"Kamu Kok Gemukan", Ini Alasan Orang Suka Mengomentari Fisik Orang Lain

Kiki Oktaviani - wolipop Rabu, 26 Sep 2018 15:07 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - "Kamu kok gemukan?", "Ih hitaman, ya?" Atau "Kurus banget sih sekarang!"

Kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di ranah sosial di Indonesia. Entah mengapa, kalimat-kalimat yang mengomentari fisik orang lain seolah menggantikan kata sapaan 'halo, apa kabar?'

Foto: Thinkstock

Baca Juga: Miris, 84% Wanita Indonesia Tidak Merasa Cantik

Bagi kamu yang merasa sering jadi korban dengan 'mulut jahil' orang lain yang berkomentar negatif tentang fisikmu, ketahui alasan mengapa orang sering melontarkan kata-kata tersebut. Psikolog klinis Tara de Thouars menjelaskannya.

Menurut Tara, komentar fisik yang dilakukan orang lain terhadap lawan bicaranya kadang hanya sebatas basa-basi. Tapi kenapa harus fisik?

"Otak kita tidak bisa memproses suatu hal yang ribet. Jadi begitu ketemu orang yang pertama kali dilihat adalah fisiknya, itulah yang kadang langsung diucapkan," kata sang psikolog di acara Dove 'Ragam Kecantikan Wanita Indonesia' di restoran Eastern Opulence, Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (26/9/2018).

Tara menyarankan, bagi orang yang jadi korban basa-basi fisik tersebut, jangan langsung drop atau baper (bawa perasaan). "Mendapat komentar begitu, don't take it seriously. It's only basa-basi," tegas Tara.

"Sebenarnya kita tahu bahwa orang yang komentar juga punya kekurangan. Hanya bedanya kita tidak seperti dia yang langsung mengungkapkan. Dari situ, sebenarnya kita tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna," tambah Tara.

Itu artinya ketika dikomentari buruk, kita tidak sepenuhnya buruk. Ada kelebihan lain yang kita punya. Jangan sampai komentar buruk membuat seseorang jadi minder.

Foto: dok. Thinkstock


Di dunia nyata, mengomentari fisik masih bisa di-filter. Tapi beda lagi dengan media sosial. Mulut kejam netizen atau istilahnya julid kadang tidak bisa lagi dikontrol.

Baca Juga: Waspada Jika Merasa Tak Cantik, Bisa Picu Gangguan Mental

"Kenapa orang yang tidak dikenal gampang banget nyinyir? Ada teori psikologi, jadi ketika berkomentar negatif terhadap orang yang tidak dikenal, seseorang yang berkomentar efeknya jadi merasa naik. Tapi kalau mengomentari negatif orang terdekat, mereka pun ikut merasa negatif," tutur Tara.

Jadi, bagi orang yang sering atau pernah mengomentari buruk tentang fisik orang lain, mungkin paparannya terhadap orang lain tidak banyak. Mereka mungkin hanya terlalu fokus dengan tubuh langsing, wajah flawless atau kulit putih.
"Kita harus sering mengekspos otak kita dengan orang yang beda-beda jadi kita memasukkan informasi baru di otak. Hal ini membuat kita bisa lebih menerima keberagaman," ucap Tara. (kik/kik)