Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sudah Pakai Pelembap tapi Kulit Masih Saja Kering? Ini 7 Penyebabnya

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 24 Sep 2026 15:01 WIB
...
Ilustrasi kulit kering
Foto: Getty Images/klingsup
Jakarta -

Sudah rajin pakai lotion atau krim moisturizer tapi kulit masih terasa kering dan seperti tertarik?

Ternyata, masalahnya tidak selalu karena kurang pelembap. Ada berbagai faktor yang bisa membuat kulit tetap kehilangan kelembapan.

"Sering kali, kulit kering menandakan bahwa skin barrier mengalami kerusakan sehingga air lebih cepat menguap dari permukaan kulit," jelas Jessica Wu, MD, dokter spesialis kulit yang berbasis di Beverly Hills, seperti dikutip dari Glamour.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebabnya bisa dari faktor internal maupun eksternal. Mulai dari produk yang digunakan, kondisi tubuh, lingkungan hingga faktor genetik. Salah satu faktor yang berperan adalah genetik.

Kulit Kering dan Dehidrasi Itu Berbeda

Sebelum mencari tahu penyebab kulit terus kering, penting untuk memahami bahwa kulit kering dan kulit dehidrasi tidak sama.

ADVERTISEMENT

"Kulit kering berarti kulit kekurangan minyak, dan setiap orang memiliki kecenderungan genetik yang menentukan seberapa banyak minyak yang diproduksi secara alami," jelas Michelle Henry, MD, dokter spesialis kulit sekaligus CEO Skin & Aesthetic Surgery of Manhattan.

Jika sejak dulu kulitmu memang kering, kemungkinan tubuh kamu memang tidak banyak memproduksi minyak. Produk tertentu juga dapat memengaruhi produksi minyak atau mengganggu skin barrier.

Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami juga menjadi lebih kering. Sementara itu, kulit dehidrasi berarti kekurangan air. Kondisi ini lebih bersifat sementara dan bukan merupakan jenis kulit.

Apa pun penyebabnya, kulit kering dapat dialami siapa saja. Berikut beberapa alasan mengapa kulit masih terasa kering meski sudah menggunakan pelembap.

Ilustrasi krim pelembapIlustrasi krim pelembap. Foto: Getty Images/YakobchukOlena

1. Pelembap Terlalu Ringan

Bisa jadi, formula moisturizer yang digunakan memang belum cukup untuk melembapkan kulit.

"Kadang-kadang, formulanya memang terlalu ringan," kata Dr. Jessica.

Sebagai contoh, gel dengan kandungan hyaluronic acid memang dapat membantu menarik air ke kulit. Namun, kulit yang sangat kering juga membutuhkan lipid untuk membantu mengunci kelembapan tersebut.

Coba cari pelembap yang mengombinasikan beberapa jenis kandungan, seperti humektan yang menarik air ke kulit, misalnya hyaluronic acid dan glycerin; emolien seperti ceramide dan squalane; serta oklusif seperti petroleum jelly yang membantu mengurangi penguapan air dari kulit.

Untuk kulit yang benar-benar kering, pelembap bertekstur krim yang dikemas dalam jar biasanya lebih efektif dibandingkan lotion tipis dalam botol pump atau tube.

2. Pelembap yang Dipakai Kurang

Pemakaian moisturizer dua kali sehari umumnya sudah cukup. Namun, kebutuhan setiap kulit berbeda.

Jika kulit memang cenderung sangat kering, penggunaan pelembap lebih dari dua kali sehari mungkin diperlukan. Pastikan juga jumlah yang digunakan cukup untuk memberikan lapisan perlindungan pada kulit.

Jika baru 10 menit setelah memakai moisturizer kulit sudah kembali terasa kencang atau kering, bisa jadi formula yang digunakan atau jumlahnya masih belum cukup.

3. Memakai Pelembap di Waktu yang Kurang Tepat

Pagi hari sebelum sunscreen dan makeup serta malam sebelum tidur merupakan waktu yang umum untuk menggunakan moisturizer. Namun, menurut Dr. Jessica, yang lebih penting sebenarnya bukan jam berapa pelembap digunakan, melainkan seberapa cepat kamu mengaplikasikannya setelah membersihkan wajah atau mandi.

"Saya menyarankan aplikasi pelembap dalam beberapa menit setelah membersihkan wajah, ketika kulit masih sedikit lembap," jelasnya.

Mengaplikasikan moisturizer saat kulit masih sedikit lembap dapat membantu menjaga kelembapan yang ada di permukaan kulit.

Beautiful Muslim woman looking at mirror and putting face cream. Muslim woman with hijab looking at her face in the mirror. Smiling muslim lady applying moisturizing face cream, skin care, cosmetologyIlustrasi wanita memakai pelembap. Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991

4. Produk Skincare Lain Mengganggu Skin Barrier

Bisa jadi moisturizer bukan masalahnya. Produk lain dalam rutinitas skincare mungkin justru membuat kulit semakin kering.

Pembersih wajah yang terlalu keras atau penggunaan terlalu banyak serum dan bahan aktif berpotensi mengganggu skin barrier.

"Jika kamu memakai facial wash berbusa, acid, peeling pad, dan retinoid setiap malam, semua produk tersebut bisa mengganggu skin barrier dan membuat moisturizer tidak bekerja secara optimal," kata Dr Jessica.

Jadi, jika kulit terasa semakin kering, coba evaluasi kembali seluruh rangkaian skincare, bukan hanya moisturizer yang digunakan.

5. Perubahan Hormon

Kondisi tubuh juga dapat terlihat dari perubahan pada kulit. Salah satunya perubahan hormon yang terjadi saat memasuki fase perimenopause atau menjelang menopause.

"Salah satu penyebab dari dalam tubuh yang sering tidak disadari pasien adalah menurunnya estrogen yang terjadi saat perimenopause. Kondisi ini dapat membuat kulit menjadi lebih kering, tipis, dan tiba-tiba lebih sensitif," ujar Dr. Jessica.

6. Lingkungan Terlalu Kering

Berada di ruangan dengan udara yang kering, termasuk ruangan dengan AC yang menyala terus-menerus, bisa membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.

Dr. Michelle menyarankan untuk membawa moisturizer berukuran kecil atau hydrating mist jika lingkungan kerja cenderung kering. Aplikasikan setiap kali kulit terasa kering.

7. Gaya Hidup Tidak Sehat

"Nikotin bisa memperburuk kulit kering, sehingga mengurangi kebiasaan merokok dapat membantu," kata Dr. Jessica.

Hal serupa berlaku untuk alkohol. Alkohol bersifat diuretik, sehingga dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak air.

Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dengan minum air dan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti buah, sayuran, dan sup. Satu hal lain yang tak kalah penting adalah tidur cukup.

"Kurang tidur juga dapat mengganggu skin barrier," jelas Dr Jessica.

(hst/hst)
...
Hide Ads