Obsesi Berbibir Tebal Pakai Suntik Filler, Lihat yang Terjadi pada Pria Ini
Hestianingsih - wolipop
Rabu, 02 Agu 2017 15:41 WIB
Jakarta
-
Jonathan sangat terobsesi memiliki bibir yang seksi dan penuh bak boneka. Obsesinya itu membawa pria ini pada prosedur suntik filler untuk membuat bibirnya lebih tebal dan bervolume.
Tapi obsesi memiliki bibir seksi dan tebal sepertinya sudah menjadi semacam kecanduan baginya. Jonathan terus saja menambahkan filler sampai pada tahap bibirnya sulit menutup.
Kepada E! dalam acara Botched, Jonathan mengungkapkan kalau dirinya terobsesi pada filler dan rutin menyuntikkannya dalam waktu yang berdekatan. Saking seringnya suntik filler, kini bibirnya tak bisa lagi menutup dengan benar.
"Aku selalu terobsesi dengan boneka-boneka dan aku sangat ingin terlihat seperti itu," ujarnya, seperti dikutip dari Allure.
Ia juga mengungkapkan sudah rutin suntik filler setiap tiga bulan. Saat pertama kali mulai suntik filler pada usia 25 tahun, Jonathan selalu meminta dua tabung/vial cairan filler disuntikkan ke bibirnya. Namun dokter menolaknya dan memberinya satu vial filler saja.
Kini dengan kondisi bibirnya yang sudah dipenuhi cairan filler, sang dokter mengurangi lagi dosisnya hanya setengah tabung setiap kali suntik. Tentang bibirnya yang sekarang, dokter Terri Dubrow mengatakan kalau Jonathan mengalami 'lip incompetence'.
"Artinya di dalam bibirnya sudah mengandung terlalu banyak filler dan lebih jauh lagi bisa membuatnya mengalami banyak masalah," jelasnya.
Terlalu banyak suntik filler, bisa berakibat bibir akan mengendur bahkan menggelambir ketika cairan filler tersebut sudah hilang. Lebih parahnya lagi, kondisi tersebut bisa saja jadi permanen.
"Ketika kamu terus-terusan membesarkan bibir, memompanya hingga sebesar mungkin, filler bisa berubah jadi pemekar jaringan, mengulur kulit secara permanen, dan mengakibatkan bibir melorot dan mengempis begitu filler-nya hilang, membuat bentuk bibir jauh lebih buruk dari awal kamu mulai," terang Karyn Grossman, seorang dermatologist estetika. (hst/hst)
Tapi obsesi memiliki bibir seksi dan tebal sepertinya sudah menjadi semacam kecanduan baginya. Jonathan terus saja menambahkan filler sampai pada tahap bibirnya sulit menutup.
Kepada E! dalam acara Botched, Jonathan mengungkapkan kalau dirinya terobsesi pada filler dan rutin menyuntikkannya dalam waktu yang berdekatan. Saking seringnya suntik filler, kini bibirnya tak bisa lagi menutup dengan benar.
Jonathan yang terobsesi suntik filler di bibir. Foto: istimewa |
"Aku selalu terobsesi dengan boneka-boneka dan aku sangat ingin terlihat seperti itu," ujarnya, seperti dikutip dari Allure.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini dengan kondisi bibirnya yang sudah dipenuhi cairan filler, sang dokter mengurangi lagi dosisnya hanya setengah tabung setiap kali suntik. Tentang bibirnya yang sekarang, dokter Terri Dubrow mengatakan kalau Jonathan mengalami 'lip incompetence'.
"Artinya di dalam bibirnya sudah mengandung terlalu banyak filler dan lebih jauh lagi bisa membuatnya mengalami banyak masalah," jelasnya.
Jonathan yang terobsesi suntik filler di bibir. Foto: istimewa |
Terlalu banyak suntik filler, bisa berakibat bibir akan mengendur bahkan menggelambir ketika cairan filler tersebut sudah hilang. Lebih parahnya lagi, kondisi tersebut bisa saja jadi permanen.
"Ketika kamu terus-terusan membesarkan bibir, memompanya hingga sebesar mungkin, filler bisa berubah jadi pemekar jaringan, mengulur kulit secara permanen, dan mengakibatkan bibir melorot dan mengempis begitu filler-nya hilang, membuat bentuk bibir jauh lebih buruk dari awal kamu mulai," terang Karyn Grossman, seorang dermatologist estetika. (hst/hst)












































Jonathan yang terobsesi suntik filler di bibir. Foto: istimewa
Jonathan yang terobsesi suntik filler di bibir. Foto: istimewa