Menurut Riset, Banyak Orang Pilih Lakukan Operasi Plastik Demi Selfie

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 19 Feb 2018 07:12 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Banyak wanita memilih melakukan operasi plastik agar penampilannya menjadi lebih menarik dan sempurna. Rupanya kehadiran media sosial dan ponsel pintar ini memengaruhi wanita untuk memutuskan melakukan bedah kosmetik. Kok bisa?

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS), asosiasi ahli bedah plastik wajah terbesar di dunia, telah menemukan tren yang berkembang tentang niat dan estetika di antara pasien bedah kosmetik modern.

Menurut penelitian yang dilaksanakan pada 2017 itu, 55 persen pasien mengungkapkan kepada ahli bedah plastik bahwa mereka menginginkan hasil yang terlihat lebih baik dalam selfie. Permintaan tersebut pun berkembang pesat setelah di 2016 hanya 13 persen pasien yang ingin operasi plastik agar lebih baik saat swafoto.

Salah satu ahli bedah plastik Australia Dr Joseph Hkeik juga mendukung penelitian tersebut. Menurutnya, pelanggan Australia yang berusia di bawah 55 tahun telah berada dalam rangkaian pemikiran yang sama selama beberapa tahun ini.
Menurut Riset, Banyak Orang Pilih Lakukan Operasi Plastik Demi SelfieFoto: Thinkstock

"Tiga tahun lalu, saya membahas filosofi sehubungan dengan fenomena ini. Intinya, ini tentang seni wajah dan bagaimana foto yang dihasilkannya itu," kata Dr. Hkeik kepada Harpers Bazaar

Selfie bukan hanya memotivasi banyak orang untuk melakukan prosedur bedah plastik, tapi sebenarnya memberi bantuan kepada pasien saat menentukan apa yang ingin mereka lakukan. "Orang-orang menganalisis diri mereka dan memutuskan apakah mereka perlu mengubah sesuatu di wajah mereka," ungkap Dr Hkeik.

"Selfie kadang-kadang dianggap lebih penting daripada pendapat seorang teman," tambahnya.

Selain itu, menurut AAFPRS kebutuhan bedah kosmetik mereka juga didasari dengan dukungan dalam penggunaan media sosial. "Semakin banyak pasien menggunakan media sosial sebagai forum untuk mendapatkan rasa solidaritas saat menjalani prosedur yang berpotensi mengubah hidup. Mereka percaya gerakan ini akan meningkatkan kekuatan," terangnya.

(agm/agm)