Anggun Butuh Waktu Hingga 2 Tahun untuk Ciptakan Parfum Perdana
wolipop
Kamis, 26 Jun 2014 19:08 WIB
Jakarta
-
Penyanyi Anggun mengaku wanita yang perfeksionis dan sangat pemilih. Dua sifat itu juga yang diterapkannya dalam proses pembuatan parfum yang baru saja dirilisnya.
Pada Kamis (26/06/2014), penyanyi yang selalu tampil dengan rambut hitam panjang ini meluncurkan parfum perdananya, Anggun Grace Eau de Parfum. Untuk menjadi sebotol parfum dan siap untuk dipasarkan, mantan juri X Factor itu membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga dua tahun.
"Ide dan proses meracik dua tahun. Karena harus memikirkan yang mau aku sampaikan apa? Mungkin nggak bisa diwujudkan? Ini bukan sesuatu yang aku anggap remeh," ujar Anggun saat acara peluncuran parfumnya di St. Louis Lounge @Lamoda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Proses pembuatan memakan waktu lama karena Anggun ingin menciptakan wewangian yang benar-benar merefleksikan sosok dirinya. "Ya harus picky karena harus punya sesuatu yang bagus. Aku agak lelet memang orangnya," canda penyanyi yang pernah mengisi soundtrack untuk film 'The Transporter II' ini.
Seperti apa kepribadian Anggun dalam sebotol parfum? Penyanyi berdarah Jawa itu bercerita bahwa ia adalah keturunan Asia, khususnya Indonesia yang tinggal di daerah Barat. Maka untuk 'menjelaskan' identitasnya itu dia mengombinasikan aroma khas Timur seperti jeruk nipis, melati, white tea, jahe, dengan wewangian khas Barat dari amber, velvet musk dan bergamot.
Aroma yang diawali kesegaran citrus dan diakhiri kelembutan musk ini menurutnya cocok dikenakan oleh para wanita dengan kepribadian seperti dirinya. Elegan, feminin, tapi di saat yang bersamaan punya pendirian yang kuat serta visi dan misi yang jelas. "Untuk wanita yang confidence, punya banyak cerita dan ide," tutur ibu satu anak ini.
Dalam menciptakan parfum, Anggun bekerjasama dengan BEL Perfumes Ltd., sebuah perusahaan produsen dan importir parfum terkemuka yang berbasis di Thailand. Proses pembuatan parfum sendiri dilakukan di Grasse, sebuah kota yang merupakan pusat penghasil parfum di Prancis. "Semua perfumer datangnya ke Grasse. Itu jadi kebanggaan bagi saya," tambahnya.
Parfum Grace akan segera dipasarkan di department store dan toko-toko parfum terkemuka di Indonesia, mulai akhir Juni 2014 di bawah PT Trans Indo Distributor sebagai distributornya. Parfum dengan ukuran botol 100 ml itu dijual dengan harga Rp 550 ribu.
(hst/eny)
Pada Kamis (26/06/2014), penyanyi yang selalu tampil dengan rambut hitam panjang ini meluncurkan parfum perdananya, Anggun Grace Eau de Parfum. Untuk menjadi sebotol parfum dan siap untuk dipasarkan, mantan juri X Factor itu membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga dua tahun.
"Ide dan proses meracik dua tahun. Karena harus memikirkan yang mau aku sampaikan apa? Mungkin nggak bisa diwujudkan? Ini bukan sesuatu yang aku anggap remeh," ujar Anggun saat acara peluncuran parfumnya di St. Louis Lounge @Lamoda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.
Proses pembuatan memakan waktu lama karena Anggun ingin menciptakan wewangian yang benar-benar merefleksikan sosok dirinya. "Ya harus picky karena harus punya sesuatu yang bagus. Aku agak lelet memang orangnya," canda penyanyi yang pernah mengisi soundtrack untuk film 'The Transporter II' ini.
Seperti apa kepribadian Anggun dalam sebotol parfum? Penyanyi berdarah Jawa itu bercerita bahwa ia adalah keturunan Asia, khususnya Indonesia yang tinggal di daerah Barat. Maka untuk 'menjelaskan' identitasnya itu dia mengombinasikan aroma khas Timur seperti jeruk nipis, melati, white tea, jahe, dengan wewangian khas Barat dari amber, velvet musk dan bergamot.
Aroma yang diawali kesegaran citrus dan diakhiri kelembutan musk ini menurutnya cocok dikenakan oleh para wanita dengan kepribadian seperti dirinya. Elegan, feminin, tapi di saat yang bersamaan punya pendirian yang kuat serta visi dan misi yang jelas. "Untuk wanita yang confidence, punya banyak cerita dan ide," tutur ibu satu anak ini.
Dalam menciptakan parfum, Anggun bekerjasama dengan BEL Perfumes Ltd., sebuah perusahaan produsen dan importir parfum terkemuka yang berbasis di Thailand. Proses pembuatan parfum sendiri dilakukan di Grasse, sebuah kota yang merupakan pusat penghasil parfum di Prancis. "Semua perfumer datangnya ke Grasse. Itu jadi kebanggaan bagi saya," tambahnya.
Parfum Grace akan segera dipasarkan di department store dan toko-toko parfum terkemuka di Indonesia, mulai akhir Juni 2014 di bawah PT Trans Indo Distributor sebagai distributornya. Parfum dengan ukuran botol 100 ml itu dijual dengan harga Rp 550 ribu.
(hst/eny)










































