Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Notox, Perawatan Anti Aging Tanpa Suntik yang Mulai Digemari

wolipop
Selasa, 11 Nov 2014 17:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Berbeda dengan Botox, yang sejak 12 tahun belakangan telah dikenal sebagai 'obat' awet muda, istilah notox mungkin belum familiar di kalangan masyarakat luas. Namun serupa dengan Botox, notox pun merupakan sebuah tindakan estetika yang berfungsi memudarkan tanda-tanda penuaan, seperti keriput dan garis halus.

Yang berbeda, Notox yang lebih mirip seperti perawatan facial ini tidak memasukan bahan kimia maupun cairan apapun ke dalam jaringan kulit sehingga minim efek samping negatif. Di sejumlah negara Barat seperti Inggris serta Amerika Serikat, perawatan tersebut tengah booming dan perlahan menggeser Botox serta filler karena dianggap lebih aman dan hemat.

Notox atau sering juga ditulis No-Tox merupakan sebuah istilah yang merujuk pada perawatan anti-aging tanpa suntik. Belakangan, treatment ini dikenal sebagai alternatif perawatan menggantikan Botox yang kerap dianggap membuat ekspresi wajah cenderung kaku dan mengubah drastis tampilan wajah. Salah satu notox yang cukup dikenal adalah Glabellar Furrow Relaxation (GFX). Perawatan ini mengusung gelombang frekuensi radio untuk melemahkan syaraf yang dapat menyebabkan kulit keriput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak seperti Botox yang 'membekukan' otot wajah secara temporer. GFX tidak mengencangkan kulit dari luar namun lebih memperbaiki syaraf-syaraf yang ada di dalam kulit. Hal tersebut menjadikan notox jarang menimbulkan kesan kaku dan 'cemberut' seperti memakai Botox.

Apa saja fitur wajah yang bisa diperbaiki dari perawatan facial ini? Selain tentu saja mengencangkan dan melembuatkan, notox bisa mengangkat alis dari dalam serta memudar kerutan 'cemberut' di antara bagian mata. Wajah pasien pun bisa langsung terlihat lebih muda.

Seorang ahli bedah asal New York setuju jika perawatan ini merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia kecantikan, "Dari pada saraf-saraf ditutup dengan bahan kimia, kami menstimulasi saraf menggunakan listrik sehingga saraf terkejut dan menutup secara lebih efektif," ungkap Dr Cameron Rokhstar seperti dikutip dari Dailymail.

Jika Botox hanya bisa bertahan tiga bulan sampai satu tahun, notox memiliki daya tahan lebih lama yakni hingga dua tahun. Sebagian orang mungkin merasa khawatir jika ternyata notox memberi hasil yang buruk terhadap wajah. Namun tak banyak pelanggan yang meresahkan hal tersebut. Meski merasakan sedikit sensasi terbakar, tidak nyaman, dan tekanan pada bagian T-zone (area hidung, atas mata, dagu), mereka tak terlalu takut akan risiko kegagalan.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads