Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Keramas di Salon Bisa Picu Stroke? Ini Penjelasan Ahli

Siti Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 08 Mar 2016 18:39 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak sedikit wanita yang hobi nyalon. Biasanya mereka datang ke salon kecantikan untuk menikmati layanan yang berhubungan dengan rambut, seperti potong, creambath, hingga mewarnai. Selain untuk mempercantik diri, perawatan pun sering dilakukan untuk relaksasi.

Meski terasa menyenangkan, nyalon tidak sepenuhnya aman dari bahaya. Menurut Anesh Singhal, M.D. perawatan rambut di salon bisa menyebabkan stroke. Kepada Cosmopolitan, profesor neurologi di Harvard Medical School tersebut menyatakan jika merebahkan diri di kursi keramas sambil kepala dipijat adalah penyebabkannya.

Kasus seperti itu memang tergolong langka namun sudah pernah ada yang mengalaminya. Yakni seorang wanita bernama Elizabeth Smith yang melayangkan tuntutan karena terserang stroke pasca keramas di sebuah salon di California, AS. Perawatan tersebut terjadi dua minggu setelah perawatan. Leher Elizabeth didiagnosa hyper-extended (posisi tidak nyaman) yang menyebabkan stroke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: 50 Inspirasi Busana untuk Kondangan

Stroke pasca keramas di salon ternyata memang bukan hal yang aneh. Anesh mengungkapkan jika aktivitas yang menyebabkan ketidaknyamanan seperti menengadahkan kepala bisa merobek salah satu dari empat arteri yang menyediakan darah ke otak.

Yang berbahaya, kerusakan pada arteri tidak selalu terasa sampai orang tersebut merasakan gejala stoke beberapa hari ke depan, seperti pusing di bawah alis, nyeri leher, tangan atau kaki yang lemah, kehilangan penglihatan, atau kesulitan berjalan.

Meski terdengar menyeramkan tentu Anda tidak perlu sampai menghindari melakukan perawatan rambut di salon kecantikan. Pilih saja salon yang menyediakan kursi keramas dengan sandaran punggung dan kaki yang nyaman. Pastikan pula bila Anda merasa nyaman selama dikeramasi dan memberi tahu staff salon ketika leher terasa ganjal lalu bergantilah posisi. (itn/itn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads