6 Hormon yang Berpengaruh Pada Penuaan Wanita
Vina Oktiani - wolipop
Jumat, 20 Sep 2019 10:04 WIB
Jakarta
-
Berdasarkan hasil penelitian dari para ilmuwan, terdapat enam hormon yang sangat penting untuk kecantikan para wanita. Keberadaan enam hormon tersebut juga berperan dalam proses penuaan kulit. Dan beberapa dari hormon tersebut ada yang produksinya terbatas, sehingga perlu perawatan dari wanita itu sendiri untuk menjaga produksinya. Seperti dikutip dari Brightside, berikut ini enam hormon yang memengaruhi penuaan pada wanita.
1. Estrogen
Hormon estrogen adalah hormon yang yang memicu sel fibroblast untuk memproduksi kolagen dan elastin. Jika hormon estrogen berkurang produksinya, hal ini yang kemudian menyebabkan timbulnya keriput dan kulit menjadi kendur.
Untuk menjaga produksi hormon esterogen dalam tubuh, para ilmuwan merekomendasikan untuk mengonsumsi tahu yang berbahan kedelai, beras merah, biji rami, sayuran segar, dan buah-buahan. Kurangi konsumsi daging dan protein hewani karena dapat menekan produksi hormon esterogen dalam tubuh.
Untuk perawatan dari luar, gunakan krim yang mengandung fitoesterogen, seperti, serum dan akar licorice. Kosmetik tersebut dapat melawan penuaan karena mengandung liquiritigenin, antioksidan yang merangsang produksi kolagen. Sedangkan untuk perawatan dari dalam, bisa dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung fitoesterogen dengan anjuran dokter.
2. Somatotropin
Hormon somatrotopin akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Saat hormon ini berkurang maka kemampuan otot mulai menurun dan lemak serta keriput muncul dalam jumlah yang berlebihan. Untuk mencegahnya, para ilmuwan merekomendasikan rutin melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, melakukan senam dan olahraga lainnya.
Selain dengan rutin melakukan aktivitas fisik, untuk menaikkan hormon somatrotopin dalam tubuh bisa juga dengan melakukan sauna atau mandi air hangat. Sedangkan untuk perawatan dari dalam bisa dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung Gamma-Aminobutyric Acid (GABA) untuk memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan jumlah hormon somatotropin.
3. Dehydroepiandrosterone (DHEA)
DHEA adalah hormon yang memiliki fungsi untuk melawan penuaan dan membuat kulit lebih tenang. Masalahnya, hormon ini hanya diproduksi oleh tubuh hingga usia 30 tahun. Setelah hormon ini tidak lagi diproduksi oleh tubuh maka otot akan mulai melemah, pembuluh darah menjadi lebih rapuh, dan kulit akan kehilangan elastisitasnya.
Untuk menjaga produksi DHEA bisa dengan mengonsumsi lemak sehat seperti, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak, dan alpukat. Selain itu, makanlah makanan yang berprotein untuk sarapan seperti telur, susu, yogurt, dan lainnya.
4. Melatonin
Melatonin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur aktivitas kita. Hormon ini yang memberi tahu kapan saatnya untuk beristirahat. Jika proses ini terganggu maka dapat menyebabkan penuaan yang lebih cepat. Kurangnya produksi melatonin menyebabkan timbulnya keriput, rambut rontok, dan mulai muncul flek-flek pada wajah.
Untuk mencegahnya bisa dengan mengonsumsi pisang, tomat, nasi merah, dan jagung. Hindari alkohol, rokok, dan kafein karena dapat membuat produksi melatonin terhenti. Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan produksi melatonin terhenti, seperti obat anti peradangan.
5. Kortisol
Tingkat depresi yang tinggi dapat memicu hormon kortisol untuk muncul. Hormon ini dapat berpengaruh negatif pada kulit, tergantung dari tipe kulit masing-masing. Hormon kortisol bisa menyebabkan warna kulit menjadi abu-abu, sangat kering, memunculkan keriput dan jerawat, serta berminyak. Hormon ini merusak kadar kolagen dalam tubuh dan membuat kulit jadi lembek.
Untuk mengurangi depresi dan hormon kortisol bisa dengan banyak meminum air putih. Bisa juga dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung akar mawar untuk mengurangi tingkat kecemasan dan jumlah hormon kortisol. Selain itu, meditasi dan mendengarkan lagu bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
6. Insulin
Hormon insulin dapat menyebabkan peningkatan jumlah glukosa dalam darah. Saat jumlah glukosa dalam darah semakin meningkat, maka proses penuaan akan semakin cepat terjadi. Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan keriput dan kulit kendur.
Untuk mengatasinya bisa dengan rutin menggunakan tabir surya karena sinar matahari dapat menghancurkan serat elastin pada kulit. Sedangkan perawatan dari dalam bisa dengan menggunakan krim dan serum yang mengandung retinoids karena dapat merangsang produksi kolagen dalam tubuh. Produk yang mengandung vitamin C, E dan green tea juga terkenal sangat baik sebagai antioksidan. (vio/eny)
1. Estrogen
Hormon estrogen adalah hormon yang yang memicu sel fibroblast untuk memproduksi kolagen dan elastin. Jika hormon estrogen berkurang produksinya, hal ini yang kemudian menyebabkan timbulnya keriput dan kulit menjadi kendur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk perawatan dari luar, gunakan krim yang mengandung fitoesterogen, seperti, serum dan akar licorice. Kosmetik tersebut dapat melawan penuaan karena mengandung liquiritigenin, antioksidan yang merangsang produksi kolagen. Sedangkan untuk perawatan dari dalam, bisa dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung fitoesterogen dengan anjuran dokter.
2. Somatotropin
Hormon somatrotopin akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Saat hormon ini berkurang maka kemampuan otot mulai menurun dan lemak serta keriput muncul dalam jumlah yang berlebihan. Untuk mencegahnya, para ilmuwan merekomendasikan rutin melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, melakukan senam dan olahraga lainnya.
Selain dengan rutin melakukan aktivitas fisik, untuk menaikkan hormon somatrotopin dalam tubuh bisa juga dengan melakukan sauna atau mandi air hangat. Sedangkan untuk perawatan dari dalam bisa dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung Gamma-Aminobutyric Acid (GABA) untuk memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan jumlah hormon somatotropin.
3. Dehydroepiandrosterone (DHEA)
DHEA adalah hormon yang memiliki fungsi untuk melawan penuaan dan membuat kulit lebih tenang. Masalahnya, hormon ini hanya diproduksi oleh tubuh hingga usia 30 tahun. Setelah hormon ini tidak lagi diproduksi oleh tubuh maka otot akan mulai melemah, pembuluh darah menjadi lebih rapuh, dan kulit akan kehilangan elastisitasnya.
Untuk menjaga produksi DHEA bisa dengan mengonsumsi lemak sehat seperti, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan berlemak, dan alpukat. Selain itu, makanlah makanan yang berprotein untuk sarapan seperti telur, susu, yogurt, dan lainnya.
4. Melatonin
Melatonin adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur aktivitas kita. Hormon ini yang memberi tahu kapan saatnya untuk beristirahat. Jika proses ini terganggu maka dapat menyebabkan penuaan yang lebih cepat. Kurangnya produksi melatonin menyebabkan timbulnya keriput, rambut rontok, dan mulai muncul flek-flek pada wajah.
Untuk mencegahnya bisa dengan mengonsumsi pisang, tomat, nasi merah, dan jagung. Hindari alkohol, rokok, dan kafein karena dapat membuat produksi melatonin terhenti. Beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan produksi melatonin terhenti, seperti obat anti peradangan.
5. Kortisol
Tingkat depresi yang tinggi dapat memicu hormon kortisol untuk muncul. Hormon ini dapat berpengaruh negatif pada kulit, tergantung dari tipe kulit masing-masing. Hormon kortisol bisa menyebabkan warna kulit menjadi abu-abu, sangat kering, memunculkan keriput dan jerawat, serta berminyak. Hormon ini merusak kadar kolagen dalam tubuh dan membuat kulit jadi lembek.
Untuk mengurangi depresi dan hormon kortisol bisa dengan banyak meminum air putih. Bisa juga dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung akar mawar untuk mengurangi tingkat kecemasan dan jumlah hormon kortisol. Selain itu, meditasi dan mendengarkan lagu bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
6. Insulin
Hormon insulin dapat menyebabkan peningkatan jumlah glukosa dalam darah. Saat jumlah glukosa dalam darah semakin meningkat, maka proses penuaan akan semakin cepat terjadi. Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan keriput dan kulit kendur.
Untuk mengatasinya bisa dengan rutin menggunakan tabir surya karena sinar matahari dapat menghancurkan serat elastin pada kulit. Sedangkan perawatan dari dalam bisa dengan menggunakan krim dan serum yang mengandung retinoids karena dapat merangsang produksi kolagen dalam tubuh. Produk yang mengandung vitamin C, E dan green tea juga terkenal sangat baik sebagai antioksidan. (vio/eny)
Elektronik & Gadget
Baseus Headphone Bowie D05 Bass Upgrade Edition 2025, Headphone Bass dengan Harga Bersahabat untuk Teman Setia Musik Harian!
Perawatan dan Kecantikan
Concealer Andalan Buat Menutupi Noda dengan Sekali Swipe, MOP - Cover Age High Coverage Creamy Concealer Jadi Favorit Banyak Orang!
Elektronik & Gadget
Speaker Bluetooth Terjangkau Tapi Suaranya Nendang, Ini 2 Pilihan Terbaik yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Serum Korea Favorit untuk Mencerahkan, ANUA Niacinamide 10 + TXA 3 Serum Andalan Banyak Orang!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Heboh Tren Setting Powder Warna Hijau, Apa Fungsinya?
Sering Jerawatan & Kemerahan? Bisa Jadi Radang Kulit, Ini Solusinya
D&G Rilis Ulang Parfum The One Setelah 20 Tahun, Hadirkan Aroma Intens
6 Tips Makeup Lebaran Praktis yang Tahan Lama saat Silaturahmi
Tren Pearly Lips untuk Lebaran, Bikin Bibir Glowing Natural & Lebih Plumpy
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 24 Maret: Aries Lakukan Evaluasi, Taurus Manfaatkan Peluang
2
Gaya Recycling Putri Anne, Pakai Lagi Busana Puluhan Tahun di Acara Resmi
3
7 Gaya Annisa Yudhoyono Pamer Baby Bump Pakai Gamis di Momen Lebaran
4
Gaya Angel Karamoy & Gusti Ega Libur Lebaran ke Paris Pakai Jaket Couple
5
Mengenal Negging Dalam Dunia Kencan, Candaan yang Berbalut Penghinaan
MOST COMMENTED











































