Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Bekas Jerawat

5 Jenis Bekas Jerawat yang Paling Umum Dialami Wanita

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 11 Mar 2016 09:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu permasalah kulit yang banyak dialami oleh wanita terutama para remaja adalah timbulnya jerawat. Namun seiring dengan berjalannya waktu, jerawat tersebut akan hilang dengan sendirinya. Tetapi, ada beberapa jerawat yang meninggalkan bekas pada wajah sehingga mengganggu penampilan.

Dijelaskan oleh dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK, bekas jerawat timbul karena adanya peradangan jerawat di dalam jaringan kulit yang cukup dalam. Lalu seperti apa bentuk bekas jerawat yang umum dijumpai? Yuk kenali jenis-jenisnya.

1. Ice Pick
Dijelaskan oleh pakar jerawat Angela Palmer, bekas jerawat ini berukuran kecil dan meninggalkan lubang yang dalam di permukaan kulit seperti kulit ditusuk dengan benda tajam atau pecahan es. Bekas tersebut meluas hingga ke lapisan dermis dan terlihat seperti pori-pori wajah terbuka lebar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ice pick terjadi karena infeksi atau peradangan di dalam lapisan kulit muncul ke bagian permukaan kulit. Hingga akhirnya jaringan tersebut hancur dan meninggalkan bekas jerawat yang mendalam.

2. Boxcar
Boxcar adalah salau satu bekas jerawat yang berbentuk bulat atau oval yang ukurannya lebih lebar dari ice pick. Dikatakan oleh wanita lulusan International Dermal Institute San Francisco, Amerika, bekas jerawat ini membuat permukaan kulit terlihat seperti berlekuk dan tidak rata.

Bekas jerawat tersebut terjadi ketika peradangan jerawat menghancurkan kolagen dan membuat jaringan kulit menghilang. Lapisan kulit di atasnya dibiarkan 'terbuka' tanpa pelindung dan akhirnya lekukan pun terjadi. Boxcar bisa saja terjadi hanya di bagian permukaan kulit atau bahkan hingga ke lapisan terdalam kulit, tergantung dari seberapa banyak jaringan kulit yang hilang.

3. Rolling
Bekas jerawat ini muncul ketika ikatan dari jaringan tumbuh di antara kulit dan jaringan di bawahnya. Ikatan-ikatan tersebut menarik lapisan epidermis dan mengikatnya ke struktur kulit yang lebih dalam. Hasilnya, lapisan epidermis di dalamnya membentuk bekas jerawat seperti gelombang dan tidak merata.

4. Keloid
Keloid adalah bekas jerawat yang terbentuk dari gumpalan jaringan yang mengeras. Jenis bekas jerawat seperti ini biasanya tumbuh membesar dari ukuran bekas aslinya. Keloid yang disebabkan oleh jerawat tumbuh karena tubuh memproduksi kolagen berlebih. Hal ini biasanya banyak dijumpai pada pria, terutama di bagian dada.

5. Hiperpigmentasi
Post Inflammatory hyperpigmentation (PIH) atau hiperpigmentasi adalah istilah medis  dari perubahan warna kulit yang diikuti oleh peradangan pada jerawat. Hal tersebut adalah respon alami kulit terhadap peradangan. Hiperpigmentasi memiliki warna yang berbeda dari warna kulit, mulai dari warna kemerahan, ungu, cokelat, hingga hitam tergantung dari warna kulit seseorang.

Hiperpigmentasi terjadi ketika sebuah luka, ruam, jerawat atau rangsangan lainnya menyebabkan peradangan kulit. Hingga akhirnya memicu kulit untuk memproduksi melanin yang berlebih. (int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads