Cara Pakai Kondisioner Tanpa Bilas yang Tepat agar Rambut Tidak Lepek
Leave-in conditioner atau kondisioner tanpa bilas bisa jadi pilihan praktis untuk membuat rambut lebih lembut, mudah diatur, dan tidak gampang kusut. Pemakaiannya cenderung mudah, cukup dengan mengoleskan produk ke helaian rambut secara merata.
Menurut hairstylist Jennifer Korab, leave-in conditioner membantu melembapkan dan melembutkan rambut sehingga lebih mudah disisir dan ditata. Berbeda dari kondisioner biasa yang dibilas setelah digunakan, leave-in conditioner dibiarkan menempel di rambut setelah keramas. Teksturnya bisa berupa krim, losion, maupun cairan semprot.
Fungsinya pun beragam, tergantung formula. Selain membantu mengurai rambut kusut, leave-in conditioner dapat mengurangi rambut kusut, membuat rambut lebih mudah diatur, memberikan kilau, dan melindungi rambut saat menggunakan alat styling bersuhu panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produk ini juga bisa digunakan saat rambut terasa kering, mengembang, atau sulit diatur.
"Penggunaan leave-in conditioner secara rutin dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk rambut, termasuk membantu memperbaiki dan mengembalikan kondisi rambut yang kering atau rusak," ujar trichologist Kerry E. Yates, seperti dilansir Glamour.
Leave-in conditioner juga membuat rambut lebih mudah dibentuk. Karena itu, produk ini bisa menjadi langkah terakhir setelah menggunakan alat styling seperti catokan keriting atau blow-dry brush.
Namun tak sedikit yang masih belum tahu cara memakai kondisioner tanpa bilas dengan tepat. Jika salah penggunaan, rambut bisa terasa lepek dan berminyak.
Cara Memakai Leave-In Conditioner yang Disarankan Pakar Rambut
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih produk sesuai jenis rambut dan kebutuhan penataan. Tidak semua leave-in conditioner memiliki formula yang sama.
Hairstylist Michelle Cleveland memberikan tips sederhana; rambut tipis sebaiknya menggunakan leave-in conditioner berbentuk spray yang ringan, sementara rambut tebal, keriting, atau sangat keriting bisa memilih formula krim yang lebih pekat.
Leave-in conditioner umumnya digunakan setelah keramas pada rambut yang masih lembap. Kondisi ini membantu produk menyebar lebih merata.
"Beberapa leave-in conditioner bisa digunakan pada rambut kering untuk memperbaiki tampilan rambut atau mengendalikan frizz, tetapi tidak semuanya," jelas Michelle.
Untuk penggunaan pada rambut kering, formula spray biasanya lebih praktis karena tidak terlalu menambah berat rambut dan tidak perlu diratakan seperti produk berbentuk krim atau losion.
Seberapa Sering Leave-In Conditioner Boleh Dipakai?
Frekuensi penggunaannya bergantung pada jenis dan kondisi rambut.
Untuk rambut tipis, Michelle menyarankan penggunaan sekitar satu hingga tiga kali seminggu setelah keramas. Sementara rambut keriting dan sangat keriting bisa memakai setiap hari atau dua hari sekali jika memang membutuhkan kelembapan tambahan.
Leave-in conditioner juga bisa digunakan sebelum mengeringkan atau meluruskan rambut dengan alat bersuhu panas. Produk ini bisa membantu melindungi rambut dari paparan panas sekaligus menjaga kondisinya.
"Produk ini bisa digunakan sesering yang dibutuhkan," tambah Michelle.
Untuk rambut kering, keriting, atau rusak, penggunaan setiap hari bisa saja dilakukan, sementara rambut tipis atau cenderung berminyak cukup beberapa kali seminggu agar tidak terjadi penumpukan residu produk.
Kesalahan Memakai Leave-in Conditioner yang Bikin Rambut Lepek
Salah satu kesalahan yang paling sering adalah memakai leave-in conditioner terlalu banyak. Hairstylist Rogerio Cavalcante menyarankan untuk memakai sedikit produk terlebih dulu. Aplikasikan pada bagian rambut yang memang membutuhkan kelembapan, bukan melapisi seluruh rambut dengan produk.
"Mulailah dengan sedikit produk, terutama pada rambut tipis, dan fokus pada bagian yang membutuhkan kelembapan ekstra daripada mengoleskannya ke akar atau terus menambahkan produk," ujarnya.
Hindari mengaplikasikan leave-in conditioner terlalu dekat dengan kulit kepala. Bagian akar umumnya tidak membutuhkan produk sebanyak batang hingga ujung rambut. Terlalu banyak produk di area tersebut bisa membuat rambut terlihat lepek dan berminyak.
(hst/hst)









































