Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Desainer Interior Prancis Merilis Parfum, Seperti Ini Keunikannya

Anggi Mayasari Violita Utami - wolipop
Kamis, 27 Apr 2017 10:18 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Anggi Mayasari Violita Utami
Jakarta - Nama Philippe Starck lebih dikenal dalam dunia desain baik itu dalam desain interior, produkn industrial maupun arsitektural. Namun desainer asal Prancis ini kini menuangkan kreasinya ke industri wewangian.

Philippe merilis produk parfum pertamanya dengan nama Starck Paris. Berkolaborasi dengan tiga master dalam bidang perfumery, Starck meluncurkan tiga jenis parfumnya sekaligus dengan nama Peau de Soie, Peau de Pierre, dan Peau d'Ailleurs.

Setiap nama parfum diawali dengan kata 'Peau' yang memiliki makna tersendiri. Dalam bahasa Prancis, Peau berarti kulit yang memang berkaitan langsung dengan penggunaan parfum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Parfum berhubungan langsung dengan kulit yang merupakan bagian terbesar pada tubuh. Kulit ini berhubungan dengan tubuh lainnya seperti pikiran, perasaan, dan sentuhan," kata Javier, Communication Team Starck Paris saat presentasi media bersama C&F Perfumery di Morissey Hotel, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Mengapa seseorang yang sudah terkenal di industri desain memutuskan untuk terjun ke dunia perfumery? Sebenarnya Starck telah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dalam toko parfum yang dioperasikan sang ibu. Hal itu mengilhami kreativitas Starck untuk 'menuangkan' kenangan masa kecil dari toko parfum ibunya, ke dalam parfum kreasinya sendiri.

Ia ingin menempatkan dirinya menjadi seseorang yang out of the box, memberikan nilai lain dari pengalaman, kepekaan pada orang lain, dan pengetahuan ke dalam kreasinya yang dituangkan pada Starck Paris.
Foto: Anggi Mayasari Violita Utami

"Sejak kecil, setiap hari setelah pulang sekolah, Starck membantu ibunya di toko parfum. Koleksinya ini diambil dari pengalaman pribadinya, kehidupannya diciptakan dengan sebuah realitas yang berada di dalam pikirannya dan sesuatu yang spesial," kata Javier.

Tiga koleksi parfum Starck selaras dengan idenya tentang sebuket syair yang tak terduga, di mana kata adalah aroma dan setiap hal mengungkapkan kemungkinan yang tak terbatas. Tentang apa yang dimiliki, dan apa yang diinginkan.

Peau de Soie merupakan wewangian dengan aura feminin yang kuat, menonjolkan misteri seorang wanita. Perpaduan aroma bernuansa kuno dan modern, menghasilkan wewangian dengan sentuhan kayu-kayuan dan tumbuhan yang saling menyeimbangkan.

Peau d'Ailleurs digambarkan sebagai wewangian yang unik dan sulit dideskripsikan yang dikreasikan dari racikan amber, musk, kayu-kayuan serta elemen mineral. Sementara Peau de Pierre adalah wewangian maskulin untuk pria, namun juga merefleksikan sisi feminin dari Kaum Adam ini.

Kemasan The Peau Collection terbuat dari kaca dengan bentuk organik yang memanjang. Jika Anda menempatkan ketiga botol ini secara berurutan akan menciptakan sebuah ukiran patung.

"Rasakan botolnya di belakang memiliki sentuhan yang lembut," jelas Javier.

Secara internasional parfum ini telah diluncurkan pada September 2016. Namun untuk Indonesia, ketiga koleksi Starck Paris baru mulai diluncurkan dan dipasarakan secara resmi pada Juni 2017 di 10 gerai C&F terpilih yang tersebar di beberapa kota besar Indonesia . Tersedia dalam ukuran 90 ml, The Peau Collection bisa didapatkan dengan harga Rp 2 Juta. (hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads