Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Eksperimen: Potong Rambut di Salon Mahal Vs Salon Murah, Adakah Bedanya?

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 05 Okt 2016 12:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta - Baru-baru ini Wolipop membuat percobaan potong rambut di salon mahal dan salon murah. Apakah benar seperti yang selama ini orang-orang yakini 'ada harga, ada rupa' memang benar adanya? Berikut ini hasil eksperimen kami.

Pada Senin (3/10/2016) dua tim redaksi Wolipop menjadi objek untuk eksperimen ini, yaitu Alissa dan Kiki. Alissa memangkas rambutnya di sebuah salon high-end di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sementara Kiki memangkasnya di salah satu salon reguler di Pejaten Village. Keduanya, sama-sama memangkas rambutnya menjadi model bob pendek dan berponi rata.
Eksperimen: Potong Rambut di Salon Mahal Vs Salon Murah, Adakah Bedanya?Foto: Alissa
Setelah mereka tampil dengan rambut baru, kami menanyakan ke 30 responden pria dan wanita, apakah mereka tahu mana di antara Alissa (baju hitam) dan kiki (baju biru) yang memangkas rambutnya di salon mahal dan salon murah.
Eksperimen: Potong Rambut di Salon Mahal Vs Salon Murah, Adakah Bedanya?Foto: Kiki
Hasilnya, sebanyak 43% responden menebak bahwa Alissa memangkas rambutnya di salon mahal. Sementara 33% menjawab bahwa mereka tidak tahu bedanya. Dan 23% menebak bahwa Kiki potong di salon murah.

"Nggak kelihatan yang mana yang murah. Dua-duanya look-nya terlihat mahal," komentar salah satu responden.
Foto: KikiFoto: Kiki
Jika diperhatikan lebih teliti, potongan di salon profesional lebih rapi. Hasil potongan rambut Alissa tidak 'se-flat' potongan rambut Kiki. Potongannya terlihat lebih '3D'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelihatan blow-nya lebih rapi. Kalau di salon mahal kan kelihatan blow-nya lebih profesional," ujar responden lain.

Meski begitu, potongan keduanya sama-sama bagus, namun patut diakui, rambut Alissa lah yang sedikit lebih rapi. Lebih nyata yang dirasakan oleh Alissa dan Kiki adalah blow rambut.

Rambut Alissa yang teksturnya lebih tebal dan bergelombang berubah menjadi halus dan berkilau setelah di-blow. Sementara blow rambut yang dimiliki Kiki tidak bertahan lama. Setelah satu jam keluar dari salon, beberapa helaian rambut tampak keluar, tidak serapi blow di awal selesai potong.



Perbedaan nyata lainnya yang dirasakan Alissa dan Kiki saat percobaan salon tersebut adalah soal treatment yang diberikan kepada customer oleh salon. Di salon reguler, Kiki tidak mendapatkan treatment spesial. Sewajarnya saja, rambut dicuci, mulai dipangkas, terakhir di-blow. Selesai. Tidak butuh waktu yang lama.

Berbeda dengan Alissa yang memiliki pengalaman 'high class'. Dari mulai sampo, Alissa boleh memilih sampo sesuai jenis rambutnya. Sejumlah minuman pun ditawarkan, ada teh, kopi dan soft drink.
Foto: AlissaFoto: Alissa

Hairstylist pun berperan aktif dalam memberikan saran soal panjang-pendek rambut customer yang sesuai dengan bentuk wajah agar lebih indah membingkai wajah. Berbeda dengan Kiki yang hanya memberikan contoh model potongan, dan hairstylist langsung mengguntingnya.

Tapi kembali lagi ada rupa memang ada harga. Alissa memangkas rambutnya hampir Rp 400 ribu. Sementara Kiki sekitar Rp 100 ribu.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads