Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tak Disarankan Warnai Rambut Sendiri, Ini Tips Jika Terpaksa Melakukannya

wolipop
Kamis, 09 Apr 2015 06:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Mewarnai rambut merupakan salah satu langkah wanita demi terlihat lebih cantik dan menarik‎. Hal ini juga sering dilakukan untuk menutupi tampilan uban sehingga wanita bisa tampil semakin percaya diri.

Proses pewarnaan rambut memang sebaiknya dilakukan oleh ahlinya di salon kecantikan. Namun dengan segala kesibukan para wanita modern, mereka belum tentu punya waktu untuk pergi mengurus diri ke tempat perawatan. Alhasil sebagian wanita terpaksa memilih untuk melakukannya sendiri di rumah dengan cat rambut instan yang dijual di pasaran. Selain tak butuh banyak waktu, langkah ini dinilai lebih murah.

Sayangnya cara itu tidak disarankan oleh para penata rambut profesional, termasuk Uros Mikic. Sebagai salah satu hairstylist terbaik Australia, tentu ia tidak setuju jika orang mewarnai rambut sendiri. Alasannya, cat rambut di pasaran diciptakan untuk semua orang padahal kondisi rambut setiap individu belum tentu sama. Terlebih banyak sekali kliennya di salon Kinky Curly Straight Australia yang datang untuk memperbaiki 'bencana' akibat pewarnaan DIY (Do It Yourself).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pewarnaan rambut adalah sebuah seni. Itulah gunanya Anda datang pada orang yang profesional. Kita sudah dilatih selama bertahun-tahun. Ketika ada klien yang datang dengan rambut rusak karena dicat sendiri, saya hanya bisa tertawa. Menurut saya kalau ingin ikuti tren, datanglah pada yang profesional," ujar Uros saat ditemui Wolipop di kantor L'Oreal di DBS Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2014).

Meski mengetahui konsekuensinya, sebagian wanita masih bertahan untuk mewarnai rambut sendiri. ‎Apakah Anda salah satunya? Jika iya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukannya. Uros menyarankan sebaiknya cat rambut yang akan diaplikasikan sendiri adalah yang berwarna gelap.

"Sesuaikan dengan warna kulit. Pilih yang semi permanen. Jangan yang permanen karena itu akan membuatnya menjadi lebih gelap. Jika Anda ingin warna yang berdimensi datanglah ke penata rambut yang profesional," tegas Matrix Australian Collective Artist itu.

Rusak setelah diwarnai adalah salah satu permasalahan rambut klasik banyak orang. Bagi Anda yang ingin mahkota tetap sehat, pastikan jika produk yang dipilih berkualitas. Bukan hanya agar warnanya tahan lama tapi juga demi kesehatan.

Meski jarang terjadi, cat rambut bisa menyebabkan alergi parah pada kulit. Untuk itu, cobalah produk tersebut di tangan terlebih dahulu. Diamkan beberapa menit untuk melihat apa cat itu akan membuat Anda alergi.

Salah satu tips yang diberikan Uros untuk pewarnaan adalah dengan tidak keramas sehari sebelum melakukannya. "Rambut memiliki kandungan minyak alami yang bisa melindung kulit kepala. Terutama untuk orang Indonesia yang kulit kepalanya banyak yang sensitif." ujarnya lagi.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads