Serba-serbi Keramas
Seberapa Sering Sebaiknya Keramas? Ini Pendapat Para Pakar Rambut
Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 20 Agu 2015 17:20 WIB
Jakarta
-
Mungkin Anda mendengar bahwa sering keramas dapat membuat rambut lebih sehat, tapi atau ada juga yang berpendapat bahwa jangan terlalu sering mencuci rambut karena malah membuat rambut jadi tidak sehat. Mana pendapat yang benar? Menurut ahli tidak ada jawaban pasti tentang seberapa sering Anda boleh keramas. Semua tergantung dari jenis rambut dan cara Anda menata rambut.
Seperti dikutip Telegraph, hairstylist Anna Cofone menyarankan untuk keramas setiap tiga atau empat hari sekali. Namun, pemilik rambut yang sangat halus biasanya perlu keramas setiap hari karena rambut tipikal seperti itu mudah lepek.
Senada dengan Anna, Carolyn Goh, MD, asisten profesor di sekolah kedokteran David Geffen School di UCLA juga mengatakan bahwa diperbolehkan keramas setiap hari bagi pemilik rambut sangat berminyak karena memiliki helaian tipis dan halus atau yang disebut fine hair.
"Ketika Anda memiliki kulit kepala berminyak, maka keramas setiap hari dibutuhkan," jelasnya seperti dikutip Web MD.
Tapi, Anna memberikan solusi lain selain dengan keramas menggunakan shampo. Anda bisa menggunakan dry shampoo sebagai alternatif dari keramas.
"Dalam kasus tersebut, dry shampoo menjadi solusi pintar untuk menyerap minyak dan membuat rambut lebih bervolume," saran Anna.
Andrew Bidwell, pakar rambut dan pemilik brand perawatan rambut Swell menegaskan bahwa pastikan cara keramas Anda sudah benar. Menurutnya, jangan terlalu keras saat menggosok rambut ketika keramas karena akan memicu produksi sebum (minyak alami) lebih banyak sehingga rambut cepat lepek.
"Memijat kulit kepala dengan lembut saat keramas membuat kelenjar minyak berproduksi secara kecil sehingga mencegah rambut menjadi berminyak," katanya.
Sedangkan John Frieda, hair stylist asal Inggris berpendapat bahwa Anda boleh mencuci rambut ketika ingin mendapatkan penampilan rambut terbaik walaupun di hari sebelumnya sudah keramas. Menurutnya, rambut yang bersih akan memudahkan saat menata rambut dengan alat panas (blow rambut dan mencatok). Rambut akan lebih mudah ditata dan cepat mengembang ketika kulit kepala bersih dan tidak berminyak.
(kik/kik)
Seperti dikutip Telegraph, hairstylist Anna Cofone menyarankan untuk keramas setiap tiga atau empat hari sekali. Namun, pemilik rambut yang sangat halus biasanya perlu keramas setiap hari karena rambut tipikal seperti itu mudah lepek.
Senada dengan Anna, Carolyn Goh, MD, asisten profesor di sekolah kedokteran David Geffen School di UCLA juga mengatakan bahwa diperbolehkan keramas setiap hari bagi pemilik rambut sangat berminyak karena memiliki helaian tipis dan halus atau yang disebut fine hair.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, Anna memberikan solusi lain selain dengan keramas menggunakan shampo. Anda bisa menggunakan dry shampoo sebagai alternatif dari keramas.
"Dalam kasus tersebut, dry shampoo menjadi solusi pintar untuk menyerap minyak dan membuat rambut lebih bervolume," saran Anna.
Andrew Bidwell, pakar rambut dan pemilik brand perawatan rambut Swell menegaskan bahwa pastikan cara keramas Anda sudah benar. Menurutnya, jangan terlalu keras saat menggosok rambut ketika keramas karena akan memicu produksi sebum (minyak alami) lebih banyak sehingga rambut cepat lepek.
"Memijat kulit kepala dengan lembut saat keramas membuat kelenjar minyak berproduksi secara kecil sehingga mencegah rambut menjadi berminyak," katanya.
Sedangkan John Frieda, hair stylist asal Inggris berpendapat bahwa Anda boleh mencuci rambut ketika ingin mendapatkan penampilan rambut terbaik walaupun di hari sebelumnya sudah keramas. Menurutnya, rambut yang bersih akan memudahkan saat menata rambut dengan alat panas (blow rambut dan mencatok). Rambut akan lebih mudah ditata dan cepat mengembang ketika kulit kepala bersih dan tidak berminyak.
(kik/kik)











































