Makan Yoghurt Tak Hanya Sehatkan Pencernaan, Tapi Juga Kurangi Jerawat

Hestianingsih - wolipop Minggu, 12 Jul 2015 11:56 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Jerawat umumnya muncul saat seseorang beranjak remaja karena produksi sebum yang berlebihan. Namun bagi sebagian orang, jerawat masih saja muncul setelah lewat usia 20 tahun, 30 tahun bahkan hingga 40 tahun.

Perawatan dengan obat medis menjadi salah satu solusinya, tapi pada beberapa orang dengan kulit sensitif, obat berbahan kimia justru bisa membuat jerawat bertambah parah. Beruntung, sejumlah komunitas peneliti telah mengetes beberapa pengobatan alami yang terbukti sukses menghilangkan atau setidaknya meredakan jerawat.

Salah satunya adalah probiotik, bakteri hidup yang baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Ketika kadar probiotik di dalam tubuh rendah, infeksi dan peradangan cenderung lebih mudah terjadi pada tubuh.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam US National Library of Medicine dari National Institute of Health menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu mengurangi produksi sebum yang berlebihan, memicu pengurangan pembentukan bakteri jahat dan akhirnya mengurangi peradangan.

Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Lebaran 2015

Dikutip dari She Knows, sebuah percobaan berskala kecil menunjukkan, pasien yang rajin mengonsumsi probiotik Lactobacillus acidophilus dan Lactobacillus bulgaricus, kondisi kulit berjerawatnya jadi lebih baik hingga 80 persen. Jadi bisa disimpulkam, dengan mengonsumsi makanan atau suplemen mengandung dua jenis bakteri tersebut bisa membantu mengurangi jerawat khususnya yanf sedang meradang.

Lactobacillus acidophilus umumnya banyak terdapat pada yoghurt dan beberapa jenus keju. Sementara Lactobacillus bulgaricus banyak terkandung pada acar, keju juga segala jenis keju.

Untuk suplemen, pilih yang mengandung CFU tinggi dan selalu simpan dalam kulkas agar bakteri tidak mati atau rusak. Konsumsilah secukupnya, 1-2 pil suplemen sehari, atau dua cup yoghurt per harinya. 

(hst/hst)