Mengenal AHA dan BHA, Kandungan Skincare yang Kini Banyak Dicari

Vina Oktiani - wolipop Senin, 07 Okt 2019 17:14 WIB
Mengenal AHA dan BHA, kandungan di produk skincare. Foto: iStock Mengenal AHA dan BHA, kandungan di produk skincare. Foto: iStock

Jakarta - Skincare dengan kandungan AHA dan BHA belakangan ini cukup populer dan banyak dicari seiring semakin trennya pemakaian skincare untuk merawat kulit wajah. AHA dan BHA sebenarnya adalah dua bahan skincare yang memiliki manfaat hampir sama, yaitu untuk eksfoliasi kulit. Tapi tetap saja masih ada orang yang bingung dengan kedua kandungan ini, seperti apa perbedaannya, kapan harus menggunakan skincare mengandung AHA, dan kapan harus menggunakan skincare dengan BHA.

Apa Itu AHA dan BHA?

Seperti dikutip Healthline, AHA dan BHA adalah golongan dari hydroxy acids yang biasanya banyak ditemukan dalam produk skincare seperti, sabun pencuci wajah, toner, pelembab, scrub, peeling, dan masker. AHA dan BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit sehingga dapat mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat tampilan kulit menjadi lebih lembut. Kedua kandungan ini adalah yang paling efektif untuk pengelupasan mendalam pada kulit.

Apa Perbedaan dari AHA dan BHA?

AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acid, sedangkan BHA merupakan singkatan dari Beta Hydroxy Acid. AHA adalah asam yang larut dalam air yang terbuat dari buah-buahanan. Produk skincare dengan kandungan AHA hanya bekerja pada bagian permukaan kulit. Dalam prosesnya, AHA akan membantu proses pengelupasan kulit bagian luar sehingga mempercepat pertumbuhan sel-sel kulit baru.

Berbeda dengan AHA yang hanya bekerja pada permukaan kulit, skincare dengan BHA justru dapat menembus masuk ke dalam pori-pori untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan minyak yang berlebih. Ini karena BHA larut dalam minyak.

Mengenal AHA dan BHA, Kandungan Skincare yang Kini Banyak DicariSkincare dengan kandungan AHA dan BHA. Foto: Istimewa


Skincare AHA dan BHA, Mana yang Harus Dipilih?

Skincare dengan AHA lebih direkomendasikan digunakan pada kulit normal hingga kering. AHA lebih cocok digunakan pada kulit yang memiliki pigmentasi, bekas jerawat, melasma, pori-pori besar, kerutan-kerutan halus, dan warna kulit tidak merata.

Sedangkan skincare yang mengandung BHA lebih direkomendasikan untuk digunakan pada kulit kombinasi hingga berminyak. BHA dapat digunakan untuk wajah yang berjerawat dan terbakar sinar matahari. Kandungan dalam BHA dapat menembus kulit dan menghilangkan minyak berlebih sehingga mencegah pori-pori tersumbat. BHA juga dapat digunakan untuk menenangkan kulit sensitif dan mengurangi kemerahan.

Bagaimana Cara Penggunaan Skincare dengan Kandungan AHA?

Produk skincare dengan AHA membuat kulit mengalami pengelupasan yang cukup signifikan sehingga menjadikannya sangat sensitif dengan cahaya matahari. Oleh karena itu selama penggunaan skincare dengan AHA diwajibkan untuk menggunakan tabir surya untuk mencegah kulit terbakar matahari, noda hitam, dang mengurangi risiko kanker kulit.

Kamu juga perlu untuk memerhatikan kandungan AHA dalam produk kecantikan yang digunakan karena kandungan maksimal AHA adalah 10 hingga 15 persen. Gunakan produk ini secara rutin pada wajah hingga kulit menjadi terbiasa. Hal ini dapat mengurangi risiko efek samping, seperti iritasi.

Ada beberapa jenis AHA yang biasa terdapat pada produk kecantikan, seperti Glycolic Acid yang dapat mencegah jerawat, Lactic Acid yang dapat berfungsi untuk melawan penuaan, Tartaric yang dapat membantu mengurangi tanda-tanda kerusakan pada kulit akibat sinar matahari dan jerawat, Citric Acid yang dapat memaksimalkan kinerja tabir surya yang digunakan, Malic Acid yang dapat membuat fungsi kandungan asam lainnya menjadi lebih maksimal, dan Mandelic Acid yang dapat mengecilkan pori-pori.


Mengenal AHA dan BHA, Kandungan Skincare yang Kini Banyak DicariSkincare dengan Kandungan AHA dan BHA. Foto: Istimewa


Bagaimana Cara Penggunaan Skincare dengan Kandungan BHA?

Skincare dengan kandungan BHA juga terkenal untuk perawatan wajah berjerawat. Walaupun BHA tidak terlalu membuat kulit menjadi sensitif akan sinar matahari seperti AHA, namun tetap saja dianjurkan untuk menggunakan tabir surya setelah memakainya.

Berbeda dengan AHA, kandungan BHA dalam produk skincare biasanya lebih sedikit, yaitu antara 0.5 hingga 5 persen. Ada dua jenis BHA yang biasanya terdapat dalam produk kecantikan, yaitu Salicylic Acid yang dapat menenangkan kemerahan dan iritasi pada kulit, dan Citric Acid yang dapat menghilangkan minyak berlebih pada kulit. Untuk penggunaannya tergantung pada jenis produk apa yang kamu gunakan.


Bagaimana Cara Mengkombinasikan Produk Skincare AHA dan BHA?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, skincare yang mengandung AHA dan BHA dapat membuat kulit jauh lebih sehat ketika digunakan bersama. Hal ini karena keduanya dapat meningkatkan produksi kolagen pada kulit yang bisa membuat dermis dan epidermis pada kulit menjadi lebih kenyal.

Namun bukan berarti skincare dengan AHA dan BHA bisa dipakai dengan cara ditumpuk. Perlu diingat bahwa keduanya adalah produk pengelupasan kulit sehingga jika kamu menumpuknya maka itu akan membuat kulitmu menjadi kering bahkan iritasi. Kamu bisa menggunakan produk skincare AHA dan BHA pada waktu yang berbeda. Seperti gunakan AHA pada pagi hari dan BHA pada malam hari atau sebaliknya. Bisa juga dengan menggunakannya di hari yang berbeda. Atau kamu bisa menggunakan skincare dengan AHA pada area kulit yang kering dan BHA pada area kulit yang berminyak.

Simak Video "Tips Tampil Flawless ala Drew Barrymore"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)