Yang Membuat Perawatan Jerawat dengan Laser Kini Juga Disukai Pria
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 23 Okt 2015 16:20 WIB
Jakarta
-
Jerawat menjadi masalah kulit yang dialami banyak orang baik wanita maupun pria. Pada pria, jerawat sering tumbuh ketika remaja karena pengaruh perubahan hormon. Karena kelenjar minyak yang lebih aktif, terkadang jerawat pada laki-laki jenisnya lebih parah dan ukurannya lebih besar sehingga kerap menimbulkan bekas. Alhasil, timbullah parut di wajah ketika mereka beranjak dewasa.
Bekas jerawat yang menimbulkan luka dalam memang lebih sulit disembuhkan. Jangankan krim perawatan, chemical peeling serta microdermabrasi kadang kurang optimal untuk mengatasinya. Jika begitu, tindakan menggunakan laser pun menjadi cara efektif serta efisien untuk menyamarkan tekstur kulit yang tidak rata itu.
"Pasien laki-laki semakin banyak yang meminta laser. Favoritnya adalah jenis CO2 untuk mengatasi bopeng. Kasus jerawat pada masa remaja pria memang lebih besar. Saat dewasa, ada sisa-sisa bopeng dan kecokelatan. Sekarang mereka makin mapan jadi bisa perbaiki bopeng," ungkap dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKk dalam talkshow yang diadakan Bamed Skin Care di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Tak seperti wanita, pria memang lebih cuek menghadapi permasalahan kulitnya. Mereka tidak suka terlalu repot dan terlihat memakai krim perawatan. Hal itu masih diatasi dengan memberikan krim bertekstur gel atau lotion. Namun ada pula beberapa pasiennya yang bahkan tak mau menggunakan krim perawatan apapun. Jika begitu, selain laser, apa solusinya?
"Banyak pria yang nggak mau kemerahan atau terlihat oily. Mereka juga nggak mau terlihat seperti pakai makeup di keseharian. Padahal sunblock yang SPF-nya tinggi pasti membuat wajah putih. Ada juga nggak mau pakai krim sama sekali, mereka biasanya masih bisa mentolerir obat minum," tambah.
Mengenai jerawat pada remaja pria, dr. Yuda Ilhamsyah, SpKk yang sering menangani kasus tersebut pun memberikan sarannya. Yakni agar pria tidak malu berkonsultasi dan berobat pada ahlinya. Ada baiknya pula untuk tidak menghindari asupan bergizi hanya demi menghindari jerawat. "Kalau remaja jangan dilarang makan makanan yang baik untuk pertumbuhan, seperti susu atau cokelat. Hindari saja kebiasaan merokok dan alkohol." saran Yuda
(ami/ami)
Bekas jerawat yang menimbulkan luka dalam memang lebih sulit disembuhkan. Jangankan krim perawatan, chemical peeling serta microdermabrasi kadang kurang optimal untuk mengatasinya. Jika begitu, tindakan menggunakan laser pun menjadi cara efektif serta efisien untuk menyamarkan tekstur kulit yang tidak rata itu.
"Pasien laki-laki semakin banyak yang meminta laser. Favoritnya adalah jenis CO2 untuk mengatasi bopeng. Kasus jerawat pada masa remaja pria memang lebih besar. Saat dewasa, ada sisa-sisa bopeng dan kecokelatan. Sekarang mereka makin mapan jadi bisa perbaiki bopeng," ungkap dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKk dalam talkshow yang diadakan Bamed Skin Care di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak pria yang nggak mau kemerahan atau terlihat oily. Mereka juga nggak mau terlihat seperti pakai makeup di keseharian. Padahal sunblock yang SPF-nya tinggi pasti membuat wajah putih. Ada juga nggak mau pakai krim sama sekali, mereka biasanya masih bisa mentolerir obat minum," tambah.
Mengenai jerawat pada remaja pria, dr. Yuda Ilhamsyah, SpKk yang sering menangani kasus tersebut pun memberikan sarannya. Yakni agar pria tidak malu berkonsultasi dan berobat pada ahlinya. Ada baiknya pula untuk tidak menghindari asupan bergizi hanya demi menghindari jerawat. "Kalau remaja jangan dilarang makan makanan yang baik untuk pertumbuhan, seperti susu atau cokelat. Hindari saja kebiasaan merokok dan alkohol." saran Yuda
(ami/ami)











































