Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ilmuwan Kembangkan Parfum yang Bisa Buat Keringat Berbau Harum

wolipop
Kamis, 02 Apr 2015 16:53 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Tidak ada orang yang mau bermasalah dengan bau badan. Saat 'terkontaminasi' dengan bakteri, keringat yang seharusnya tidak berbau bisa menyebarkan aroma yang menyengat dan tidak sedap.

Tapi keringat kini bisa memiliki aroma yang lebih 'manis', berkat penemuan terkini dari dunia ilmiah. Sejumlah ilmuwan di Irlandia telah menciptakan parfum yang bisa memecah partikel keringat dan baunya akan semakin harum ketika seseorang berkeringat.

Konsep ini terilhami dari cara kerja produk deodoran yang efeknya semakin kuat ketika suhu tubuh seseorang meningkat. Rahasianya terdapat pada campuran yang disebut cairan ion. Cairan ini tidak memiliki aroma yang spesifik, namun bisa 'menelan' bau apa pun dari zat kimia yang bereaksi dengannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti dari Quenn's University of Belfast, Irlandia Utara kemudian mengembangkan versi lainnya. Cairan ion tersebut dibuat agar bisa menyerap bau hanya jika terekspos oleh air. Dalam konteks ini, keringat.

Ketika cairan parfum dimasukkan ke dalam cairan ion, aromanya menjadi hilang. Namun saat dicampurkan dengan air, aroma parfum pun kembali muncul. Semakin banyak air yang ditambahkan, aromanya semakin kuat.

Uniknya lagi cairan ion ini bisa menahan dan memecah senyawa kimia di balik bau keringat yang kurang sedap. Selain untuk wewangian tubuh, cairan ion juga bisa dikembangkan ke dalam produk penyegar ruangan.

Parfum penghilang bau keringat ini masih dalam proses pengembangan dan belum dijadikan produk massal yang bisa dibeli di pasaran. Diharapkan akan segera beredar karena peminatnya tentu tidak akan berjumlah sedikit.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads