Tren Skip Care, Mengurangi Langkah Skin Care & Pakai Produk Multitasking
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 08 Agu 2019 13:52 WIB
Jakarta
-
Setelah Korea Selatan memviralkan metode perawatan 10 langkah pakai skin care, kini gadis-gadis Korea beralih ke perawatan wajah yang lebih singkat. 'Skip care', begitu tren perawatan wajah tersebut.
"Skip care adalah metode skin care yang hanya menggunakan perawatan wajah yang esensial bagi kulit dan menghindari produk yang kurang penting untuk menyederhanakan rutinitas perawatan wajah," ujar representatif dari Amore Pacific, perusahaan kecantikan raksasa di Korea, seperti dikutip dari Byrdie.
Pemakaian produk skin care berlapis-lapis di wajah justru memicu jerawat. Seperti dikutip Glamour, berlapis-lapis serum dan moisturizer justru tidak efektif.
"(berlapis-lapis skin care) menjadi konsep umum yang kurang tepat di mana semakin banyak menggunakan pelembap, maka semakin efektif. Padahal, kulit hanya menyerap 60% produk dan sisanya berada di permukaan wajah yang membuat penyumbatan dan menghalangi skin barrier (lapisan kulit terluar) bekerja lebih baik," ujar Alice Jenkins, pakar kulit dari Inggris.
Jika sebelumnya tren 10 langkah perawatan wajah mendapat tentangan dari banyak dokter kulit dan kecantikan, tapi tren skip care yang bermula dari Korea mendapatkan dukungan dari pakar. Metode ini sejalan dengan ilmu kesehatan, di mana kulit hanya butuh 'cleanse, tone dan moisturize' (pembersihan kulit, penyegaran dan pelembap), plus sun block untuk siang hari.
Untuk memaksimalkan tren skip care, kini semakin banyak produk skin care yang menawarkan multitasking. Produk dari Laneige Cream Skin Refiner misalnya, yang merupakan gabungan antara toner dan krim (moisturizer). Produk multitasking ini bisa memangkas rutinitas pemakaian skin care.
Rutinitas tersebut bisa ditambahkan serum. Alice merekomendasikan menggunakan serum yang sesuai dengan kebutuhan kulit, seperti serum dengan bahan aktif seperti vitamin C atau retinol. Tambahan perawatan mingguan bisa menggunakan produk eksofoliasi dan masker.
"Cobalah memulai dengan menggunakan produk skin care yang lebih sedikit, namun pakai kualitas produk yang baik dan bekerja maksimal," pungkas Alice.
(kik/kik)
"Skip care adalah metode skin care yang hanya menggunakan perawatan wajah yang esensial bagi kulit dan menghindari produk yang kurang penting untuk menyederhanakan rutinitas perawatan wajah," ujar representatif dari Amore Pacific, perusahaan kecantikan raksasa di Korea, seperti dikutip dari Byrdie.
Foto: dok. iStock |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(berlapis-lapis skin care) menjadi konsep umum yang kurang tepat di mana semakin banyak menggunakan pelembap, maka semakin efektif. Padahal, kulit hanya menyerap 60% produk dan sisanya berada di permukaan wajah yang membuat penyumbatan dan menghalangi skin barrier (lapisan kulit terluar) bekerja lebih baik," ujar Alice Jenkins, pakar kulit dari Inggris.
Jika sebelumnya tren 10 langkah perawatan wajah mendapat tentangan dari banyak dokter kulit dan kecantikan, tapi tren skip care yang bermula dari Korea mendapatkan dukungan dari pakar. Metode ini sejalan dengan ilmu kesehatan, di mana kulit hanya butuh 'cleanse, tone dan moisturize' (pembersihan kulit, penyegaran dan pelembap), plus sun block untuk siang hari.
Foto: dok. Laneige |
Untuk memaksimalkan tren skip care, kini semakin banyak produk skin care yang menawarkan multitasking. Produk dari Laneige Cream Skin Refiner misalnya, yang merupakan gabungan antara toner dan krim (moisturizer). Produk multitasking ini bisa memangkas rutinitas pemakaian skin care.
Rutinitas tersebut bisa ditambahkan serum. Alice merekomendasikan menggunakan serum yang sesuai dengan kebutuhan kulit, seperti serum dengan bahan aktif seperti vitamin C atau retinol. Tambahan perawatan mingguan bisa menggunakan produk eksofoliasi dan masker.
"Cobalah memulai dengan menggunakan produk skin care yang lebih sedikit, namun pakai kualitas produk yang baik dan bekerja maksimal," pungkas Alice.
(kik/kik)












































Foto: dok. iStock
Foto: dok. Laneige