Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kisah Haru Tentara yang Panjangkan Rambut Demi Istri yang Sakit Kanker

Kiki Oktaviani - wolipop
Minggu, 19 Apr 2026 21:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Kisah Haru Tentara yang Panjangkan Rambut Demi Istri yang Sakit Kanker
Foto: dok. YouTube
Jakarta -

David Blankenbaker, seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat, tak tinggal diam saat istrinya didiagnosa kanker serviks. Ia memutuskan melakukan sesuatu yang sederhana namun penuh makna dengan memanjangkan rambut, lalu memotongnya untuk dijadikan wig khusus untuk Erin, sang istri.

"Dia selalu bilang suka warna rambut saya dan memang menyukainya sejak dulu. Saya merasa ini bisa membuat kami lebih dekat. Kalau yang dibutuhkan adalah hati atau ginjal saya, saya juga akan melakukan hal yang sama,"" ujar David.

Bagi David, ini bukan pertama kalinya rambut panjangnya menjadi simbol cinta. Ia mulai memanjangkan rambut sejak 2010, saat ibunya, Pamela Blankenbaker, didiagnosis multiple sclerosis. Penyakit tersebut membuat sang ibu kehilangan rambut, yang berdampak besar secara emosional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak pernah punya rambut panjang seumur hidup karena saya di militer. Yang paling sulit adalah belajar merawatnya. Saya harus belajar mencuci, pakai conditioner, dan yang paling parah, tergulung saat tidur sampai terasa seperti tercekik," kenangnya.

Melihat ibunya kehilangan rambut menjadi momen yang sangat membekas.

ADVERTISEMENT

"Rambutnya rontok semua. Mulai tumbuh lagi, tapi tidak merata. Itu sangat menyakitkan bagi saya, melihat reaksinya. Itulah kenapa saya mulai memanjangkannya, awalnya untuk diberikan kepada beliau," katanya.

David, yang pernah bertugas di Garda Nasional dan menjadi tenaga medis tempur di Irak sebelum pensiun karena alasan medis, sempat berharap bisa mewujudkan niat tersebut.

Namun takdir berkata lain. Pamela meninggal dunia pada 2025, saat rambut David sudah terlanjur panjang dan belum sempat diberikan.
Kini, rambut itu menemukan tujuan barunya, untuk Erin.

"Saya ingin melihat lagi senyum itu, rasa percaya diri saat dia punya rambut indahnya kembali," kata David.

Rambut David akhirnya dipotong di sebuah salon dan akan diolah menjadi wig oleh pembuat rambut palsu profesional. Sementara itu, Erin dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan tumor dalam waktu dekat, yang kemudian akan dilanjutkan dengan histerektomi.

Di tengah situasi sulit ini, Erin mengaku sangat tersentuh dengan pengorbanan suaminya.

"Setiap hal kecil itu berarti, dan dia bukan hanya sedikit. Melihat hasil akhirnya nanti akan sangat spesial. Ini punya makna besar karena ini dari dia," katanya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads