Wajah Tetap Kering Padahal Pakai Moisturizer? Ini Penyebabnya!
Sudah pakai produk skincare mahal setiap hari, tapi kulit wajah masih terasa kering, kusam, dan tak kunjung glowing? Pernahkah kamu berpikir bahwa masalahnya mungkin bukan pada kualitas produk pelembap yang kamu gunakan, melainkan pada cara mengaplikasikan moisturizer yang kurang tepat?
Faktanya, banyak orang menganggap pemakaian moisturizer hanyalah langkah sederhana yang bisa dilakukan asal-asalan. Padahal, cara mengaplikasikan pelembap juga berpengaruh terhadap kemampuannya dalam menjaga kelembapan kulit dan memaksimalkan manfaat produk skincare lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal yang kerap dianggap sepele adalah kondisi kulit sebelum menggunakan moisturizer. Banyak orang justru membiarkan wajah benar-benar kering setelah mencuci muka sebelum melanjutkan ke tahap skincare berikutnya.
Hal ini juga berkaitan dengan tren di TikTok yang menyarankan untuk mengeringkan wajah secara alami (air-drying) sebelum menggunakan produk perawatan kulit. Metode tersebut disebut dapat menghindarkan kulit dari handuk yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri sekaligus mengurangi gesekan pada kulit. Namun, air-drying ternyata bukan cara terbaik untuk menjaga dan memaksimalkan kelembapan kulit.
"Mitos umum adalah bahwa mengeringkan kulit dengan udara adalah cara terbaik untuk memastikan kulit bebas dari iritasi dan memungkinkannya untuk bernapas. Namun, hal ini dapat menyebabkan hilangnya kelembapan dan kekeringan," ucap Daniel Isaacs, ahli formulasi produk perawatan kulit dan direktur riset merek perawatan kulit Medik8.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan Rhysa Phommachanh, seorang spesialis perawatan kulit dari Landys Chemist. Ia mengungkapkan bahwa membiarkan air menguap dari permukaan wajah dapat memicu penguapan air transepidermal yang membuat kulit terasa tertarik dan kasar, serta memicu munculnya garis halus.
Pentingnya menjaga kelembapan kulit juga ditegaskan oleh dokter kulit bersertifikasi asal New York City, Dr. Dendy Engelman. Menurutnya, kelembapan merupakan salah satu fondasi penting dalam rangkaian perawatan kulit.
"Kulit yang sehat bergantung pada pemeliharaan hidrasi yang cukup dan lapisan pelindung yang kuat. Ketika kulit mengalami dehidrasi, kulit dapat tampak kusam, kasar, dan lebih rentan terhadap iritasi. Moisturizer yang diformulasikan dengan baik membantu mengurangi kehilangan air, mendukung fungsi lapisan pelindung, dan menjaga kulit tetap tampak halus, elastis, dan sehat," jelasnya.
Memilih Moisturizer dengan Kandungan yang Tepat
Langkah awal dalam mempraktikkan cara mengaplikasikan moisturizer yang benar adalah dengan memilih bahan aktif yang sesuai dengan kebutuhan hidrasi kulit. "Humektan seperti hyaluronic acid dan glycerin membantu menarik kelembapan ke dalam kulit, sementara bahan-bahan seperti ceramide mendukung lapisan pelindung kulit dan membantu mencegah kehilangan air," ucap Dr. Dendy.
Dr. Dendy menyarankan penggunaan formulasi khusus yang mampu mendukung saluran transportasi air alami dalam sel tubuh seperti aquaporin. Dukungan pada jalur hidrasi alami ini akan membuat tekstur wajah terasa jauh lebih kenyal, elastis, dan memancarkan kilau sehat sepanjang hari.
Waktu Terbaik Memakai Moisturizer
Foto: Getty Images/erdikocak
Frekuensi penggunaan pelembap yang direkomendasikan oleh Dr. Dendy adalah sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pagi dan malam.
Di pagi hari, penggunaan moisturizer wajib diakhiri dengan sunscreen untuk melindungi sel dari paparan radiasi sinar ultraviolet. Sementara pada malam hari, formula moisturizer berfungsi optimal sebagai pengunci nutrisi untuk mendukung proses regenerasi sel saat tidur.
"Terlepas dari persepsi umum, mereka yang memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat juga mendapat manfaat dari penggunaan moisturizer setiap hari, karena dehidrasi justru dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung kulit dan meningkatkan produksi minyak."
Tanda Kesalahan Aplikasi dan Solusi Efektifnya
Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages
Menurut Dr. Dendy, kesalahan umum lainnya adalah mengoleskan moisturizer pada kulit yang benar-benar kering. "Mengoleskannya saat kulit masih sedikit lembap dapat membantu meningkatkan hidrasi dan efektivitas secara keseluruhan," jelasnya.
"Mengoleskan moisturizer pada kulit yang lembap membantu mengunci kelembapan dengan lebih efektif. Ketika kulit sedikit basah, kulit dapat menyerap bahan-bahan moisturizer dengan lebih baik, sehingga meningkatkan efektivitas produk. Dengan ini, memungkinkan moisturizer untuk menciptakan lapisan pelindung yang mengunci kelembapan, menghasilkan kulit yang lebih kenyal dan bercahaya," tambah Daniel, ahli formulasi produk perawatan kulit dan direktur riset merek perawatan kulit Medik8.
Penyebab Moisturizer Tidak Meresap
Menurut Dr. Dendy, moisturizer yang tidak meresap sempurna biasanya disebabkan oleh formula yang terlalu kental, penumpukan produk lain, atau pemakaian yang berlebihan.
Namun, residu tipis yang tertinggal di permukaan sebenarnya tidak selalu menandakan kegagalan produk, selama wajah tetap terasa nyaman dan terhidrasi.
"Moisturizer yang baik seharusnya meninggalkan bahan-bahan yang membantu melindungi lapisan pelindung kulit dan mengurangi kehilangan kelembapan. Jika kulit terasa terhidrasi dan nyaman, lapisan residu tipis belum tentu merupakan tanda bahwa produk tersebut tidak bekerja," ucap Dr. Dendy.
"Penting juga untuk menggunakan moisturizer secara konsisten; penggunaan sesekali tidak akan memberikan manfaat yang sama untuk mendukung fungsi pelindung kulit seperti penggunaan setiap hari," jelasnya.













































