Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tips Cegah Cushion Oksidasi Agar Makeup Tetap Flawless Seharian

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 04 Des 2025 18:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi makeup.
Foto: dok. iStock
Jakarta -

Pernah keluar rumah dengan makeup yang sudah on point, tapi beberapa jam kemudian lihat kaca dan tiba-tiba complexion berubah lebih gelap atau agak oranye? Fenomena ini disebut oksidasi, yaitu reaksi ketika formula makeup, terutama foundation atau cushion berinteraksi dengan udara, minyak kulit, atau kandungan tertentu sehingga warnanya berubah menggelap.

Kabar baiknya, oksidasi bisa dicegah. Berikut tips mencegah cushion oksidasi dari pakar kecantikan.

1. Pastikan Wajah Bersih

Kulit yang bersih membuat hasil makeup menjadi lebih stabil. Jangan pernah aplikasikan cushion di atas wajah yang belum dicuci, apalagi di atas makeup sisa semalam. Cuci wajah setiap pagi agar minyak dan kotoran tidak mengganggu warna foundation atau cushion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Toner

Toner membantu menyeimbangkan pH kulit sekaligus menyapu minyak berlebih. Dermatologis Joshua Zeichner, MD, menjelaskan bahwa minyak wajah menjadi salah satu pemicu cushion oksidasi.
"Oksidasi pada foundation dan cushion lebih sering terjadi pada kulit berminyak," ucap Dr. Zeichner, seperti dikutip dari Byrdie.

5. Pilih Cushion yang Tepat

Ilustrasi makeup.

Foto: dok. iStock

Tidak semua cushion mudah teroksidasi. Makeup artist Jamie Greenberg menekankan pentingnya trial and error untuk menemukan formulasi yang paling cocok dengan kondisi kulitmu. Setiap kulit punya respons yang berbeda, sehingga memahami karakter kulit menjadi langkah awal untuk mendapatkan complexion yang stabil.

Selain faktor kulit, tekstur produk juga mempengaruhi risiko oksidasi. Produk dengan bentuk bubuk, cair, atau krim memiliki stabilitas yang berbeda ketika bersentuhan dengan udara dan minyak pada kulit.

"Bedak biasanya lebih jarang mengalami oksidasi, tetapi tetap mengandung pigmen seperti iron oxide. Pada formula cair, oksidasi biasanya terjadi lebih cepat," jelas King.

Beberapa kandungan dapat membantu mengurangi oksidasi.King menyarankan agar memilih cushion yang memiliki kandungan vitamin E yang memiliki formulasi antioksidan yang bisa mencegah okisdasi.

6. Aplikasikan dengan Spons atau Brush, Bukan Jari

Ilustrasi makeup.

Foto: dok. iStock

Meski cushion sudah dilengkapi spons bawaan, banyak orang tetap menggunakan jari untuk merapikan hasilnya. Namun, cara ini sebenarnya tidak disarankan. Minyak alami dari jari dapat mempercepat oksidasi dan bahkan berisiko mengontaminasi permukaan kulit.

Lebih baik gunakan aplikator bawaan cushion, beauty blender, atau brush agar hasilnya lebih halus, higienis, dan warna cushion tetap stabil sepanjang hari.

7. Gunakan Setting Spray atau Setting Powder

"Setting spray atau setting powder membantu menyerap minyak sehingga mengurangi risiko reaksi dengan pigmen makeup," ungkap dr. Zeichner
Hasilnya warna cushion tetap stabil hingga berjam-jam dan wajah terbebas dari minyak.

8. Perhatikan Masa Kedaluwarsa

Ilustrasi makeup.

Foto: dok. iStock

Cushion yang sudah lama atau kedaluwarsa lebih mudah teroksidasi karena minyak dalam formula mulai terpisah. Masa pakai ideal sekitar 12-18 bulan setelah dibuka. Jika teksturnya sudah menggumpal atau berubah aroma, saatnya dibuang.

9. Simpan di Tempat yang Tepat

King menegaskan agar menyimpan produk complexion di tampat yang tepat. Jauhkan dari panas, cahaya, sinar UV, dan udara. Kemasan kedap udara lebih baik.
Artinya, rak kamar mandi yang lembap atau meletakkannya di rak di dekat jendela yang terkena sinar matahari tidak ideal untuk menyimpan cushion atau foundation kesayanganmu.

10. Bersihkan Spons Cushion Secara Rutin

Aplikator yang kotor menyimpan minyak dan sisa produk yang bisa memicu oksidasi. Cuci sponge dan kuas setiap minggu atau dua minggu sekali agar produk cushion tetap bekerja maksimal dan hasil complexion tetap flawless.

3. Pilih Skincare Berbasis Air

Ilustrasi skincare

Foto: Getty Images/heckmannoleg

Greenberg menyarankan memilih skincare yang ringan dan water-based. Produk berbahan dasar minyak cenderung membuat cushion lebih mudah berubah warna. Semakin minim minyak, semakin kecil risiko oksidasi.

4. Gunakan Primer

Ahli kimia kosmetik, Ginger King, menjelaskan bahwa pigmen dalam produk cushion dan foundation, terutama yang berbahan dasar iron oxides, bisa berubah warna ketika bereaksi dengan udara atau minyak.

Primer, terutama yang mattifying, membantu mengontrol minyak sekaligus menciptakan base netral sebelum cushion menempel.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads