Heboh di Instagram, Terapi Suntik Karbon Dioksida yang Buat Mata Jadi Bengkak
Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 10 Jun 2016 14:36 WIB
Jakarta
-
Selain jerawat, masalah kulit yang dibenci wanita adalah lingkar hitam mata. Kini, hadir sebuah perawatan kulit mata untuk mencerahkan, tapi melihat prosesnya mungkin Anda akan berpikir beberapa kali untuk melakukannya.
Perawatan kulit mata dengan cara ekstrem tengah heboh di Instagram. Dalam video singkatnya, didemonstrasikan bagaimana perawatan bernama terapi Carboxy itu bekerja.
Dalam cuplikannya, diperlihatkan karbon dioksida disuntikkan ke bagian bawah mata. Ketika disuntikkan, area tersebut seperti dipompa sehingga menjadi bengkak seperti balon. Tampaknya proses tersebut begitu menyakitkan.
Namun dalam website klinik tersebut menyatakan bahwa terapi tersebut tidak memberikan rasa sakit. Klien hanya merasa sedikit kesemutan ketika disuntikkan. Perawatan tersebut dinilai aman karena secara alami diserap oleh tubuh.
Perawatan yang dinilai efektif tersebut bekerja meningkatkan oksigen sehingga mampu mengurangi lingkar hitam mata. Juga diklaim dapat meningkatkan kolagen dalam kulit membuat wajah jadi lebih kencang.
Bisa dibilang perawatan tersebut menjadi alternatif dari botoks yang juga berfungsi untuk memudarkan kerutan di sekitar mata. Meski begitu hasil untuk lebih efektif untuk menghilangkan lingkar hitam mata dibutuhkan empat sampai enam kali perawatan.
Harga terapi ini berbeda-beda dari satu klinik dengan klinik lainnya. Ada yang dihargai US$ 75 atau sekitar Rp 900 ribuan sampai US$ 200 atau setara Rp 2,6 juta. (kik/kik)
Perawatan kulit mata dengan cara ekstrem tengah heboh di Instagram. Dalam video singkatnya, didemonstrasikan bagaimana perawatan bernama terapi Carboxy itu bekerja.
![]() |
Namun dalam website klinik tersebut menyatakan bahwa terapi tersebut tidak memberikan rasa sakit. Klien hanya merasa sedikit kesemutan ketika disuntikkan. Perawatan tersebut dinilai aman karena secara alami diserap oleh tubuh.
![]() |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga terapi ini berbeda-beda dari satu klinik dengan klinik lainnya. Ada yang dihargai US$ 75 atau sekitar Rp 900 ribuan sampai US$ 200 atau setara Rp 2,6 juta. (kik/kik)













































