Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Model Ini Ungkap Perjalanan Bolak-balik Operasi Payudara Sejak Usia 16

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 28 Jan 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Model  Amelia Gray Hamlin.
Amelia Gray Hamlin Foto: Instagram/@ameliagray
Jakarta -

Model Amelia Gray Hamlin mengungkap perjalanan panjangnya menjalani operasi payudara berulang kali sejak remaja. Dalam wawancara jujur bersama Variety, putri dari aktris Lisa Rinna dan aktor Harry Hamlin ini menceritakan bagaimana tubuhnya harus terpapar dengan pisau bedah, bahkan sejak ia masih berusia 16 tahun.

Model 24 tahun itu mengungkap bahwa operasi payudara pertamanya bukan didorong oleh alasan estetika, melainkan kondisi kesehatan serius. Ia harus menjalani operasi pengecilan payudara setelah mengalami infeksi streptokokus dan mastitis pada payudara kirinya.

Infeksi tersebut bermula dari kejadian tak terduga saat ia menghadiri festival Coachella. Tindik puting yang dikenakannya tersangkut dan menimbulkan luka kecil, yang kemudian menjadi pintu masuk bakteri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika saya makan telur, saya bisa terkena radang tenggorokan akibat strep, atau strep di bagian tubuh lain. Saat itu saya banyak makan telur untuk sarapan, dan bakteri strep sudah ada di tubuh saya," ungkap Amelia.

Amelia Gray HamlinAmelia Gray Hamlin Foto: dok. Instagram/@ameliagray

Luka dari tindikan tersebut memperparah kondisi hingga infeksi menyebar ke jaringan payudara. Amalia mengaku sampai demam tinggi, dan dada kirinya mengalami pembengkakan.

ADVERTISEMENT

"Saya baru 16 tahun dan terkena mastitis, entah apa itu saat itu," akunya.

Mastitis sendiri merupakan peradangan jaringan payudara yang umumnya dialami ibu menyusui, sehingga kasus Amelia tergolong tidak biasa.

Setelah pulih, Amelia mengaku sempat merasa tidak sepenuhnya nyaman dengan kondisi tubuhnya. Bukan soal ukuran, melainkan bekas luka operasi yang tertinggal. Dalam fase hidupnya saat itu, ia mengakui pengaruh lingkungan turut membentuk keputusannya.

"Saat itu saya menjalin hubungan dengan seseorang yang usianya lebih tua, dan tanpa sadar saya membiarkan persepsi kecantikannya memengaruhi pilihan saya. Saya memutuskan melakukan pembesaran payudara lagi karena saya tidak sepenuhnya puas dengan bekas luka dari operasi sebelumnya," ujarnya.

Amelia mengungkap bahwa ia terbangun dari prosedur pembesaran payudara dalam kondisi yang tidak pernah ia setujui sebelumnya. Implan yang dipasang ternyata terlalu membebani tubuhnya dan menimbulkan tekanan pada saraf, hingga memicu kondisi medis serius.

"Itu berubah menjadi operasi darurat karena payudara saya benar-benar tidak mampu menahan apa yang dimasukkan ke dalam tubuh saya. Sampai pada titik saya bahkan tidak bisa memompa sabun karena implan tersebut menekan saraf," jelasnya lagi.

Operasi rekonstruksi dilakukan selama 14 jam, Diakuinya, operasinya kala itu menjadi salah satu pengalaman paling berat dalam hidupnya.

Selain operasi payudara, Amelia juga terbuka mengenai prosedur kosmetik lain yang pernah ia jalani. Ia mengakui pernah melakukan operasi hidung, namun menepis anggapan bahwa ia menggunakan filler bibir.

"Saya memang selalu memiliki bentuk bibir seperti ini. Saat ini saya menjalani perawatan bernama SkinVive, yang merupakan suntikan pelembap kulit, bukan filler," tegasnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads