Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

8 Cara Mengatasi Jerawat di Pipi, Bisakah Hilang Dalam Semalam?

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 12 Okt 2026 09:00 WIB
...
Ilustrasi jerawat wajah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan
Jakarta -

Kamu punya masalah jerawat di pipi? Mari kenali penyebab dan cara mengatasinya.

Jerawat di pipi menjadi salah satu masalah kulit yang cukup umum dialami, baik oleh remaja maupun dewasa. Kondisi ini bisa membuat seseorang kurang percaya diri, terutama ketika jerawat muncul dalam jumlah banyak atau meninggalkan noda kehitaman setelah mereda.

Berbagai faktor dapat memengaruhi kemunculan jerawat di area ini, mulai dari produksi minyak berlebih hingga penggunaan produk perawatan kulit yang kurang sesuai. Meski ingin segera menghilangkannya, jerawat di pipi tidak bisa selalu sembuh dalam semalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perawatan yang tepat membutuhkan waktu dan konsistensi agar peradangan mereda tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Selain memilih produk skincare yang sesuai, kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kebersihan alat makeup, mengganti sarung bantal secara rutin, dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah juga dapat membantu mengendalikan jerawat.

ADVERTISEMENT

Jadi, bagaimana cara mengatasi jerawat di pipi agar tidak mudah muncul kembali? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat kulit berjerawat.

Cara Mengatasi Jerawat di Pipi

1. Bersihkan wajah dengan lembut

Langkah awal untuk mengatasi jerawat di pipi adalah membersihkan wajah menggunakan sabun pembersih sesuai dengan kondisi kulit. Pilih produk bebas pewangi, tidak mengandung minyak yang berpotensi menyumbat pori-pori, serta memiliki formula nonkomedogenik

Pembersih yang lembut dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik. Hindari menggosok wajah terlalu keras atau menggunakan produk pembersih yang membuat kulit terasa kesat berlebihan.

Kebiasaan tersebut justru berisiko mengganggu lapisan pelindung kulit dan memperparah iritasi. Cukup bersihkan wajah secara lembut menggunakan air hangat suam-suam kuku, lalu lanjutkan dengan produk perawatan yang dibutuhkan kulit.

2. Gunakan skincare dengan kandungan aktif untuk jerawat

Beberapa bahan aktif dalam skincare dapat membantu mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Niacinamide, asam salisilat, asam azelat, benzoil peroksida, serta retinoid seperti adapalene merupakan contoh kandungan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan kulit.

Asam salisilat membantu membersihkan pori-pori, sedangkan benzoil peroksida memiliki aktivitas melawan bakteri yang berperan dalam pembentukan jerawat. Meski begitu, kamu tidak perlu menggunakan semua bahan aktif tersebut sekaligus.

Mulailah dengan satu produk terlebih dahulu untuk mengetahui respon kulit, kemudian gunakan sesuai petunjuk pemakaian. Beberapa kandungan mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu untuk menunjukkan hasil. Jika muncul iritasi berat, ruam, pembengkakan, atau rasa perih yang menetap, hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan tenaga medis.

3. Tetap gunakan pelembap

Kulit yang mudah berjerawat tetap membutuhkan pelembap agar lapisan pelindungnya terjaga. Pilih pelembap bertekstur ringan dengan label nonkomedogenik yang tidak mudah menyumbat pori-pori.

Kandungan seperti asam hialuronat, ceramide, dan centella asiatica bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kelembapan serta memberikan rasa nyaman pada kulit. Jangan langsung menghindari pelembap hanya karena wajah terlihat berminyak.

Kulit yang terlalu kering akibat penggunaan produk antijerawat dapat mengalami iritasi dan terasa semakin tidak nyaman. Gunakan pelembap setelah membersihkan wajah dan mengaplikasikan produk perawatan yang sesuai. Pada pagi hari, lengkapi rutinitas dengan sunscreen untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

4. Hindari kebiasaan menyentuh dan memencet jerawat

Tanpa disadari, tangan sering menyentuh pipi ketika sedang bekerja, membaca, atau beristirahat. Padahal tangan dapat membawa minyak, kotoran, dan mikroorganisme yang kemudian berpindah ke permukaan kulit.

Untuk itu, usahakan mengurangi kebiasaan menopang pipi dengan tangan dan pastikan tangan bersih sebelum melakukan rutinitas skincare. Kamu juga sebaiknya tidak memencet jerawat, terutama yang sedang meradang. Tekanan berlebihan dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko timbulnya bekas jerawat maupun jaringan parut.

Jika jerawat terasa nyeri, membesar, atau sulit mereda, lebih baik mencari penanganan yang tepat daripada mencoba mengeluarkannya sendiri.

Cara Mengatasi Jerawat di Pipi

Young woman before and after acne treatment. Skin care concept

Foto: Getty Images/iStockphoto/Aleksandr Rybalko

5. Kelola stres dan cukup istirahat

Stres tidak selalu menjadi penyebab utama jerawat, tapi dapat berperan dalam memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang. Peningkatan stres berkaitan dengan proses peradangan dan perubahan hormon tertentu yang dapat memengaruhi produksi minyak.

Jerawat di pipi yang sudah ada mungkin lebih sulit dikendalikan atau muncul kembali ketika kamu sedang mengalami stres. Cobalah menjaga jadwal tidur yang teratur, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, dan menyediakan waktu untuk beristirahat.

Kamu juga bisa mencoba kegiatan yang membantu menenangkan pikiran, seperti berjalan santai, membaca buku, atau melakukan latihan pernapasan. Kebiasaan ini bukan pengganti perawatan jerawat, namun dapat mendukung kesehatan tubuh dan kulit secara keseluruhan.

6. Perhatikan pola makan dan kemungkinan pemicunya

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara jerawat dan pola makan tertentu, termasuk konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, makanan olahan serta produk susu pada sebagian orang. Namun respon setiap orang berbeda-beda sehingga makanan tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai penyebab jerawat pada semua orang.

Dermatolog konsultan Dr. Thivi Maruthappu menyarankan agar makanan dipandang sebagai kemungkinan pemicu, bukan penyebab pasti jerawat. Untuk itu, kamu bisa memperhatikan apakah ada makanan tertentu yang secara konsisten berkaitan dengan munculnya jerawat.

Tetaplah mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan hindari membatasi banyak jenis makanan tanpa alasan yang jelas atau saran dari tenaga kesehatan.

7. Hindari produk yang berisiko mengiritasi kulit

Tidak semua produk yang dipasarkan untuk kulit berjerawat cocok digunakan setiap hari. Produk dengan pewangi, minyak berat, atau bahan yang berpotensi menyumbat pori-pori dapat memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang.

Alkohol jenis etanol juga bisa menimbulkan efek kering dan iritasi, terutama jika digunakan dalam formula yang kurang sesuai dengan kondisi kulit. Perlu diketahui bahwa tidak semua bahan dengan nama alkohol memiliki efek yang sama.

Cetyl alcohol dan cetearyl alcohol, misalnya, merupakan jenis alkohol berlemak yang berfungsi membantu tekstur produk dan umumnya tidak memberikan efek mengeringkan seperti etanol. Oleh sebab itu, periksa keseluruhan formula produk, bukan hanya satu nama bahan. Hindari pula mencoba ramuan rumahan yang belum teruji karena berisiko memicu iritasi atau memperparah jerawat.

8. Konsultasikan ke dokter

Cara mengatasi jerawat di pipi tidak bisa ditangani sendiri dan perlu diperiksa ke dokter jika terasa nyeri, meradang berat, atau mulai meninggalkan bekas. Jerawat yang menetap terkadang membutuhkan kombinasi perawatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kulit.

Penanganan sejak dini juga dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya noda gelap dan jaringan parut. Pada kondisi tertentu, dokter dapat meresepkan obat oles atau obat minum, termasuk antibiotik oral jika memang diperlukan.

Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan karena perlu mempertimbangkan indikasi, durasi pemakaian, serta risiko resistansi. Jangan membeli atau mengonsumsi obat resep tanpa pemeriksaan dan arahan tenaga medis yang berwenang.

Apakah Jerawat di Pipi Bisa Hilang dalam Semalam?

Perbedaan Bisul dan Jerawat

Foto: Getty Images/stock_colors

Cara mengatasi jerawat di pipi umumnya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya hanya dalam satu malam. Perawatan yang tepat dapat membantu menenangkan kulit dan mengendalikan peradangan.

Dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk melihat perubahan yang lebih nyata. Kecepatan hasilnya bergantung pada jenis jerawat, tingkat keparahan, kondisi kulit, dan konsistensi perawatan.

Untuk hasil optimal, terapkan rutinitas skincare sederhana yang terdiri dari pembersih lembut, produk perawatan antijerawat yang sesuai, pelembap, dan tabir surya pada pagi hari. Hindari menumpuk terlalu banyak bahan aktif atau mengganti produk terlalu sering karena hal tersebut dapat memicu iritasi.

Jika jerawat di pipi tidak membaik atau semakin parah, jangan ragu meminta bantuan dokter kulit agar mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

(eny/eny)
...
Hide Ads