Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Nggak PD karena Lihat Artis Cantik di Medsos

Anggi Mayasari - wolipop Jumat, 26 Jan 2018 18:30 WIB
Foto: Dok. Vogue Foto: Dok. Vogue

Jakarta - Kehadiran media sosial telah menciptakan suatu standar kecantikan tertentu, tren dan ekspektasi dari lingkungan sekitar yang bisa membawa suatu tekanan tersendiri bagi para remaja puteri Indonesia. Hal tersebut membuat remaja puteri mengubah perilaku dan membuatnya merasa tak percaya diri.

Menurut psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, adanya tekanan dan tuntutan itu membuat anak remaja masa kini menahan diri dan tak bisa menggali potensi yang mereka miliki. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka akan sangat berbahaya.

"Setiap individu punya keunikan sendiri, tapi begitu melihat keluar 'kok nggak ada yang kayak gue' . Nah padahal remaja itu sangat butuh sekali untuk diterima di kelompok. Jadi mereka harus sama nih sama kelompok. Cantik itu yang putih, langsing," tutur Vera pada acara konferensi pers peluncuran kampanye For Every Face Clean & Clear di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2018)

"Karena tekanan ini membuat remaja selalu timbul perasaan kurang putih nih, kurang cantik, kurang langsing. Padahal setiap orang punya keunikannya masing-masing yang berbeda sehingga harus menghargai diri sendiri," tambahnya.

Media sosial yang menggiring standar kecantikan ini membuat remaja tidak bisa melihat passionnya karena kurang percaya diri dengan penampilan fisik yang dimiliki. Vera juga mengungkapkan bahwa perlu adanya perlawanan dari diri sendiri dengan cara fokus pada kekuatan dan keunikan yang dimiliki.

"Selalu jadi diri sendiri, caranya fokus pada kekuatan kita sendiri, kalau sulit minta bantuan teman, orangtua atau kakak. Ingat berbeda itu biasa it's okay to be different, kalau sama maka aneh. Kamu nggak harus sama dengan yang lain," ujar Vera.

"Kritis dengan apa yang dilihat di sosial media. Jangan ditelan bulat-bulat karena apa yang nampak di sosial media belum tentu yang apa adanya," tambahnya.


(agm/eny)