Rambut Berbentuk Virus Corona Jadi Tren di Kenya

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 15 Mei 2020 03:30 WIB
Tren rambut virus Corona Foto: dok. AP
Jakarta -

Virus Corona rupanya menciptakan tren kecantikan tersendiri. Di Kenya, banyak orang yang membuat rambut seperti bentuk virus Corona.

Seperti dikutip dari Guardian, pembuatan gaya rambut unik tersebut memakan biaya yang murah, sehingga banyak diminati. Ada teknik tersendiri dalam membuat gaya rambut unik tersebut.


Rambut spike seperti antena di beberapa bagian. Setelah rambut dibagi-bagi, dipelintir dan dililit dengan benang hitam, sehingga harganya bisa jauh lebih murah dibanding tatanan rambut lainnya. Hasilnya rambut dengan gambaran struktur virus Corona.

Tren rambut virus CoronaTren rambut virus Corona Foto: dok. AP



"Tatanan rambut ini harganya jauh lebih murah untuk kami yang tidak bisa membayar mahal untuk menata rambut, dan masih terlihat stylish untuk anak-anak kami," ujar seorang ibu bernama Andeya.

Selain itu, ada alasan tersendiri di balik tren rambut Corona tersebut. Tren rambut Corona sebagai pengingat bahwa virus tersebut benar-benar ada.



Di Kenya sendiri masih ada sejumlah pihak yang tidak percaya dengan adanya virus tersebut. Mereka yang tidak percaya bahkan tidak mau menggunakan masker.

"Sebagian orang dewasa tidak percaya dengan virus tersebut, tapi sebagian besar anak-anak menggunakan hand sanitizer dan memakai masker. Banyak orang dewasa yang tidak menerapkan hal tersebut. Dan hal itulah yang mendorong kami untuk membuat gaya rambut Corona," ujar hairdresser Sharon Refa.



Simak Video "Rugi Miliaran Gegara Corona, EO Putar Otak Bikin Pertemuan Virtual"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)