang paling penting," kata Farber.
Gunakan sunscreen broad-spectrum yang mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB dengan minimal SPF 30 setiap hari. Paparan UV tidak hanya terjadi ketika sedang berjemur atau berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Sinar matahari tetap dapat mengenai kulit ketika seseorang berjalan menuju mobil, berbelanja, berkendara, bahkan saat berada di dekat jendela. Kobets juga mengatakan jumlah pemakaian tidak kalah penting.
"Yang jauh lebih penting mengaplikasikan sunscreen dalam jumlah yang cukup, sekitar setengah sendok teh untuk wajah dan leher, serta mengaplikasikannya kembali setiap dua jam ketika berada di luar ruangan atau setelah berenang maupun berkeringat," saran Kobets.
Urutan Basic Skincare yang Tepat untuk Pemula
Foto: Getty Images/seb_ra
4. Setelah basic skincare, baru tambahkan serum
Pemula sebenarnya tidak wajib langsung menggunakan serum. Produk ini dapat ditambahkan setelah rutinitas dasar berupa cleanser, pelembap, dan sunscreen sudah berjalan dengan baik.
Serum umumnya memiliki konsentrasi bahan aktif lebih tinggi dan digunakan untuk menargetkan masalah kulit tertentu. Kobets menyarankan agar pemilihan serum didasarkan pada kondisi kulit yang benar-benar dialami.
Misalnya saja, hyaluronic acid dapat dipertimbangkan untuk membantu menghidrasi kulit. Sedangkan vitamin C dapat digunakan untuk membantu mencerahkan dan menangani masalah pigmentasi.
Serum digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum pelembap. Namun pemula tidak perlu menumpuk banyak serum sekaligus.
Terlalu banyak bahan aktif justru dapat meningkatkan risiko iritasi dan membuat seseorang kesulitan mengetahui produk mana yang memberikan manfaat atau justru menimbulkan masalah.
5. Eksfoliasi tidak perlu dilakukan berlebihan
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat penumpukan sel kulit mati dan membuat kulit tampak lebih cerah. Namun langkah ini bukan bagian wajib dari basic skincare pemula dan penggunaannya perlu dilakukan secara hati-hati.
Jika menggunakan scrub fisik, Kobets menyarankan agar dilakukan dengan sangat lembut dan dibatasi sekitar satu hingga dua minggu sekali. Ia juga tidak menyarankan menggunakan scrub pada hari yang sama ketika memperkenalkan produk baru atau memakai retinoid.
Eksfoliasi kimia memang dapat menjadi pilihan dengan risiko gesekan yang lebih rendah dibandingkan scrub fisik. Meski demikian, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu penggunaannya dengan dokter kulit, terutama jika kulit mudah mengalami iritasi.
Urutan Basic Skincare yang Tepat untuk Pemula
Foto: Shopee
6. Masker sebagai perawatan tambahan
Masker wajah juga bukan keharusan dalam rutinitas skincare sehari-hari. Produk ini lebih tepat dipandang sebagai perawatan tambahan yang digunakan sesekali sesuai kebutuhan kulit.
"Anggap masker sebagai perawatan sesekali, bukan kebutuhan," ujar Kobets.
Ia lebih menyarankan masker yang menghidrasi dan mengandung bahan seperti glycerin, hyaluronic acid, squalane, atau niacinamide tanpa tambahan pewangi maupun bahan botani yang berpotensi mengiritasi.
Masker hidrasi dapat digunakan ketika kulit terasa membutuhkan tambahan kelembapan, misalnya sebelum menghadiri acara atau sebelum menggunakan makeup. Sebaliknya, penggunaan masker eksfoliasi yang terlalu agresif sebaiknya dihindari, khususnya oleh pemilik kulit sensitif.
7. Retinoid bisa ditambahkan secara perlahan
Retinoid merupakan salah satu bahan aktif yang telah banyak diteliti untuk membantu mengatasi jerawat, garis halus, pigmentasi yang tidak merata, serta memperbaiki tekstur kulit. Namun bahan aktif ini bukan pilihan yang harus langsung digunakan oleh pemula.
"Salah satu bahan yang paling banyak diteliti untuk mengatasi jerawat, garis halus, pigmentasi tidak merata, dan memperbaiki tekstur kulit adalah retinoid," kata Queller.
Ia menyarankan penggunaannya dimulai perlahan, misalnya dua malam dalam seminggu. Kemudian frekuensinya dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai toleransi kulit.
Setelah menggunakan retinoid, aplikasikan pelembap untuk membantu menjaga kenyamanan kulit. Penggunaan sunscreen setiap hari juga semakin penting karena retinoid dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Selain urutan basic skincare, jenis kulit juga perlu menjadi pertimbangan utama. Produk yang cocok untuk teman atau populer di media sosial belum tentu sesuai dengan kondisi kulit sendiri.
"Produk favorit teman mungkin tidak cocok untuk kulit Anda, dan sesuatu yang bekerja dengan baik pada satu orang dapat menyebabkan iritasi atau munculnya jerawat pada orang lain," kata Queller.
Untuk itu, jangan memakai banyak produk baru secara bersamaan. Kobets menyarankan memberi jarak sekitar dua hingga empat minggu sebelum menambahkan produk baru lainnya.













































