Tren 'Transition Blush' Viral di TikTok, Picu Drama 2 Makeup Artist
Tren transition blush tengah ramai dibahas di TikTok. Bukan cuma karena hasil riasannya yang memberi efek pipi merona yang bertransisi dan lifted, tapi juga karena muncul kontroversi soal siapa yang sebenarnya mempopulerkan teknik tersebut.
Perdebatan ini menyeret nama makeup artist sekaligus founder brand kecantikan Patrick Ta Beauty, Patrick Ta, dan makeup artist Ngozi Esther Edeme atau yang dikenal lewat akun Painted by Esther.
Kontroversi bermula saat Patrick Ta mengunggah video peluncuran produk barunya, Transition Blurring Blush Duo. Dalam video tersebut, ia mengatakan menciptakan transition blush untuk menghasilkan tampilan blush yang flawless, seamless, dan blur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu langsung memicu reaksi dari pengguna TikTok. Banyak yang menilai teknik tersebut sudah lebih dulu identik dengan karya Ngozi Esther Edeme, terutama lewat makeup look para selebriti seperti Olandria Carthen dari Love Island USA, Raye, Doechii, hingga Tyla.
Mengenal Transition Blush
Viral transition blush yang memicu drama makeup artist Patrick Ta dan Ngozi Esther Edeme Foto: dok. Instagram |
Transition blush adalah teknik makeup yang memadukan concealer dan blush dengan beberapa layer warna untuk menciptakan efek gradasi halus di area bawah mata hingga pipi. Hasil akhirnya memberi tampilan pipi yang lebih lifted, lembut, sekaligus flushed.
Teknik ini belakangan viral di TikTok karena menghasilkan makeup yang terlihat dramatis tapi tetap menyatu dengan kulit. Meski banyak orang mengaitkan tren tersebut dengan Painted by Esther, Edeme sendiri tidak pernah mengklaim dirinya sebagai pencipta teknik itu.
Ia justru beberapa kali menyebut terinspirasi dari makeup artist legendaris seperti Kevyn Aucoin, Danessa Myricks, dan Pat McGrath.
Patric Ta Dikritik Soal Klaim Pencipta Transition Blush
Foto: dok. Instagram
"Pernah dengar sunset blush? Aku menciptakan transition blush yang sempurna untuk memberi efek sunkiss seperti golden hour," katanya dalam video tersebut.
Kalimat itu memicu kritik dari netizen. Banyak yang merasa Patrick Ta terlalu percaya diri menggunakan kata 'penicpta' seolah mengklaim teknik yang sudah lebih dulu populer lewat karya Esther.
"Painted by Esther yang menciptakannya," tulis salah satu komentar.
"Jadi ini sebenarnya teknik Painted by Esther," sindir netizen lain.
Respon Ngozi Esther Edeme
Viral transition blush yang memicu drama makeup artist Patrick Ta dan Ngozi Esther Edeme Foto: dok. Instagram |
Ngozi Esther Edeme akhirnya buka suara lewat video TikTok pada 24 Mei lalu. Dalam videonya, Esther menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengklaim kepemilikan atas teknik makeup tertentu.
"Aku selalu berusaha menyebut Kevyn Aucoin, Danessa, dan Pat McGrath, bagaimana mereka bergerak dengan elegan dan penuh intensi. Aku adalah seorang seniman. Doronganku adalah menciptakan dan membagikannya. Tujuan akhirnya adalah mengajar dan menyebarkan pengetahuan yang aku punya," jelasnya.
Namun, Esther juga menyinggung pengalaman sebagai perempuan kulit hitam di industri kecantikan.
"Sudah sulit menjadi perempuan kulit hitam di industri ini. Kamu harus berjuang dua kali lebih keras hanya untuk mendapatkan setengah dari yang pantas kamu dapatkan," katanya.
Patrick Ta Bantah Meniru
Foto: dok. Instagram
"Aku tidak memiliki look ini," tulisnya.
Patrick Ta juga secara langsung menyebut dan menandai akun Esther dalam unggahannya. Dia memuji ketrampilan Esther dalam teknik makeup.
"Dia luar biasa dan sangat berbakat. Dia mempopulerkan look ini lewat karya-karyanya dan lewat Olandria," tulisnya.
Ia juga membantah menjiplak karya Esther. Dengan tegas, Patrick Ta mengatakan dirinya sudah membuat gaya blush serupa sejak 2021, meski dengan versinya sendiri.
"Aku tidak meniru Esther. Aku hanya punya rasa hormat dan cinta untuk Esther," tambahnya.
Dalam pernyataan lain, Patrick Ta mengungkap dirinya sempat menghubungi Esther sebelum peluncuran produk untuk membahas kemungkinan kolaborasi berbayar. Namun, kerja sama tersebut tidak terjadi meski komunikasi disebut tetap berjalan baik.













































