×
Ad

Sabun Cair Vs. Sabun Batang, Mana yang Bikin Kulit Lebih Sehat dan Lembap?

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Sabtu, 09 Mei 2026 13:00 WIB
Foto: Getty Images/skynesher
Jakarta -

Produk perawatan tubuh paling penting tentunya adalah sabun pembersih. Jenis sabun yang paling sering kita jumpai adalah sabun dalam bentuk batangan dan sabun cair. Keduanya sama-sama membersihkan dengan baik tapi juga punya perbedaan yang cukup signifikan.


Sabun Batangan vs. Sabun Cair: Apa Perbedaannya?


Formulasi dan proses pembuatan sabun batang dan sabun cair amat berbeda. "Sabun batang dibuat melalui proses kaustik atau penambahan minyak dan lilin serta alkali," jelas Gabrielle Nekrasas, ahli kimia kosmetik dari Amerika Serikat yang juga founder dan CEO dari Nanuvo Lab.



Nekrasas menambahkan juga kalau campuran tersebut didiamkan 6 sampai 8 minggu agar bahan-bahan kimia di dalamnya menguap. Sementara sabun cair tidak melewati proses yang sama dengan sabun batang, ini juga lah yang menyebabkan sabun cair cenderung lebih lembut dan tidak membikin kulit jadi kering.

Dr. Hayley Goldbach, seorang dokter spesialis kulit dan ahli bedah kulit bersertifikasi dari Rhode Island, mengatakan kandungan air dalam sabun cair membuat sabun cair tidak terlalu pekat. Minyak, ekstrak bahan alami, pelembap, pembersih serta eksfoliator bisa dengan mudah ditambahkan ke dalam sabun cair sehingga ideal untuk mengatasi masalah kulit tertentu.
Kelebihan dan Kekurangan Sabun Batang.

Formula sabun batang yang tanpa air justru menjadi daya tarik utama tersendiri. Dilansir dari Byrdie, ini terjadi karena tanpa kandungan air, kemungkinan bakteri berkembang biak lebih kecil (jika disimpan dengan benar) dan bahan pengawet jadi tidak perlu ditambahkan dalam formulanya.

Kelebihan yang lain ialah sabun batang lebih ramah lingkungan dan mudah disimpan. Terbukti dari kemasan sabun batang yang dijual di pasaran hanya kertas selongsong atau kotak kardus kecil, bukan kemasan plastik tebal seperti pada sabun cair.

Minus dari sabun batang yang sering mengkhawatirkan ialah pH-nya yang cukup tinggi, antara 9 dan 10. Kandungan pH ini tidak bisa diturunkan lagi sebab menurut Nekrasas, ini akan melewati tahapan yang sangat panjang untuk merumuskannya.

Bagi sebagian orang, sabun batang yang pH-nya tinggi ini akan membuat kulit jadi kering, apalagi jika kulitnya sensitif. Meski begitu, dengan berkembangnya industri, sabun batang kini banyak yang hadir dengan kombinasi minyak serta pelembap untuk mengatasi masalah kekeringan ini.

Di sisi lain, beberapa produk sabun batang juga diketahui meninggalkan residu di kulit setelah pemakaian. "Banyak orang yang tidak senang dengan sabun batang sebab dikenal meninggalkan lapisan lengket di kulit bahkan di kamar mandi," jelas Goldbach.



Simak Video "Video: Tren Skincare 2026"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork