True Story: Wanita Ini Sembuh dari Jerawat Pasca Stop Konsumsi Susu
Aulia Rizky - wolipop
Kamis, 17 Des 2015 15:38 WIB
Jakarta
-
Jerawat identik sebagai masalah kulit yang dialami anak remaja. Namun sebenarnya tak sedikit juga orang dewasa yang tetap bermasalah dengan wajah berjerawat. Bagaimana cara mengatasi jerawat di usia dewasa?
Editor kecantikan sebuah majalah di Inggris, Casey Powney, berbagi pengalamannya menyembuhkan jerawat di usia dewasa. Dalam tulisannya di Cosmpolitan Inggris, Casey mengungkapkan awalnya dia memiliki kulit normal tanpa ada masalah. Namun pada 2014, jerawat bermunculan, hingga seperti beruntus di wajahnya.
Casey mengira jerawat yang ada di wajahnya hanya timbul karena perubahan cuaca dari musim gugur ke musim dingin. Memang terkadang, jerawat bisa muncul karena adanya respon kulit wajah terhadap cuaca dan lingkungan. Tapi ternyata setelah musim dingin berakhir justru masalah di wajahnya bertambah parah.
Menurut pengakuannya, Casey sudah mencoba datang ke klinik kecantikan untuk mengobati jerawatnya. Dari krim jerawat yang diberikan dari klinik kecantikan tersebut, jerawat yang ada di wajahnya dapat hilang. Namun setelah seminggu jerawatnya timbul kembali. Casey sadar bahwa 'akar' jerawat masih ada di wajahnya.
Saat sedang dilanda kebingungan mencari solusi untuk mengatasi jerawatnya ini, Casey membaca artikel mengenai produk susu dan olahannya. Dari sana dia tahu bahwa orang yang alergi dengan produk tersebut bisa berdampak pada kesehatan kulit mereka.
Casey pun mulai bereksperimen untuk mengetahui apakah memang sebenarnya jerawatnya disebabkan karena dia rutin mengonsumsi produk olahan susu hewan atau tidak. Dalam kesehariannya wanita ini mengaku rutin mengonsumsi latte (kopi yang mengandung susu).
Setelah seminggu tidak mengoonsumsi latte, jerawat di wajahnya perlahan hilang. Untuk menggantikan susu hewan di dalam campuran teh dan kopinya, Casey menggantinya dengan susu kedelai. Dan hasilnya, kurang dari sebulan kulit wajahnya bebas jerawat alias mulus.
Pakar kecantikan, dr. Tery Long mengatakan, alergi pada jenis makanan tertentu memang bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan di usus. "Usus berkontribusi 70% ke sistem imun manusia dan ketika terganggu dapat menimbulkan jerawat, ruam pada kulit bahkan sinus.” Ditambahkan dr. Tery, produk susu hewani dan olahannya seringkali menjadi pemicu masalah pencernaan ini.
Jika Anda memiliki jerawat membandel, coba cek apakah jerawat tersebut muncul karena Anda tidak toleran terhadap produk susu dan olahannya atau tidak. Caranya Anda harus melakukan diet dengan sistem eliminasi. "Jangan mengonsumsi makanan yang dapat menimbulkan jerawat seperti susu selama tiga minggu. Setelah itu Anda bisa memakan kembali makanan yang sudah di eliminasi satu per satu setiap tiga hari, kemudian lihat bagaimana responnya terhadap kulit," ujar dr. Terry. Jika kulit Anda berekasi terhadap satu makanan, artinya kulit Anda tidak bisa menerima makanan tersebut.
(eny/eny)
Editor kecantikan sebuah majalah di Inggris, Casey Powney, berbagi pengalamannya menyembuhkan jerawat di usia dewasa. Dalam tulisannya di Cosmpolitan Inggris, Casey mengungkapkan awalnya dia memiliki kulit normal tanpa ada masalah. Namun pada 2014, jerawat bermunculan, hingga seperti beruntus di wajahnya.
Casey mengira jerawat yang ada di wajahnya hanya timbul karena perubahan cuaca dari musim gugur ke musim dingin. Memang terkadang, jerawat bisa muncul karena adanya respon kulit wajah terhadap cuaca dan lingkungan. Tapi ternyata setelah musim dingin berakhir justru masalah di wajahnya bertambah parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sedang dilanda kebingungan mencari solusi untuk mengatasi jerawatnya ini, Casey membaca artikel mengenai produk susu dan olahannya. Dari sana dia tahu bahwa orang yang alergi dengan produk tersebut bisa berdampak pada kesehatan kulit mereka.
Casey pun mulai bereksperimen untuk mengetahui apakah memang sebenarnya jerawatnya disebabkan karena dia rutin mengonsumsi produk olahan susu hewan atau tidak. Dalam kesehariannya wanita ini mengaku rutin mengonsumsi latte (kopi yang mengandung susu).
Setelah seminggu tidak mengoonsumsi latte, jerawat di wajahnya perlahan hilang. Untuk menggantikan susu hewan di dalam campuran teh dan kopinya, Casey menggantinya dengan susu kedelai. Dan hasilnya, kurang dari sebulan kulit wajahnya bebas jerawat alias mulus.
Pakar kecantikan, dr. Tery Long mengatakan, alergi pada jenis makanan tertentu memang bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan di usus. "Usus berkontribusi 70% ke sistem imun manusia dan ketika terganggu dapat menimbulkan jerawat, ruam pada kulit bahkan sinus.” Ditambahkan dr. Tery, produk susu hewani dan olahannya seringkali menjadi pemicu masalah pencernaan ini.
Jika Anda memiliki jerawat membandel, coba cek apakah jerawat tersebut muncul karena Anda tidak toleran terhadap produk susu dan olahannya atau tidak. Caranya Anda harus melakukan diet dengan sistem eliminasi. "Jangan mengonsumsi makanan yang dapat menimbulkan jerawat seperti susu selama tiga minggu. Setelah itu Anda bisa memakan kembali makanan yang sudah di eliminasi satu per satu setiap tiga hari, kemudian lihat bagaimana responnya terhadap kulit," ujar dr. Terry. Jika kulit Anda berekasi terhadap satu makanan, artinya kulit Anda tidak bisa menerima makanan tersebut.
(eny/eny)










































