Wanita yang Direkomendasikan Melakukan Pengencangan Vagina
Semakin berkembangnya teknologi di dunia medis kecantikan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kekencangan tubuh, termasuk area organ intim wanita. Salah satunya melalui operasi vaginoplasty atau operasi pengencangan vagina.
Tetapi banyak wanita yang tidak berani untuk melakukan operasi tersebut sehingga mereka memilih cara yang dinilai lebih aman dan tidak berisiko tinggi, yakni tindakan peremajaan vagina dengan teknik laser yang dikenal dengan nama vaginal tightening. Metode ini bekerja dengan cara menghantarkan panas pada dinding vagina hingga terjadi pembentukkan kolagen baru agar vagina lebih elastis, kenyal, dan kencang.
Jika Anda ingin mencoba perawatan ini, sebaiknya ketahui dulu hal-hal berikut ini. Apa saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dipaparkan oleh dr. Holly Banerjee, M.D dari 8th Avenue Clinic, sebelum melakukan tindakan vaginal tightening ada baiknya untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan, pasien memiliki alergi terhadap obat tertentu.
"Saat pertama kali kunjungan, kita tanya riwayat penyakit pasien. Apakah ia ada penyakit atau alergi terhadap obat-obatan tertentu. Tetapi sejauh ini tindakan peremajaan dinding vagina tidak ada yang menimbulkan alergi," ujarnya saat ditemui di SKYE, Menara BCA, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).
Baca Juga : 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
2. Usia
Vaginal tightening dikhususkan untuk wanita yang sudah pernah menjalani proses melahirkan secara normal dan wanita yang telah memasuki masa menopause. Tidak ada patokan usia yang memperbolehkan seseorang menjalani tindakan laser peremajaan dinding vagina ini.
"Kita tidak bisa mematok usia ya. Kalau dia usinya masih 30 tapi sudah melahirkan tiga kali atau aktif secara seksual meski belum melahirkan, bisa melakukan vaginal tightening. Tergantung dari keluhan yang si pasien rasakan, mau melakukan laser setelah melahirkan juga bisa. Tindakan ini tidak dianjurkan untuk wanita yang masih perawan," katanya.
Untuk pasien yang ingin menjalankan vaginal tightening setelah melahirkan, dokter 32 tahun ini menyarankan untuk melakukannya setelah tiga bulan pasca melahirkan. Karena pada saat tersebut, produksi kolagen di dalam dinding vagina mulai berfungsi dengan baik.
3. Daya Ketahanan
Dokter lulusan Universitas Tarumanegara Jakarta ini mengatakan, proses vaginal tightening dilakukan hanya dalam satu kali perawatan dengan durasi 15 - 30 menit. Setelah itu, hasilnya mulai bisa dirasakan. Proses laser dinding vagina ini memiliki daya tahan yang cukup lama, tergantung dari seberapa sering melakukan hubungan suami-istri.
4. Cara Perawatan
Dokter yang sudah 8 tahun menggeluti dunia kecantikan medis ini menyarankan untuk memperhatikan cara merawat organ intim kewanitaan agar hasil vaginal tightening bisa tahan lama. "Daerah intim kan sangat sensitif sekali, sebaiknya saat mencucinya jangan terlalu digosok keras. Pakai sabun pembersih yang tidak ada parfumnya," pungkasnya.










































