Tren Kecantikan 2026 Berubah Total, Ini yang Kini Dianggap Lebih Menarik
Standar kecantikan terus bergerak. Jika dulu fokusnya pada fitur wajah yang terlihat "sempurna" secara visual, kini arahnya bergeser ke sesuatu yang lebih esensial yakni struktur wajah, proporsi, dan kesehatan kulit jangka panjang.
Perubahan ini dibahas dalam forum kecantikan yang digelar oleh Miracle Aesthetic Clinic bertajuk 'Facial Harmony 2.0: Redefining Beauty through Structure, Proportion, and Science.' Setelah 30 tahun hadir di Indonesia dan menangani jutaan kasus, Miracle melihat adanya pergeseran cara pandang terhadap perawatan wajah.
Kini, pendekatan tak lagi berhenti di permukaan. Perawatan justru semakin fokus memahami anatomi wajah secara menyeluruh-mulai dari kulit hingga lapisan terdalam yang menopang bentuk wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, konsep golden ratio sering dijadikan acuan untuk menentukan wajah ideal. Namun, pendekatan tersebut kini dianggap terlalu kaku.
Lewat konsep Facial Harmony 2.0, standar ini berkembang menjadi lebih fleksibel dan personal. Bukan lagi soal angka semata, melainkan bagaimana seluruh elemen wajah bekerja secara harmonis. Mulai dari kualitas kulit, jaringan di bawahnya, hingga cara semua lapisan itu saling menopang.
"Cantik itu 3D. Tidak cuma tampak dari depan, tapi juga dari sisi lain, misalnya jawline yang perlu terlihat defined," ujar dr. Deswita dalam forum tersebut.
Pendekatan ini membuat hasil perawatan terlihat lebih natural. Wajah tidak dibentuk ulang secara berlebihan, melainkan diseimbangkan agar tetap terlihat seperti diri sendiri.
Kenapa Struktur Wajah Jadi Kunci?
Menurut dr. Dewita Kamaruddin, B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM, membentuk wajah ideal tidak bisa hanya fokus pada permukaan kulit.
"Membentuk wajah ideal membutuhkan pemahaman anatomi serta pendekatan berbasis sains. Tidak hanya berfokus pada kulit, tetapi juga memperbaiki struktur di bawahnya untuk hasil yang lebih komprehensif," jelasnya.
dr. Dewita Kamaruddin, B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM & Rheno S. Setiaputra selaku Regional Sales Manager Miracle Ultimate Jakarta Foto: Kiki Oktaviani/detik |
"Bagian bawah wajah juga perlu diperhatikan agar terlihat lebih kuat. Di Miracle, kami terus mengembangkan metode berbasis sains untuk menyempurnakan teknologi perawatan," tambahnya.
Lapisan di bawah kulit inilah yang sebenarnya menentukan kontur wajah, apakah terlihat tegas, mulai turun, atau kehilangan volume. Ketika struktur ini diperbaiki, dampaknya tidak hanya pada bentuk, tapi juga pada ketahanan kulit terhadap penuaan.
Treatment untuk Fondasi Wajah
Pendekatan ini sekaligus menjawab kekhawatiran banyak orang soal hasil perawatan yang terlihat berlebihan. Fokusnya bukan mengubah wajah, melainkan mengembalikan keseimbangan alaminya.
Dengan memperkuat fondasi hingga ke dalam, hasilnya cenderung lebih halus, proporsional, dan bertahan lebih lama. Wajah tetap terasa "diri sendiri", hanya tampil lebih segar dan seimbang.
Untuk membangun fondasi ini, ada berbagai jenis treatment yang digunakan, mulai dari laser, radio frequency (RF), hingga collagen stimulator. Selain itu, teknologi ultrasound juga dimanfaatkan untuk menargetkan lapisan Superficial Musculoaponeurotic System (SMAS), yaitu lapisan otot di bawah kulit yang juga menjadi target dalam prosedur facelift.
"Di balik kulit wajah, ada lapisan otot yang disebut SMAS yang berperan menopang struktur wajah. Saat lapisan ini melemah, volumenya berkurang dan kulit bisa tampak turun atau kendur. Perawatan seperti Ultherapy membantu menstimulasi jaringan tersebut agar kembali lebih kuat dan terangkat," jelas dr. Deswita.
(kik/kik)












































