Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Masalah Kulit Dehidrasi yang Banyak Dialami Orang Perkotaan

Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 03 Okt 2015 13:05 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Paparan polusi, debu, sinar matahari, serta ‎penggunaan produk perawatan yang kurang tepat bisa menyebabkan berbagai permasalahan kulit. Bukan hanya menjadikannya berjerawat, kusam, atau terbakar, dehidrasi atau kekurangan air juga bisa terjadi pada kulit wajah.

Permasalahan dehidrasi kulit mungkin belum dipahami oleh banyak orang. Dr. Aryani Sudharmoni SpKK (K) ‎bahkan mengatakan, banyak pasiennya tidak menyadari jika mereka mengalami problema ini. Dokter spesialis kulit tersebut mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bisa ditandai oleh kulit yang berminyak namun terasa ketat di waktu yang bersamaan. Kemudian tampak pula tampilan bersisik serta kusam. Lalu sering timbul jerawat di daerah T-zone (dahi, hidung, dagu).

‎"Jerawat tidak kunjung sembuh di T-zone, sementara bagian lain bersih, itu juga tanda-tanda kulit dehidrasi. Karena kulit paling banyak mengeluarkan minyak di daerah itu," ungkap dermatologist pemilik Senopati Skin Center tersebut ketika peluncuran Bioderma Hydrabio di Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Aryani, kondisi kulit tersebut umum dialami masyarakat perkotaan, terutama kota besar seperti Jakarta yang sering terpapar sinar matahari, polusi, serta udara dari air conditioner. Faktor tersebut menyebabkan kulit kekurangan air sehingga dehidrasi. Penggunaan produk perawatan kulit yang kurang tepat juga dapat memicu permasalahan ini.

Baca Juga: 50 Inspirasi Batik Modern

"Ketika kita terekspos sinar matahari dan polusi, sangat penting untuk merawat wajah maupun badan dengan produk yang jangan merusak kulit. Yang merusak itu seperti kadar alkohol dan sabun detergennya tinggi. Itu bisa menghilangkan lemak di kelenjar kulit untuk proteksi," jelas Aryani.

‎Sebagian dari Anda mungkin masih merasa sulit untuk membedakan masalah kulit dehidrasi ini dengan tipe kulit kering. Aryani pun menjelaskan jika tipe kulit kering adalah bawaan sejak lahir yang biasanya merupakan faktor genetis serta permanen. Sementara dehidrasi sifatnya hanya sementara. Pemilik kulit ini pun akan mendapati hanya bagian wajahnya saja yang terasa berminyak.

Untuk mengatasinya, Anda perlu memperhatikan pemilihan produk perawatan. Jika bisa pilih yang dihadirkan dengan bahan dasar air serta banyak minum air putih.

"Yang paling esensial adalah minum air minimal delapan gelas sehari. Cari produk berbahan dasar air karena tubuh kita 80% air. Pelembab berbentuk lotion juga belum tentu diperlukan karena di cuaca tropis bukan butuh minyak tapi air," terang Aryani.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads