Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Selain SPF, Wanita Indonesia Butuh Tabir Surya yang Mengandung PA++

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 21 Nov 2013 15:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Sunscreen atau produk pelindung kulit dari matahari selalu terkait dengan kandungan SPF. Sebetulnya, sunscreen yang baik bukan hanya memerlukan SPF saja. Apalagi untuk iklim tropis di Indonesia. Anda juga membutuhkan tabir surya yang memiliki bahan aktif PA++.

Matahari memancarkan sinar UVA dan UVB yang dapat menggangu kesehatan dan kecantikan jaringan kulit. UVB bisa masuk ke lapisan kulit pertama yakni epidermis. Sedangkan UVA lebih parah, dapat masuk lebih dalam ke jaringan dermis.

"Dermis itu tempatnya kolagen-kolagen kita. Di Indonesia banyak UVAnya, UVB ada tapi yang paling banyak UVA. UVA bisa membuat tanning dan efek jangka panjangnya jadi keriput. Sedangkan UVB ditakutkan karena dapat mengubah DNA yang memicu kanker," ujar dr Amaranila Lalita Drijono, SpKK dalam acara Melanox, Kamis (21/11/2013) di Hotel Gran Mahakam, Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan SPF yang ada di banyak sunscreen, menurut dr. Nila, hanya untuk menangkal sinar UVB saja. Sinar UVB terpancar lebih besar di iklim dingin. Sedangkan di iklim tropis seperti di Indonesia, lebih banyak sinar UVA. Cara menangkalnya adalah dengan memilih sunscreen yang mengandung PA (tingkat perlindungan terhadap UVA).

"UVA curah mataharinya tinggi seperti di pantai, di daerah dataran rendah seperti Jakarta. Cari sunscreen yang PA-mininum ++ (PA++)," tambah dokter kulit yang biasa dipanggil Nila itu.

Sehingga kandungan SPF dan PA++ sangat penting dalam sunscreen. Dengan memilih sunscreen yang tepat maka Anda akan mencegah timbulnya flek hitam, kerutan dan kanker kulit.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads