Rahasia Awet Muda Yuni Shara di Usia 54, Bukan Facelift
Bagi Yuni Shara, menjaga penampilan merupakan bagian dari pekerjaannya di dunia hiburan. Meski begitu, bukan berarti harus melawan proses penuaan secara berlebihan.
Di usia 54, Yuni mengaku masih memilih perawatan estetika yang dirasa nyaman dan sesuai dengan kebutuhannya. Pelantun Desember Kelabu itu mengaku belum tertarik mengambil langkah besar seperti operasi facelift untuk mempertahankan kekencangan wajah.
"Sampai sekarang saya juga belum terpikir untuk melakukan facelift. Jadi saya memilih treatment yang bisa saya lakukan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah tersebut," ujar Yuni dalam acara Oligio XPERT Meeting dan WAVE Jakarta 2026 di Hotel Langham, Jakarta, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perawatan yang kini dipilih Yuni adalah dengan teknologi Oligio X. Ia tertarik karena prosedur tersebut tidak menggunakan jarum dan tidak membutuhkan downtime, sehingga dinilai lebih praktis untuk seseorang dengan aktivitas padat.
"Kesehatan adalah pilihan, penampilan juga pilihan. Saya memilih untuk melakukan treatment terlebih dahulu," kata Yuni.
Menurutnya, kenyamanan menjadi pertimbangan penting. Ia tidak ingin menjalani prosedur yang membuatnya takut atau membutuhkan waktu pemulihan lama.
"Saya pilih perawatan yang tidak menggunakan jarum dan tidak membutuhkan downtime. Jadi setelah treatment tidak ada bekas kemerahan yang mengganggu," ujarnya.
Treatment tersebut menggunakan teknologi Monopolar RF 6,78 MHz yang menghantarkan energi panas secara terkontrol ke jaringan kulit untuk merangsang collagen remodeling dan pembentukan kolagen baru. OligioX ditujukan untuk sejumlah masalah kulit, terutama skin lifting dan tightening, skin rejuvenation, garis halus, kerutan, pori-pori, serta kulit yang tampak kusam.
"Saya benar-benar merasakan wajah seperti langsung terangkat. Besok paginya ketika melihat kaca, saya bisa melihat hasilnya," ungkap adik Krisdayanti itu.
Selain perawatan di klinik, Yuni juga menjaga kebugaran dengan menjalani Pilates dan grounding. Ia turut mempertahankan kebiasaan tradisional dengan mengonsumsi jamu.
Di balik rutinitas perawatan tersebut, Yuni justru punya pandangan yang cukup realistis soal bertambahnya usia. Ia tidak ingin terus-menerus berusaha membuat wajah terlihat seperti saat masih muda. Baginya, uban, kerutan, dan perubahan fisik merupakan bagian dari proses alami yang tidak perlu ditakuti.
"Yang penting apa? Enggak memaksakan untuk terus dimuda-mudain. Memang usianya segini. Jadi tampil yang pas-pasnya saja," ujar Yuni.
(kik/kik)










































