Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

#BoobsOverBellybuttons, Kampanye Periksa Kesehatan Payudara yang Mendunia

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 18 Jun 2015 16:03 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Pekan lalu selfie dengan gaya memegang pusar dengan tangan menjadi tren. Namun cara memegangnya bukan asal pegang, melainkan harus menyentuhnya dari belakang punggung. Tren selfie yang juga itu kemudian menjadi viral dengan tagar #BellyButtonChallenge.

Selfie #BellyButtonChallenge yang berawal dari pengguna situs jejaring sosial di China ini mendatangkan kritik. Adalah brand lingerie Curvy Kate dari Inggris yang menganggap selfie tersebut tidak mengkampanyekan imej positif tubuh. Orang-orang justru bisa tergerak untuk diet mati-matian demi bisa mendapatkan tubuh kurus sehingga dapat megikuti tantangan memegang pusar dengan tangan dari belakang punggung itu.

Mencoba mengkampanyekan imej tubuh yang lebih positif, Curvy Kate pun membuat gerakan untuk 'melawan' tagar #BellyButtonChallenge itu. Gerakan tersebut adalah foto selfie dengan memamerkan payudara di situs jejaring sosial dengan menyertakan tagar #BoobsOverBellybuttons.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancara dengan BuzzFeed, juru bicara Curvy Kate, Hannah Isichei, mengatakan gerakan #BoobsOverBellybuttons itu dibuat agar wanita lebih mempedulikan kesehatan payudaranya. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah dengan rutin memeriksa payudara sebagai deteksi paling dini adanya penyakit kanker atau tidak.

Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Lebaran 2015

"Ada banyak hal lebih penting untuk diperiksa di tubuh dibandingkan mengetahui apakah tanganmu lentur atau tidak untuk menyentuh pusar," tulis Curvy Kate dalam blog mereka. "Kami ingin mendorong kalian untuk memeriksa payudara dan mengetahui apakah bentuknya normal atau tidak daripada melakukan tantangan yang konyol itu," tambahnya lagi.

Gerakan #BoobsOverBellybuttons itu kini sudah mendunia. Banyak wanita mengikuti aksi selfie pamer payudara ini. Menurut pihak CurvyKate, gerakan yang mereka lakukan bukan untuk menunjukkan seperti apa bentuk payudara yang ideal, justru dengan adanya gerakan tersebut, semua wanita bisa melihat betapa beragamnya bentuk payudara.

"Tidak ada yang bisa menentukan mana tipe yang sempurna atau bentuk atau ukuran yang ideal. Dan ini juga bukan hanya tentang kesehatan. Tapi kami memiliki pengikut pintar yang mau membantu kami melawan kampanye imej tubuh negatif di luar sana," ujar Isichei.

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads