Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Brand Kecantikan Lokal Kolaborasi Wujudkan Industri Ramah Lingkungan

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Kamis, 01 Okt 2026 14:45 WIB
...
ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal.
ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Saat industri kecantikan lokal yang terdaftar di BPOM semakin masif, isu keberlanjutan tak lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Menyikapi hal tersebut, ParagonCorp mengandeng puluhan founder brand kecantikan lokal seperti BLP, HMNS, Guele, hingga Brighty dalam forum Beauty in Sustainability yang menjadi side event resmi Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Forum bertema The Beauty of Reimagining Growth ini menegaskan bahwa transformasi industri menuju praktik ramah lingkungan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama erat antara produsen, penyedia bahan baku, hingga pengelola daur ulang.

Melalui forum ini, ParagonCorp merangkul berbagai founder brand lokal serta lintas pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem kecantikan yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini berangkat dari kesadaran bahwa isu keberlanjutan tidak bisa diselesaikan oleh satu entitas saja, melainkan membutuhkan gerak kolaboratif mulai dari penyedia bahan baku, perancang kemasan, hingga mitra daur ulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produknya boleh berbeda-beda, tapi yang membuat harus bersama-sama. Keberlanjutan adalah perjalanan yang terus kami pelajari, dan akan jauh lebih bermakna jika ditempuh bersama sesama founder dan seluruh ekosistem industri," tegas Deputy CEO ParagonCorp, Dr. Sari Chairunnisa.

ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal.ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar bahan baku ramah lingkungan dan plastik daur ulang dapat diakses secara lebih luas dan terjangkau, terutama bagi para pelaku usaha kecil. Head of Executive Board Koalisi Ekonomi Membumi, Gita Syahrani, menekankan pentingnya ekosistem pendukung bagi pelaku UMKM di industri kecantikan.

ADVERTISEMENT

"Pelaku usaha ini kebanyakan UMKM, ultramikro, dan mikro. Agar menjadi bisnis yang sehat, penting bagaimana UMKM mendapatkan kepastian supply, serta memiliki tenaga inovasi untuk R&D produk agar bisa mengembangkan SKU tanpa harus sendirian. Akses pembiayaan dan hadirnya buyer yang berkomitmen jangka panjang sangat dibutuhkan. Gotong royong ini menjadi kunci untuk tumbuh bareng-bareng," jelas Gita.

Sejalan dengan hal tersebut, keberadaan demand atau permintaan pasar yang kuat terhadap produk berkelanjutan turut menjadi pendorong utama keberhasilan pelestarian sumber daya alam lokal. Executive Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Herlina Hartanto, menyebut Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat potensial untuk dimanfaatkan secara bijak.

"Adanya demand dari pasar untuk produk sustainability sangat selaras dengan upaya pelestarian alam. Yang ingin kita jaga adalah keberlangsungan sumber daya alam sekaligus memastikan para pelakunya tetap sejahtera. Indonesia kaya sekali dengan keanekaragaman hayati, dan tingginya demand produk ramah lingkungan akan menjadi contoh konkret yang membantu pelestarian tersebut," ungkap Herlina.

Tantangan Inovasi Bahan Baku dan Formulasi

ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal.ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Meski potensi bahan alam lokal sangat besar, proses translasi dari bahan mentah menjadi formulasi kosmetik yang aman dan konsisten menghadapi tantangan teknis tersendiri. Deputy Group Head of Research & Development ParagonCorp, Ridwan Sonjaya, memaparkan bagaimana proses R&D menyikapi penggunaan bahan natural.

"Pertama harus mengamati customer problem dan value apa yang ingin kita berikan. Kedua, untuk kandungan baru, kita mulai dari penelitian keamanan, data klinis, hingga kualitasnya sebelum masuk ke formulasi dan evaluasi bahan. Bahan natural itu banyak tantangannya, terutama dari sisi konsistensi kualitas yang kurang stabil dan harus terus diamati. Paragon bertugas menerjemahkan bahan-bahan ini agar siap dipakai ke dalam produk," kata Ridwan.

Ia juga menambahkan bahwa kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan saat ini menuntut klaim produk yang lebih transparan dan berbasis data. "Klaim ramah lingkungan saat ini sudah sangat kompleks. Kalau mau klaim harus terpercaya, ada dampak sosialnya, dan relevan dengan produk. Terlihat sekali ada pemahaman pasar yang bergeser," imbuhnya.

ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal.ParagonCorp menggelar forum Beauty in Sustainability pada IISF 2026 di Jakarta (30/9/2026) guna mendorong inovasi ramah lingkungan industri kecantikan lokal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Dari sudut pandang industri wewangian global, Senior Account Manager Fine Fragrance IFF, Prita Anggriana, menjelaskan tiga pilar utama dalam meracik kandungan produk kecantikan masa depan.

"Kami bekerja sama dengan perfumer berdasarkan target audience. Ada tiga hal yang harus dipikirkan dalam memilih kandungan: aspek kreativitas, performa aroma, dan terakhir adalah responsibility (tanggung jawab lingkungan)," terang Prita.

Prita menambahkan bahwa tren sustainability yang telah berkembang pesat di Eropa dan Amerika Serikat kini mulai diadopsi dengan baik di tanah air. "Paragon sudah memulainya melalui brand Earth Love Life yang menghadirkan masa depan tren ini. Pengenalan dan prinsip keberlangsungannya menjadi sangat penting bagi industri lokal," lanjutnya.

Penerapan prinsip berkelanjutan tidak hanya berhenti pada formulasi dan kemasan, tetapi juga mencakup bagaimana produk dirancang sejak awal serta bagaimana brand mengedukasi masyarakat. Corporate Affairs Director ParagonCorp, Astri Wahyuni, menegaskan komitmen ParagonCorp dalam menerapkan prinsip ini di sepanjang rantai nilai (value chain).

"Keberlanjutan tidak dimulai di tahap akhir, tetapi sejak sebuah produk direncanakan dan diformulasikan. Kami menyadari bahwa pertumbuhan bisnis selalu membawa dampak bagi manusia dan lingkungan. Karena itu, sustainability perlu dipraktikkan oleh setiap Paragonian di sepanjang value chain, mulai dari bagaimana produk dirancang hingga bagaimana kami terus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Astri.

Komitmen ini dibuktikan lewat berbagai langkah nyata ParagonCorp, mulai dari penggunaan 30% plastik daur ulang pada kemasan Tavi, reduksi plastik pada Emina, hingga pengumpulan lebih dari 83 ribu kemasan bekas melalui Paragon Empties Station. Di sisi sosial dan lingkungan, ParagonCorp juga memfasilitasi akses air bersih di NTT bersama Komodo Water serta memulihkan 131 hektare lahan terdegradasi bersama Indika Nature.

Dengan target jangka panjang untuk memberi dampak positif bagi 10 juta orang pada tahun 2050 dan menjadi net positive bagi bumi, forum Beauty in Sustainability IISF 2026 menegaskan bahwa masa depan industri kecantikan Indonesia tidak lagi hanya soal estetika, melainkan tentang bagaimana tumbuh bersama secara bertanggung jawab.

(gaf/eny)
...
Hide Ads