Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Perbaiki Payudara Kendur, Wanita Ini Jalani Operasi Berisiko Merusak Puting

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 15 Okt 2015 16:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. E!
Jakarta -

Payudara kendur tentu akan menimbulkan rasa tidak percaya diri. Apalagi jika hal tersebut sudah terjadi di usia yang tergolong dini. Wajar saja jika seorang wanita bernama Leslie memutuskan untuk menempuh jalan operasi demi memperbaiki payudaranya.

Sayangnya karena pemilihan tindakan yang kurang tepat, prosedur tersebut menyebabkan buah dada Leslie semakin turun. Ia pun nekad untuk menjalani operasi lagi yang bisa menyebabkannya kehilangan puting. Lalu apa yang terjadi pada payudara wanita asal Amerika Serikat pasca operasi?

Leslie merupakan salah satu dari pasien operasi kosmetika yang tampil pada seri realiti Botched. Acara yang disiarkan di stasiun E! tersebut mengikuti proses pengecilan dan pengangkatan payudara yang dilakukan wanita berukuran dada 36DD tersebut. Alasan Leslie melakukan prosedur itu adalah karena payudaranya sudah sangat turun dan asimetris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekenduran payudara Leslie sebenarnya sudah dialami sejak dia berusia 18 tahun. Karena membuatnya tidak percaya diri, ia pun menemui dokter bedah untuk meminta diperbaiki. Sayangnya, dokter tersebut hanya memasang implan untuk mengisi kulit yang mengalami pengenduran. Prosedur seharga Rp 80 jutaan ternyata kurang tepat karena tidak dilakukan dengan pengencangan payudara.

"Aku baru berusia 18 tahun. Itu memalukan ketika berjalan dengan payudara menurun. (Setelah operasi) aku masih memiliki permasalahan yang sama tetapi bertambah parah," kata Leslie.

Menurut dokter bedah yang menangani Leslie yakni Paul Nassif dan Terry Dubrow, kondisi payudara wanita 31 tahun ini telah mencapai stadium empat. Tingkatan tersebut tergolong kekenduran cukup parah yang bisa dialami seorang wanita.

Meski bisa mengembalikan kepercayaan diri Leslie, operasi ini bukan tanpa efek samping. Dokter mengatakan jika prosuder tersebut bisa membahayakan puting dan meninggalkan bekas yang cukup terlihat.

"Semakin menurun, semakin besar pula risiko pada puting ketika Anda harus mengangkatnya. Bukan hanya payudara Anda sangat kendur tapi juga asimetris," ungkap Dokter Terry.

Meski berisiko, ternyata Leslie bersedia melakukan prosedur tersebut. "Jika aku kehilangan sebuah puting, itu tidak masalah. Aku hanya ingin merasa seperti orang normal dengan payudara normal. Aku tidak khawatir tentang puting. Itu hanya puting," ungkap Leslie.

Operasi pengencangan payudara pun dilakukan. Untungnya, prosedur tersebut berhasil dan tidak melukai puting wanita 31 tahun tersebut sama sekali. Setelah tindakan itu, Leslie yang berprofesi sebagai DJ tersebut pun menjadi lebih bahagia dan percaya diri.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads