Pengakuan Wanita Korea Utara, Pakai Lipstik Selundupan Tapi Tak Tahu Namanya

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 29 Mei 2019 07:45 WIB
Ilustrasi Wanita Korea Utara. Foto: Mihaela Noroc Ilustrasi Wanita Korea Utara. Foto: Mihaela Noroc

Jakarta -

Bukan rahasia lagi jika Korea Utara adalah negara yang sangat menutup diri dari pengaruh asing. Bahkan untuk urusan penampilan, pemerintah menerapkan aturan tersendiri. Para wanita pun diminta untuk tidak mewarnai rambut atau memakai celana jeans. Beberapa dari mereka juga sering memakai makeup selundupan meski tidak tahu apa namanya.

Hal tersebut diungkap oleh bekas warga Korea Utara Danbi Kim yang mulai menyelundupkan barang-barang wanita sejak usia 15 tahun. Ia menjual makeup, perawatan kulit, busana, hingga serial drama dari negara tetangga Korea Selatan. Melalui produk-produk selundupan Danbi, para wanita pun mulai mengenal cara mengekspresikan diri dan sisi glamour dunia luar.

Pengakuan Wanita Korea Utara, Pakai Lipstik Selundupan Tapi Tak Tahu NamanyaIlustrasi Wanita Korea Utara
Foto: Mihaela Noroc
"Tidak ada nama yang jelas untuk produk-produk di Korea Utara. Lipstik dinamakan 'benda untuk mengecat bibir', dan blush disebut 'benda yang membuat pipi merah'. Tapi bahkan ketika tidak punya nama, permintaannya tak pernah terpuaskan," kata Danbi yang kini berusia 27 tahun kepada Refinery 29.

Bisnis ilegal Danbi ketika itu sangat booming hingga ia bisa menerima ratusan pesanan setiap hari dari berbagai daerah. Hal tersebut lama kelamaan disadari oleh pemerintahan Korea Utara yang tentu tidak mendukungnya. Dikatakan jika ada aturan tak tertulis jika mereka yang terpapar dunia luar akan kena masalah jika ketahuan.

Saat menyelundupkan barang-barang kecantikan, Danbi pun pernah tertangkap. Suatu kali, ia ditahan beberapa minggu dengan dipaksa duduk bersila kaki di lantai dan hanya makan jagung. Saat diinterogasi, Danbi memilih untuk tidak mengatakan apapun karena menganggap akhirnya ia akan mati juga. Namun Danbi bisa bebas karena sang kakak yang berhasil menemukannya dan berkomunikasi dari pipa di bawah sel.

"Kakakku mengatakan padaku, 'Aku akan mengatakan bahwa aku melakukan semuanya, jadi kamu bisa bertahan hidup dan menjaga keluarga," ungkap Danbi yang akhirnya bebas tapi setelah itu tak pernah mendengar kabar dari sang kakak lagi.

Pengakuan Wanita Korea Utara, Pakai Lipstik Selundupan Tapi Tak Tahu NamanyaIlustrasi Wanita Korea Utara
Foto: Mihaela Noroc
Meski begitu, sejumlah orang tetap berdedikasi untuk membawa perubahan ke dalam Korea Utara. Hal tersebut juga dibantu oleh beberapa pembelot yang berhasil melarikan diri ke Korea Selatan. Bagi mereka yang pernah dilarang untuk bersolek, kecantikan adalah sesuatu yang lebih dari lipstik namun sebuah pendorong revolusi.

Di Korea Utara, pemerintah memang mendikte bagaimana warganya berpenampilan dengan ketat. Rambut tidak boleh terlalu panjang, busana harus sopan dan tidak ketat. Sentuhan tren dari dunia luar tentu sangat dilarang. Makeup, perhiasan, dan pewarnaan rambut juga punya aturan tersendiri. Seorang wanita bisa dipotong rambutnya atau dipukuli di jalan karena memakai celana atau busana ketat.

Tentu saja ada sejumlah wanita yang berani memberontak. Mereka yang ingin tampil lebih cantik tersebut kadang mengecat rambut dengan warna cokelat tua hingga membeli masker tisu selundupan. "Aku harus bersembunyi dan menghindari para petugas," kata seorang wanita bernama Jessie.

"Aku pikir aku terlihat cantik ketika aku dapat pakaian dari China dan mencobanya. Aku tidak terlalu peduli dengan inspeksi dan mulai mempercantik diri dengan obat pelurus rambut, menggunakan busana bagus, skinny jeans, dan high heels. Aku diperlakukan di publik karena memakai sesuatu yang tidak diperbolehkan," ungkap Danbi yang pernah dihukum dengan dipaksa berdiri selama enam jam dan jeans-nya dipotong.

(ami/ami)