Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara Mengatasinya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Kamis, 27 Jun 2019 14:40 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Jerawat adalah suatu kondisi di mana pori-pori kulit tersumbat dan terpapar bakteri sehingga menimbulkan benjolan berisi nanah yang meradang. Jerawat tentunya membuat penampilan jadi kurang menarik, apalagi jika jumlahnya banyak.

Jerawat bisa dialami siapa saja, sekitar 80 persen remaja biasanya jerawat akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun.

Pada usia dewasa, jerawat banyak menumbuhi area dagu. Penyebab jerawat di dagu biasanya karena perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit.

Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara MengatasinyaFoto: iStock

Perubahan hormonal yang dapat pemicu timbulnya jerawat dagu umumnya masa menstruasi, kehamilan, pemakaian obat-obatan dan stres. Menurut Doris Day, seorang dermatologi spesialis laser, kosmetik dan bedah kosmetik, jerawat dagu lebih banyak disebabkan karena pola hormonal.

"Terkadang para wanita yang berhenti meminum pil kontrasepsi, atau terkadang karena perkembangan jerawat yang dulu muncul ketika remaja," jelasnya, seperti dikutip dari Reader's Digest.

Doris Day merekomendasikan untuk pergi ke dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik sesuai dengan jenis kulit.

"Berbagai jenis perawatan bisa dilakukan, termasuk kontrasepsi hormonal, Aldactone, dan obat-obatan topikal seperti benzoil peroksida, antibiotik topikal dan retinoid," tuturnya.
Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara MengatasinyaFoto: Thinkstock


Disarankan juga untuk memerhatikan asupan makanan. Beberapa penelitian menunjukkan asam lemak esensial seperti Omega-3 pada minyak ikan dapat membantu menyeimbangkan minyak kulit dan meringankan jerawat. Sementara makanan tinggi-glikemik seperti roti, keripik kentang, dan sereal dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berakibat timbul banyak berjerawat.

Solusi lainnya adalah dengan probiotik. Menurut Whitney Bowe, seorang dokter kulit terkemuka di New York, probiotik juga dapat membantu melawan bakteri dan kuman yang bisa memicu peradangan di kulit. Mengonsumsi makanan mengandung probiotik atau prebiotik bisa dicoba untuk mengurangi jerawat.

Tips lain yang bermanfaat menurut Bowe adalah olahraga. Aktivitas fisik dipercaya bisa membersihkan saluran tubuh lewat keluarnya keringat.

"Cobalah untuk olahraga beberapa kali seminggu untuk mengurangi tingkat kortisol. Tingkat kortisol tinggi dapat memicu peradangan di dalam tubuh yang dapat memperburuk pori-pori dan mendorong timbulnya jerawat," pungkasnya.

Simak Video "Menjaga Kulit Tetap Sehat, Gimana Caranya?"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/hst)