Disinggung Mahasiswi Saat Demo, Ini Alasan Skincare Harganya Mahal

Kiki Oktaviani - wolipop Senin, 30 Sep 2019 13:13 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Ketika membicarakan skincare, maka kebanyakan wanita biasanya memiliki bujetnya sendiri. Hal tersebut karena umumnya harga skincare tidaklah terjangkau. Hingga skincare mahal disinggung mahasiswi saat demo tolak RUU KUHP. "Pak, Skincare-ku mahal dipake panas-panasan, tapi gapapa. Soalnya NKRI lebih mahal harganya," tulis di poster seorang mahasiswi.

Lalu, apa yang membuat skincare jadi mahal? Menurut ahli kosmetik Joyce de Lemo, skincare mahal bisa karena faktor bahan, bisa juga dipengaruhi karena kemasannya yang kadang dibuat 'ekstra'. Inilah penjelasan selengkapnya.


1. Skincare Dianalogikan Seperti Red Velvet
Ketika kita membayar mahal skincare, maka kita akan mengharapkan mendapatkan bahan-bahan yang eksklusif dengan teknologi yang mutakhir. Tapi ternyata tidak selalu begitu.

"Brand kosmetik raksasa kerap mengambil formula terbaik dari sebuah brand dan didekorasi kembali dan dikemas ulang," ucap
ahli kimia kosmetik, Joyce de Lemo seperti dikutip Byirdie.

Jadi, bahan dasarnya bisa jadi sama antara satu brand dengan brand lainnya, namun ditambah dengan bahan atau aroma yang berbeda. Joyce menjelaskan bahwa hal tersebut ibarat red velvet.

"Jika kamu punya red velvet dan semua orang menyukainya tapi ada satu perusahaan yang membuatnya dengan krim keju. Tapi bagaimanapun, kamu tetap menggunakan bahan pembuat red velvet, tapi kamu bisa membuatnya lebih murah, tapi rasanya tetap enak," ucap Joyce.

2. Bahan Boleh Sama Tapi Beda Teknologi
Menurut Joshua Zeichner, direktur klinis dan dermatolog klinikal di RS Mt. Sinai, New York, harga skincare yang mahal bisa juga dipengaruhi oleh kualitas bahan dan teknologi yang dipakai. "Brand generik (kosmetik drugstore) mungkin memiliki bahan yang sama dengan skincare mahal, namun bisa jadi kualitas bahan dan teknologi dalam formulasinya berbeda," ungkap Joshua, seperti dikutip The Klog.

Kualitas bahan dan teknologi berpengaruh pada keawetan produk. Skin care dari brand high-end biasanya dipastikan bahwa bahan dan formulanya tidak cepat rusak dan antibakteri.


3. Kemasan Mewah
Joshua menerangkan bahwa harga skincare bisa semakin mahal karena kemasannya yang mewah. "Sejumlah produk mahal mungkin benar menggunakan bahan yang menggunakan harga tinggi, tapi harga juga bisa ditentukan karena kemasannya," ujar Joshua.

Simak Video "Hobi Naik Gunung, Debi Sagita Tetap Skincare-an saat Mendaki"
[Gambas:Video 20detik]
(kik/kik)