Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Petaka Permak Payudara

3 Masalah Mengerikan yang Bisa Terjadi Pasca Operasi Implan Payudara

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 19 Jan 2015 18:24 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Wanita selalu ingin tampil sempurna, tak hanya bicara soal wajah namun juga tubuhnya. Perawatan di meja bedah pun tak jarang menjadi pilihan untuk tampil 'sempurna' secara instan. Salah satu yang paling banyak dilakukan adalah operasi pembesaran payudara.

Persentase pembedahan payudara pun semakin populer di tahun kemarin. Data yang diungkapkan organisasi operasi plastik di Amerika Serikat, terjadi peningkatan sekitar 12% terhadap prosedur kecantikan ini. Masih menurut data yang dirilis oleh American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS), lebih dari 11 juta operasi plastik dan prosedur kecantikan non operasi dilakukan oleh para ahli bedah plastik dan dokter kulit di Amerika Serikat pada 2013.

Meski populer, tak ada jaminan atas keberhasilan operasi implan payudara. Risiko besar tetap saja ada, walau sudah mengeluarkan jutaan rupiah. Dari studi lainnya yang dilakukan oleh National Institute of Medicine, 25 dari 40 persen wanita yang melakukan implan, memerlukan operasi lainnya lagi untuk membenahi estetika dari payudaranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr. Eddy Karta, SpKK. Dokter kulit dan kelamin yang berpraktek di RS Cipto Mangungkusumo menjelaskan kegagalan operasi plastik bisa terjadi karena kesalahan prosedur atau karena kesalahan bahan. "Kesalahan bahan misalnya silikon cair yang sekarang sudah tidak digunakan lagi," ujarnya melalui email kepada Wolipop.

Kegagalan operasi plastik bisa juga terjadi ketika tubuh pasien memberikan reaksi yang tidak diduga sebelumnya. Reaksi penolakan yang dapat terjadi adalah granuloma silikon pada wanita dengan implan payudara yaitu kondisi kulit yang memburuk akibat reaksi terhadap cairan silikon. Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan operasi pembesaran payudara, pahami dulu risiko terburuk yang mungkin terjadi pada tubuh Anda, apa saja?

1. Payudara Berubah Bentuk
Tidak semua operasi plastik memberi hasil memuaskan dalam jangka panjang. Mungkin awalnya sesuai keinginan, namun lama-kelamaan jadi berubah bentuk dan terlihat menyeramkan. Ada wanita yang payudaranya bergeser karena implan, turun, sampai berubah bentuk menjadi kotak tak beraturan. Kasus seperti ini umumnya terjadi karena salah prosedur dan bahan implan yang ditanam tidak dengan mutu terjamin. Perubahan bentuk tubuh, seperti naik berat badan pun dapat memengaruhi perubahan payudara pasca operasi.

"Jika pengerjaan awal dilakukan oleh orang yang tidak kompeten maka tindakan koreksi akan sangat sulit. Umumnya dalam operasi kosmetik yang gagal, koreksi lebih sulit, lama dan biaya lebih besar dibanding pengerjaan awal," ujar Dr Eddy Karta, SpKK, ketika diwawancara Wolipop melalui email, Kamis (20/2/2014).

2. Payudara Mengecil Atau Membesar dengan Sendirinya
Kesalahan dalam prosedur pengerjaan juga dapat menyebabkan payudara berubah ukuran, bisa membesar atau mengecil dengan sendirinya. Tentu tak ada yang mengharapkan payudara bisa tiba-tiba membesar dan bengkak. Tak hanya menyebabkan sakit pinggang karena beban berlebihan di dada, namun juga berisiko mengalami implan meledak. Menurut pandangan dari beberapa dokter operasi plastik, risiko ini sangat minim terjadi jika dikerjakan oleh orang yang kompeten dengan bahan berkualitas tinggi.

"Implan tidak akan berubah dalam ukuran. Sayangnya beberapa ahli bedah payudara memang belum terlatih sepenuhnya dan tidak mendapatkan sertifikat dari Dewan Bedah Plastik. Mereka kurang teliti dengan pendarahan pada pembuluh yang membuat payudara pasien mereka mengalami pembengkakan dan terlihat memar," tutur Richard H. Tholen, MD, FACS., dokter bedah dari Minneapolis, Amerika.

3. Implan Payudara Meledak
Tak jarang wanita yang mengalami pengalaman buruk dengan implan bocor atau meledak setelah melakukan operasi plastik. Hal itu pun bisa disebabkan oleh banyak hal seperti pemasangan implan yang tidak berkualitas dan belum memiliki garansi internasional. Dokter Enrina Diah, Sp.BP-RE, menegaskan bahwa implan payudara yang bagus tidak akan pecah bahkan garansi seumur hidup. "Ibaratnya dilindas truk saja nggak pecah. Sekarang implan sudah generasi kelima, generasi awal mungkin cell life-nya belum sempurna tapi sekarang sudah kuat. Garansinya lifetime, kalau implan nggak ada keluhan ya nggak perlu diganti," jelas dr. Enrina kepada Wolipop melalui telepon, Kamis (20/2/2014).

Dilanjutkan oleh Enrina, implan payudara pecah juga bisa terjadi karena banyak melakukan aktivitas berat pasca operasi. Oleh karena itu, umumnya dokter akan menyarankan untuk beristirahat total selama seminggu sampai sebulan untuk menghindari risiko pendarahan.

(asf/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads