Ini Takaran Retinol yang Tepat Agar Kulit Tidak Iritasi
Retinol menjadi salah satu kandungan skincare andalan untuk memperlambat tanda-tanda penuaan. Bahkan para dokter menyebut bahan ini sebagai gold standard dalam perawatan anti-aging.
Namun pemakaiannya harus ekstra hati-hati. Bukan berarti semakin banyak retinol digunakan, hasilnya akan semakin cepat terlihat. Pemakaian berlebihan bisa menyebabkan kulit kemerahan, mengelupas, hingga iritasi.
Lantas, berapa banyak retinol yang dibutuhkan dalam perawatan kulit?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sebagian besar produk retinol yang dijual bebas, dermatologist Dendy Engelman, MD, mengatakan bahwa retinol sebanyak satu kacang polong sudah cukup untuk seluruh wajah.
Cara memakainya pun cukup dengan mengoleskan sedikit produk di beberapa area wajah, kemudian ratakan hingga membentuk lapisan tipis dan merata.
Mulailah dari hidung dan dahi yang dianggap sebagai area paling aman, lalu ratakan ke pipi, dagu dan seluruh wajah.
Jika menggunakan retinol dengan tekstur seperti losion, cukup gunakan produk secukupnya hingga kulit terlapisi tipis dan merata.
Pakai Retinol Lebih Banyak Tidak Membuat Hasilnya Lebih Cepat
Manfaat retinol diperoleh dari penggunaan yang konsisten dalam jangka waktu tertentu, bukan dengan mengaplikasikan produk sebanyak mungkin. Terlalu banyak retinol dalam sekali pemakaian dapat membuat kulit kewalahan dan mengganggu fungsi skin barrier.
"Penggunaan retinol secara berlebihan dapat mengganggu skin barrier sehingga menyebabkan kemerahan, rasa terbakar, kulit mengelupas, meningkatnya sensitivitas, dan terkadang munculnya jerawat yang keliru dianggap sebagai purging," jelas Dendy, seperti dikutip dari Real Simple.
Sementara itu, pemakaian yang terlalu sering dapat memicu peradangan cukup parah, termasuk kemerahan, ruam, pori-pori yang tampak lebih besar, hingga kulit tetap sensitif dalam waktu lama.
Dengan kata lain, niat menggunakan retinol untuk mendapatkan kulit yang tampak lebih muda justru bisa berbalik membuat kulit terlihat lebih iritasi dan kusam.
Selain takaran, frekuensi pemakaian juga tidak kalah penting, terutama bagi pemula. Dendy menyarankanmemulainya dua kali seminggu selama dua minggu pertama unyuk pemula. Jika kulit tidak menunjukkan tanda kemerahan, rasa terbakar, atau pengelupasan yang signifikan, frekuensinya bisa ditingkatkan menjadi setiap dua malam sekali.
Setelah kulit mulai terbiasa, pemakaian bisa lebih sering, bahkan bisa setiap malam.
"Meningkatkan frekuensi pemakaian secara bertahap memberikan waktu bagi kulit untuk beradaptasi dan membantu meminimalkan iritasi," kata Dendy.
"Hal yang paling penting adalah memperhatikan kondisi kulit kamu," tambahnya.
Jika kulit mulai terasa kencang, perih, jauh lebih sensitif dari biasanya, atau terus-menerus mengelupas, itu merupakan tanda untuk mengurangi frekuensi pemakaian atau harus berhenti sementara waktu.
(hst/hst)









































