Cegah Osteoporosis Sedini Mungkin
wolipop
Kamis, 29 Jul 2010 18:00 WIB
Jakarta
-
Osteoporosis merupakan penyakit sistematik rendahnya massa tulang dan menurunnya bangunan mikro jaringan tulang. Ditandai dengan kerapuhan, kerentanan, hingga keretakan.
Mengingat demikian besarnya dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat osteoporosis, maka diperlukan upaya untuk mencegahnya sedini mungkin. Berikut cara ampuh untuk mencegah osteoporosis.
1. Konsumsi kalsium yang cukup
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang Anda santap. Salah satunya sumber kalsium, seperti susu. Dua gelas susu sehari, sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Dari dua gelas susu (500 ml), akan diperoleh 1.250 mg kalsium.
2. Berhati-hati dengan penggunaan obat
Beberapa jenis obat dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pengatur pembentukan tulang. Contoh lainnya adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, dan beberapa jenis obat anti-rematik. Obat - obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.
3. Batasi penggunaan garam
Garam dapur terdiri dari unsur natrium dan klorida. Konsumsi natrium yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat dapet berdampak buruk terhadap kesehatan.
Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh melalui urin. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya.
4. Cukupi konsumsi vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dari sistem
pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.
Kebutuhan vitamin D normal per hari adalah 400 IU. Dalam bentuk non-aktif, vitamin D banyak terdapat di bawah kulit. Vitamin D akan menjadi aktif dan berfungsi apabila terpapar sinar matahari pagi yang banyak mengandung ultraviolet. Terpapar sinar matahari sekitar 20 menit per hari, minimal tiga kali seminggu sudah cukup untuk membantu produksi vitamin D.
5. Aktif berolah raga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu olah raga aktif secara rutin
merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang. Adapun bentuk olah raga yang sesuai bagi seseorang yang sudah lanjut usia adalah yang minim benturan seperti aerobik low impact, jalan kaki, bersepeda atau berenang.
Aspek yang harus diperhatikan adalah intensitas, waktu, dan frekuensi olahraga. Kecukupan intensitas diukur dengan menghitung denyut nadi. Denyut nadi normal berkisar antara 70-80 denyut per menit. Waktu berolah raga disarankan 20-40 menit per latihan, sedangkan untuk frekuensi idealnya adalah 3-4 hari per minggu.
6. Bantu dengan obat
Dalam dunia kedokteran mulai banyak dikembangkan berbagai obat pencegah osteoporosis. Jenis obat tersebut di antaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan testosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurun jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause. Hal ini diduga sebagai penyebab osteoporosis utama pada wanita. Obat berisi hormon estrogen yang diberikan pada wanita pasca menopause diharapkan dapat
mencegah osteoporosis.
7. Gaya Hidup Sehat
Merokok, meminum minuman ber-kafein dan ber-alkohol akan menyebabkan hilangnya kalsium dari dalam tubuh. Lakukan olah raga seperti jalan kaki, jogging, bersepeda dan angkat beban untuk meningkatkan kepadatan tulang.
(eya/fer)
Mengingat demikian besarnya dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat osteoporosis, maka diperlukan upaya untuk mencegahnya sedini mungkin. Berikut cara ampuh untuk mencegah osteoporosis.
1. Konsumsi kalsium yang cukup
Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, perlu diperhatikan produk pangan yang Anda santap. Salah satunya sumber kalsium, seperti susu. Dua gelas susu sehari, sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan kalsium. Dari dua gelas susu (500 ml), akan diperoleh 1.250 mg kalsium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jenis obat dapat mengganggu kinerja tulang. Salah satu contohnya adalah obat kortikosteroid yang dapat menekan kerja hormon pengatur pembentukan tulang. Contoh lainnya adalah antasida, obat pencahar, cholestiramine, obat diuretik, dan beberapa jenis obat anti-rematik. Obat - obatan tersebut memiliki efek mengganggu penyerapan kalsium.
3. Batasi penggunaan garam
Garam dapur terdiri dari unsur natrium dan klorida. Konsumsi natrium yang berlebih, baik yang berasal dari garam dapur maupun monosodium glutamat dapet berdampak buruk terhadap kesehatan.
Selain memiliki efek hipertensi, natrium juga berpotensi untuk menghilangkan kalsium dari tubuh. Natrium akan mengeluarkan kalsium dari tubuh melalui urin. Cara menghindari kehilangan kalsium akibat natrium adalah dengan membatasi konsumsinya.
4. Cukupi konsumsi vitamin D
Vitamin D diketahui mampu memelihara kesehatan tulang dengan cara meningkatkan penyerapan kalsium dari sistem
pencernaan, serta mengurangi pembuangannya dari ginjal.
Kebutuhan vitamin D normal per hari adalah 400 IU. Dalam bentuk non-aktif, vitamin D banyak terdapat di bawah kulit. Vitamin D akan menjadi aktif dan berfungsi apabila terpapar sinar matahari pagi yang banyak mengandung ultraviolet. Terpapar sinar matahari sekitar 20 menit per hari, minimal tiga kali seminggu sudah cukup untuk membantu produksi vitamin D.
5. Aktif berolah raga
Penurunan aktivitas fisik pada usia lanjut dapat menurunkan massa tulang. Oleh karena itu olah raga aktif secara rutin
merupakan bentuk antisipasi terhadap penurunan massa tulang. Adapun bentuk olah raga yang sesuai bagi seseorang yang sudah lanjut usia adalah yang minim benturan seperti aerobik low impact, jalan kaki, bersepeda atau berenang.
Aspek yang harus diperhatikan adalah intensitas, waktu, dan frekuensi olahraga. Kecukupan intensitas diukur dengan menghitung denyut nadi. Denyut nadi normal berkisar antara 70-80 denyut per menit. Waktu berolah raga disarankan 20-40 menit per latihan, sedangkan untuk frekuensi idealnya adalah 3-4 hari per minggu.
6. Bantu dengan obat
Dalam dunia kedokteran mulai banyak dikembangkan berbagai obat pencegah osteoporosis. Jenis obat tersebut di antaranya adalah estrogen, kalsitonin, biophosphonat, dan testosteron. Estrogen merupakan hormon yang menurun jumlahnya dalam tubuh apabila wanita mengalami menopause. Hal ini diduga sebagai penyebab osteoporosis utama pada wanita. Obat berisi hormon estrogen yang diberikan pada wanita pasca menopause diharapkan dapat
mencegah osteoporosis.
7. Gaya Hidup Sehat
Merokok, meminum minuman ber-kafein dan ber-alkohol akan menyebabkan hilangnya kalsium dari dalam tubuh. Lakukan olah raga seperti jalan kaki, jogging, bersepeda dan angkat beban untuk meningkatkan kepadatan tulang.
(eya/fer)
Olahraga
Starter Pack Tenis Pemula! Peralatan Wajib untuk Latihan yang Lebih Stabil
Pakaian Pria
Ngabuburit Sore Hari Jadi Lebih Cozy dengan Steigen Bomber Oslo Sueding Black
Pakaian Pria
Kombinasi Overshirt & Ankle Pants Pria untuk ke Kantor Tetap Nyaman, Rapi, dan Bikin Kamu Makin Stylish!
Home & Living
Kaligrafi Dinding Asmaul Husna yang Bikin Rumah Terasa Lebih Hangat Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ini Jenis Pembersih Wajah Terbaik untuk Kulit Sehat Menurut Dermatologist
Lebih Banyak Pria Pakai Makeup Setelah Pandemi, Terinspirasi Idol KPop
Rambut Mudah Rontok dan Beruban? Ini Antioksidan yang Wajib Kamu Coba
7 Rekomendasi Bedak untuk Kulit Berminyak & Pori-pori Besar dari Brand Lokal
Most Pop: Foto Inul Daratista Pakai dan Tanpa Makeup, Kulitnya Jadi Sorotan
Most Popular
1
Foto: Fashion War di Karpet Merah BAFTA Awards 2026, Siapa Terbaik?
2
Romantis Banget! Potret Lengket Timothee Chalamet & Kylie Jenner di BAFTA 2026
3
Potret Manon KATSEYE Diduga Dapat Perlakuan Rasis Usai Diumumkan Hiatus
4
Keajaiban, Aktris 49 Tahun Melahirkan Anak Pertama Usai 10 Tahun Suami Wafat
5
Ini Jenis Pembersih Wajah Terbaik untuk Kulit Sehat Menurut Dermatologist
MOST COMMENTED











































