Ingin Hilangkan Tato, Kulit Jessica Malah Terbakar dan Mengelupas
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 29 Sep 2015 14:48 WIB
Jakarta
-
Banyak orang yang menorehkan tato karena momen tertentu, misalnya mentato nama kekasih sebagai tanda cinta. Namun, ada baiknya Anda bijak saat mentato tubuh karena dikemudian hari bisa menyesal karena salah memilih ukiran tato.
Hal tersebut dialami oleh wanita bernama Jessica Hardy dari Hereford, Inggris. Wanita 23 tahun itu menyesal pernah menorehkan nama mantan kekasihnya di lengannya. Hingga Jessica terobsesi untuk menghilangkan tato tersebut dengan membeli cairan penghilang tato lewat online.
Nasib sial dan penyesalan lebih besar kemudian menghampirinya. Produk penghilang tato dengan harga 15 poundsterling atau sekitar Rp 300 ribuan itu malah melukai kulitnya yang membuat lengannya terbakar hingga kulitnya terkelupas. Kondisi tersebut bahkan terlihat lebih parah karena daging di lengannya sampai terlihat.
"Rasanya seperti seseorang membakar tanganku, menyulutkan api lalu ditimpa dengan ketel panas di atasnya," ujar Jessica menceritakan rasa sakitnya yang teramat sangat kepada BBC dalam acara 'Inside Out'.
Hal tersebut terjadi karena cairan penghilang tato mengandung bahan kimia berbahaya yang sebenarnya tidak boleh langsung terkena kulit. Dermatologis, Dr. Sean Lanigan menerangkan bahwa bahan yang disebut TCA yang terkandung dalam produk penghilang tato yang dipakai Jessica itu bahkan telah dilarang dipakai dalam dunia kosmetik.
"Aku tidak percaya, aku benar-benar terkejut karena sangat buruk. Aku pikir itu bisa menjadi penghilang tato," katanya menyesal.
Ibu satu anak itu mengaku sangat ingin menghilangkan tato bertuliskan nama mantan kekasihnya itu karena kesal dengan hubungannya yang harus berakhir. Jessica sudah tahu bahwa prosedur yang tepat untuk menghilangkan tato adalah dengan menggunakan laser, namun ia tergoda untuk mencoba produk yang lebih murah.
Setelah mencari dari Youtube, dia melihat ada orang yang berhasil menghilangkan tato dengan cairan asam. Namun nyatanya, kulit Jessica malah terbakar karena bahan cairan tato tersebut berbahaya bagi kesehatan.
(kik/kik)
Hal tersebut dialami oleh wanita bernama Jessica Hardy dari Hereford, Inggris. Wanita 23 tahun itu menyesal pernah menorehkan nama mantan kekasihnya di lengannya. Hingga Jessica terobsesi untuk menghilangkan tato tersebut dengan membeli cairan penghilang tato lewat online.
Nasib sial dan penyesalan lebih besar kemudian menghampirinya. Produk penghilang tato dengan harga 15 poundsterling atau sekitar Rp 300 ribuan itu malah melukai kulitnya yang membuat lengannya terbakar hingga kulitnya terkelupas. Kondisi tersebut bahkan terlihat lebih parah karena daging di lengannya sampai terlihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut terjadi karena cairan penghilang tato mengandung bahan kimia berbahaya yang sebenarnya tidak boleh langsung terkena kulit. Dermatologis, Dr. Sean Lanigan menerangkan bahwa bahan yang disebut TCA yang terkandung dalam produk penghilang tato yang dipakai Jessica itu bahkan telah dilarang dipakai dalam dunia kosmetik.
"Aku tidak percaya, aku benar-benar terkejut karena sangat buruk. Aku pikir itu bisa menjadi penghilang tato," katanya menyesal.
Ibu satu anak itu mengaku sangat ingin menghilangkan tato bertuliskan nama mantan kekasihnya itu karena kesal dengan hubungannya yang harus berakhir. Jessica sudah tahu bahwa prosedur yang tepat untuk menghilangkan tato adalah dengan menggunakan laser, namun ia tergoda untuk mencoba produk yang lebih murah.
Setelah mencari dari Youtube, dia melihat ada orang yang berhasil menghilangkan tato dengan cairan asam. Namun nyatanya, kulit Jessica malah terbakar karena bahan cairan tato tersebut berbahaya bagi kesehatan.
(kik/kik)











































