Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

ParagonCrop Hadirkan Mesin Daur Ulang Kemasan Kosmetik di Halte Transjakarta

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Selasa, 07 Apr 2026 16:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026).
ParagonCorp baru saja meluncurkan mesin daur ulang kosmetik bisa menjadi poin belanja. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

ParagonCorp resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam pengelolaan sampah kosmetik melalui peluncuran Paragon Empties Station (PES) di Halte Transjakarta Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Paragon Empties Station merupakan smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan ParagonCorp bersama PlasticPay, yang dapat menerima berbagai jenis kemasan kosong (empties) produk kecantikan dari brand mana pun yang bermaterial plastik, kertas, kaca, hingga material campuran dari berbagai brand kosmetik dan personal care (perawatan diri).

Lebih dari sekadar titik pengumpulan, PES dirancang sebagai titik kontak edukasi yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola kemasan bekas pakai. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan ParagonCorp secara menyeluruh dalam pengelolaan kemasan, mulai dari hulu melalui desain dan pemilihan material yang lebih ramah lingkungan, hingga hilir melalui pengembangan sistem take-back dan daur ulang pasca konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026).ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Kolaborasi strategis bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan PT Transjakarta ini menghadirkan mesin reverse vending berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memudahkan masyarakat mendaur ulang kemasan kosmetik bekas pakai.

Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam membangun ekosistem yang lebih hijau. Menurutnya, PES didesain untuk mendekatkan kebiasaan baik ke dalam rutinitas harian masyarakat, terutama para pengguna transportasi publik.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil pembicaraan sebelumnya kita bisa menyelenggarakan Paragon Empties Station (PES) sekaligus kolaborasi dengan DLH untuk terus membangun kebiasaan masyarakat untuk peduli kebersihan dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab," ujar Suci Hendrina.

ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026).ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop

Ia menambahkan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan ParagonCorp dalam menjawab kebutuhan konsumen.

"Ini langkah awal Paragon merupakan terus berinovasi memberikan yang terbaik untuk menjawab kebutuhan konsumen dan menemani keseharian masyarakat. Kita menyadari membangun kebiasaan itu bisa dekat dengan sehari-hari," tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik inovasi ini. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menekankan pentingnya sinergi antara produsen dan pemerintah dalam menangani masalah limbah rumah tangga, khususnya kemasan kosmetik yang sering kali sulit terurai.

"Perlu adanya kolaborasi dengan membangun sistem pengelolaan sampah yang berlanjutan. Kami mengapresiasi Paragon untuk mengurangi sampah dan mencerminkan ekonomi sirkular tidak berakhir sebagai limbah yang merusak lingkungan," kata Dudi.

ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026).ParagonCorp rilis Paragon Empties Station (PES) di Halte CSW, mesin AI daur ulang kemasan kosmetik bareng DLH DKI & Transjakarta demi dorong ekonomi sirkular masyarakat, Selasa (7/4/2026). Foto: Dok. ParagonCorp.

Yungki Syailendra, Head of Commercial Division Transjakarta, juga menyebutkan bahwa kehadiran PES memberikan nilai tambah bagi pengalaman pelanggan di halte. Halte CSW dipilih karena posisinya yang strategis sebagai salah satu titik tersibuk yang melayani lebih dari 15.000 penumpang setiap harinya.

"Dengan mobilitas jutaan pelanggan setiap harinya, Transjakarta memiliki peran strategis dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku. Kehadiran Paragon Empties Station (PES) di halte menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam keseharian masyarakat," ujar Yungki.

Mesin PES menerima kemasan kosmetik dari merek apa pun, selama kondisi kemasan bersih dan logo terlihat jelas. Masyarakat cukup meletakkan kemasan di area pemindaian untuk diproses oleh sistem AI. Sebagai apresiasi, pengguna yang menyetorkan sampah melalui opsi Drop Earn Points akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan melalui aplikasi member Paragon.

Mengenai alur pengelolaannya, Suci Hendrina menjelaskan bahwa sampah yang terkumpul tidak akan berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir.

"Mesin daur ulang ini untuk kosmetik lainnya digunakan. Kita kembangkan dari mesin AI. Hasilnya juga akan dilanjutkan untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat," jelas Suci.

Secara teknis, beauty empties yang terkumpul akan melalui empat tahap utama: Pengumpulan, Pemilahan berdasarkan jenis plastik, Pencacahan, hingga Pemrosesan kembali menjadi barang bermanfaat seperti kemasan baru, bahan bakar alternatif, hingga produk daur ulang lainnya.

Melalui kehadiran PES di ruang publik, diharapkan industri lain juga tergerak untuk melakukan langkah serupa. PES di Halte CSW merupakan bagian dari total 10 titik awal dalam fase pilot ParagonCorp yang telah tersebar di berbagai lokasi strategis, mulai dari area retail seperti Wardah Store Bintaro Plaza (Jabodetabek) dan Makeupuccino (Bandung), ruang publik seperti Masjid Istiqlal, Paragon Empties Station (PES), dan Masjid Salman ITB Bandung, hingga area perkantoran ParagonCorp.

Masyarakat dapat dengan mudah mengembalikan kemasan kosong melalui mesin PES, yang selanjutnya akan dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenis material, dan diproses secara bertanggung jawab, termasuk untuk dimanfaatkan kembali sesuai dengan karakteristik materialnya. Sebagai bagian dari transparansi dan edukasi berkelanjutan, hasil pengolahan kemasan yang telah didaur ulang juga telah diwujudkan dalam berbagai produk bernilai guna.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads