Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Risiko Memakai Alat Pencatok

wolipop
Sabtu, 20 Mar 2010 14:19 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Untuk mengatasi rambut ikal yang berantakan, biasanya kita para perempuan tak mau repot. Alat catok selalu menjadi jalan keluar. Namun tahukah Anda bahwa ternyata pemakaian alat pencatok rambut bisa sangat berbahaya?

Sebagian besar dari Anda mungkin tidak menyadari bisa sepanas apa alat ini. Membiarkan alat pencatok menyala selama satu menit pada panas tinggi dapat membakar atau menghanguskan folikel rambut dan batang rambut halus serta merusak rambut. Kerusakan yang dapat terjadi di antaranya, rambut bercabang, rambut keriting terbakar, Warna rambut yang kusam. Apabila dipasang pada panas tertinggi bisa menyebabkan luka bakar serius di kepala dan wajah jika tidak berhati-hati. Namun jika dipasang pada suhu rendah akan memakan waktu yang lama untuk mengeringkan dan meluruskan rambut.

Hati-hati saat menyimpat alat pencatok rambut.Sebaiknya jangan pernah menyimpannya di wastafel kamar mandi, karena bisa saja jatuh dan terkena air. Apabila Anda lupa mencabut kabel dari stop kontaknya, maka dapat terjadi konsleting. Karena alat ini membutuhkan listrik yang cukup besar maka pemakaian sehari-hari juga dapat membuat biaya listrik membengkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyimpan alat pencatok sembarangan juga bisa berbahaya bagi si kecil. Rasa penasaran mereka untuk bermain dengan alat ini bisa membahayakan. Selain itu, Bisa saja mereka
mencontoh sikap Anda untuk menggunakan alat ini. Sehingga rambut mereka yang masih sehat dan rentan, bisa berubah menjadi rusak.

Jadi, alih-alih meluruskan rambut dengan alat pencatok, sebaiknya rawat rambut Anda baik-baik. Shampo dan conditioner khusus juga bisa membuat rambut anda lembut dan tampak lebih lurus secara alami. Rambut pun makin kuat dan sehat dibuatnya.
(kee/kee)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads