Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Argireline, Bahan Skincare yang Ramai Disebut 'Botox Dalam Botol'

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 18 Sep 2026 08:30 WIB
...
Ilustrasi Suntik Botox
Ilustrasi suntik Botox. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rat0007
Jakarta -

Suntik Botox secara medis diakui sebagai gold standard untuk mengatasi kerutan, khususnya kerutan di wajah bagian atas. Perawatan ini efektif menghaluskan kerutan maupun keriput karena bekerja langsung pada akar penyebab masalah.

Selain Botox, ada pula filler, yang banyak dipakai di klinik kecantikan sebagai perawatan untuk 'mengisi' kulit yang tampak kendur atau kehilangan volume. Di sisi lain, sejumlah perusahaan dan formulator produk-produk kecantikan, masih berusaha mencari formula skincare sebagai alternatif Botox.

Lalu, muncul bahan skincare yang digadang-gadang bisa memberi efek sama seperti Botox, tanpa jarum suntik maupun tindakan invasif. Bahan itu adalah argireline yang populer sebagai 'Botox di dalam botol'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah bahan ini efektif mengatasi kerutan seperti Botox, atau hanya gimmick pemasaran?

Apa Itu Argireline?

Argireline merujuk pada acetyl hexapeptide-8, sebuah peptide sintetis yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit. Bahan ini ramai disebut sebagai alternatif pengganti Botox karena dipercaya dapat menghambat sinyal saraf yang memerintahkan otot wajah untuk berkontraksi.

ADVERTISEMENT

Pemakaian secara rutin dan teratur diklaim efektif menyamarkan garis-garis ekspresi, mirip cara kerja injeksi botulinum toxin (Botox). Seperti dilansir Women's Health Mag, studi pada 2024 yang dimuat dalam jurnal Cosmetics, menemukan bahwa argireline mampu mengurangi tampilan kerutan hingga 52 persen hanya dalam waktu empat minggu.

Namun, para ahli mengingatkan agar tidak mengharapkan 'keajaiban' dari bahan tersebut. Bagaimanapun, skincare yang dioles dan yang disuntikkan langsung ke kulit, tetap memiliki perbedaan signifikan.

"'Botox dalam botol' adalah perumpamaan yang menarik, tetapi kekuatan argireline jauh di bawah neuromodulator suntik," ujar Whitney Hovenic, MD, seorang dokter spesialis kulit.

Dengan kata lain, anggaplah argireline sebagai skincare pendukung, bukan perawata utama untuk menghilangkan kerutan. Jika suntik Botox tidak menjadi opsi dalam rutinitas kecantikan, argireline akan menampakkan hasil maksimal jika dikombinasikan dengan bahan aktif lain, seperti retinol, hyaluronic acid atau niacinamide.

Cara Menggunakan Argireline agar Hasilnya Maksimal

Penggunaan argireline terbilang praktis dan tidak merepotkan. Aplikasikan produk berbahan argireline (biasanya berbentuk serum atau essence) setelah membersihkan wajah dan sebelum menggunakan pelembap.

Fokuskan pada area yang rentan memunculkan garis-garis halus akibat ekspresi wajah seperti dahi, area antara kedua alis dan sekitar mata. Jika digunakan pada pagi hari, pastikan selalu dilanjut dengan pemakaian sunscreen minimal SPF 30.

Keunggulan lain dari argireline, meskipun termasuk bahan aktif, tetap bisa diaplikasikan bersamaan dengan bahan aktif lainnya. Argireline bisa dikombinasikan bersama serum retinol, vitamin C, atau exfoliator.

Namun, jika kulit kamu cenderung sensitif, hindari penggunaan berbagai bahan aktif yang keras secara bersamaan.

"Iritasi lebih mungkin timbul akibat keseluruhan rutinitas perawatan kulit daripada oleh argireline itu sendiri," ujar Whitney.

Selain itu, argireline umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh kulit. Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan topikal Argireline setiap hari menyebabkan atrofi otot atau ketergantungan.

Tapi sekali lagi, perlu digarisbawahi bahwa efek argireline jauh lebih rendah dibandingkan suntik Botox. Maka dari itu jadikan argireline sebagai perawatan harian untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Bukan menghilangkan kerutan sepenuhnya.

(hst/hst)
...
Hide Ads