Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

4 Bahan Skincare yang Benar-benar Efektif di Kulit Berdasarkan Penelitian

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 30 Jan 2026 17:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi skincare
Foto: Getty Images/heckmannoleg
Jakarta -

Banyak brand kecantikan menawarkan produk skincare dengan berbagai kandungan bahan aktif dan teknologi mutakhir. Sebut saja hyaluronic acid, niacinamide, exosome, hingga yang ramai diperbincangkan, PDRN atay salmon DNA.

Namun dari puluhan bahkan ratusan bahan yang ada, berdasarkan penelitian, hanya empat bahan skincare yang benar-benar memberikan hasil nyata. Kamu perlu tahu agar bisa menghemat budget untuk membeli produk yang paling diperlukan untuk kulit.

1. Sunscreen

Tak ada perdebatan lagi, sunscreen memang bekerja efektif dalam perlindungan kulit. Bahkan di Amerika Serikat, sunscreen diatur sebagai obat bebas oleh Food and Drug Administration (FDA), yang berarti setiap kandungan di dalamnya telah melalui evaluasi ilmiah ketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya, bahan-bahan seperti zinc oxide dan titanium dioxide berbasis mineral, serta 14 filter kimia lainnya, telah diteliti secara mendalam dan terbukti melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UVA dan UVB)," ujar dr. Ivy Lee, dokter spesialis kulit di Los Angeles sekaligus ketua Augmented Intelligence di American Academy of Dermatology (AAD), seperti dikutip dari Women's Health Mag.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa penggunaan sunscreen secara rutin dapat menurunkan risiko kanker kulit. Dua studi besar bahkan menemukan bahwa pemakaian sunscreen SPF 15 setiap hari mampu menurunkan risiko karsinoma sel skuamosa hingga 40 persen dan melanoma hingga 50 persen.

ADVERTISEMENT

Studi jangka panjang ini dipimpin oleh epidemiolog kanker ternama, Adele Green, dan dilakukan sejak tahun 1990-an di Australia-wilayah dengan paparan sinar UV tinggi.

Selain manfaat medis, sunscreen juga berperan penting secara estetika. Penelitian pada 2013 menunjukkan bahwa penggunaan SPF secara rutin dapat memperlambat tanda-tanda penuaan yang terlihat. Saat ini, AAD merekomendasikan penggunaan SPF minimal 30 dengan perlindungan spektrum luas untuk pemakaian sehari-hari.

2. Retinoid

Retinoid, turunan vitamin A, telah lama dianggap sebagai standar emas dalam perawatan jerawat dan penuaan kulit.

"Retinoid bekerja dengan menempel pada reseptor asam retinoat di kulit, mempercepat regenerasi sel, meningkatkan produksi kolagen dan elastin, membantu mengatasi jerawat, serta mengurangi garis halus dan kerutan," jelas dr. Ivy Lee.

Sebagian besar literatur ilmiah memang berfokus pada retinoid yang diresepkan karena terbukti paling poten. Namun, versi over-the-counter yang umum ditemukan dalam serum dan pelembap juga tergolong aktif secara kosmeseutikal, dengan kata lain bahan dengan efek mirip obat pada kulit.

Jenisnya meliputi retinol, retinaldehyde, retinyl palmitate, retinyl propionate, retinyl acetate, retinyl retinoate, hingga adapalene. Umumnya, produk retinol memiliki konsentrasi maksimal 1 persen, yang dinilai efektif berdasarkan berbagai penelitian.

3. Niacinamide

Dikenal juga sebagai vitamin B3, niacinamide adalah bahan multifungsi yang relatif lembut dan mudah dikombinasikan dengan bahan aktif lain.

"Niacinamide membantu memperkuat skin barrier, meredakan peradangan, mengecilkan tampilan pori, mengontrol produksi minyak, serta memperbaiki hiperpigmentasi," kata dr. Amy B. Lewis, profesor klinis dermatologi di Yale University School of Medicine.

Ulasan ilmiah yang dipublikasikan pada 2024 dalam jurnal Antioxidants mencatat bahwa niacinamide mampu menembus lapisan terluar kulit (stratum corneum) dan bekerja langsung pada sel kulit manusia. Bahan ini biasa digunakan dalam perawatan topikal untuk jerawat, melasma, eksim, rosacea, psoriasis, kerutan, kulit kendur, perubahan tekstur, sensitivitas, hingga gangguan pigmentasi.

Niacinamide juga meningkatkan produksi ceramide dan asam lemak, sehingga membantu memperkuat skin barrier.

"Studi klinis menunjukkan bahwa niacinamide 5 persen dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit secara terlihat dalam waktu delapan hingga 12 minggu," tambahnya.

4. Hydroxy Acids

Kategori hydroxy acids mencakup alpha hydroxy acids (AHA) dan beta hydroxy acids (BHA), yang dikenal sebagai bahan eksfoliasi dalam produk skincare maupun perawatan profesional.

"Baik AHA maupun BHA telah terbukti secara klinis efektif untuk mengatasi jerawat, hiperpigmentasi, serta tanda-tanda penuaan," ujar dr. Lewis.

AHA bekerja dengan melonggarkan 'lem' antar sel kulit di permukaan, sehingga sel kulit mati lebih mudah terangkat dan kulit tampak lebih cerah. Glycolic acid dan lactic acid adalah jenis AHA yang paling umum digunakan, selain malic, citric, tartaric, dan mandelic acid.

Berbeda dengan AHA, BHA seperti salicylic acid dan lipo-hydroxy acid bersifat larut minyak, sehingga mampu menembus pori dan melarutkan sebum. Inilah yang membuat BHA cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.

Penelitian menunjukkan bahwa AHA efektif digunakan dalam produk OTC pada konsentrasi 5-10 persen, sementara BHA seperti salicylic acid aman dan efektif pada kisaran 0,5-2 persen. Bahan-bahan ini dapat ditemukan dalam pembersih wajah, eksfoliator, serum, hingga pelembap.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads